TRIBUNNEWS.COM – Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di Korea Utara.
Ia memainkan peran utama dalam upaya diplomatik dan manuver nuklir negara tersebut.
Kim Yo Jong selama ini dipandang sebagai salah satu sosok kepercayaan kakaknya.
Kini, ia diangkat ke posisi kunci dalam partai penguasa negara itu.
Dilansir AFP News, media pemerintah mengumumkan pada Selasa (24/2/2026) bahwa Kim Yo Jong telah dipromosikan menjadi direktur departemen di dalam Komite Pusat Partai Buruh.
Sedikit yang diketahui tentang Kim Yo Jong, yang diyakini berusia akhir 30-an, mengingat perannya yang menonjol dalam hubungan Korea Utara dengan dunia luar.
Menurut pemerintah Korea Selatan, Kim Yo Jong lahir pada akhir 1980-an.
Ia adalah salah satu dari tiga anak Kim Jong Il dari pasangan ketiganya, mantan penari Ko Yong Hui.
Kim Yo Jong menempuh pendidikan di Swiss bersama Kim Jong Un, dan dengan cepat naik pangkat setelah Kim Jong Un mewarisi kekuasaan menyusul kematian ayah mereka pada 2011.
Korea Utara kerap menggunakan nama Kim Yo Jong untuk mengeluarkan pernyataan yang menguraikan kebijakan luar negeri atau mengkritik Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Ia secara efektif telah menjadi juru bicara resmi Pyongyang dalam diplomasi dengan dua negara yang biasanya dianggap sebagai “musuh”.
Baca juga: Profil Kim Ju Ae, Putri Kim Jong Un yang Digadang-gadang Jadi Pemimpin Korea Utara Masa Depan
“Kim Yo Jong adalah salah satu dari sedikit orang yang dapat dipercaya dan diandalkan oleh Kim Jong Un,” kata Ahn Chan-il, seorang peneliti asal Korea Utara.
“Ia juga menjabat sebagai pejabat tingkat operasional untuk pertemuan puncak Kim dengan Trump di Singapura dan Hanoi. Ia berpengalaman,” katanya kepada AFP.
Kim Yo Jong mencuri perhatian dunia internasional pada 2018, ketika ia mengunjungi Korea Selatan untuk menghadiri Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang.
Setiap detail kunjungannya ke Olimpiade menjadi sorotan, mulai dari pakaian yang dikenakannya hingga tas yang dibawanya, bahkan sampai tulisan tangannya.
Pemimpin delegasi Olimpiade Korea Utara, yang juga merupakan kepala negara seremonial saat itu, menawarkan tempat duduk kehormatan kepada Yo Jong ketika mereka tiba di Seoul untuk pembicaraan singkat dengan para pejabat Korea Selatan.
Hal tersebut dipandang banyak pihak sebagai tanda statusnya.
“Kemajuan terbaru Yo Jong di dalam partai setara dengan promosi ke tingkat menteri,” kata Lim Eul-chul dari Institut Studi Asia Timur di Universitas Kyungnam.
“Ini merupakan langkah yang jelas menunjukkan dukungan dan pemberdayaan Kim Jong Un terhadapnya.”
Sebelumnya, pada Senin (23/2/2026), Kim Jong Un terpilih kembali sebagai sekretaris jenderal Partai Buruh, memperpanjang kekuasaannya selama 15 tahun sebagai pemimpin partai tunggal yang berkuasa di negara itu sekaligus memperkuat cengkeramannya atas kekuasaan.
Mengutip Al Jazeera, pengumuman promosi Kim Yo Jong terjadi bersamaan dengan janji Kim Jong Un untuk memperkuat dan mengembangkan ekonomi Korea Utara dalam lima tahun ke depan, demikian dilaporkan KCNA pada Selasa (24/2/2026).
Dalam pidatonya pada Senin, Kim Jong Un menyebut lima tahun ke depan sebagai fase kemajuan skala penuh dan menyerukan revolusi dalam pemikiran, teknologi, serta budaya agar proyek-proyek baru dapat dikelola dengan baik.
KCNA juga mengonfirmasi bahwa Presiden China, Xi Jinping, mengirimkan pesan kepada Kim Jong Un untuk mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali sebagai pemimpin partai.
Selama pertemuan partai yang berkuasa, perhatian khusus juga tertuju pada kehadiran putri remaja Kim Jong Un, Kim Ju Ae, yang disebut telah muncul sebagai calon penerusnya, menurut dinas intelijen nasional Seoul.
Dalam beberapa bulan terakhir, Kim Ju Ae kerap menemani ayahnya dalam berbagai acara penting, termasuk peluncuran uji coba rudal dan upacara militer.
Terbaru, Kim Jong Un dilaporkan memberikan peran kepemimpinan senior kepada putrinya.
Kim Ju Ae mendapat jabatan di Administrasi Rudal Korea Utara, badan yang mengawasi persenjataan nuklir negara tersebut.
Gadis yang diperkirakan berusia sekitar 13 tahun itu, telah diangkat ke posisi yang setara dengan direktur biro rudal, kata seorang pejabat kepada Chosun Daily dengan mengutip sumber intelijen.
Jika posisinya dikonfirmasi, langkah ini akan menempatkan Ju Ae di pusat struktur komando senjata strategis Korea Utara, dengan pengawasan terhadap sistem yang mendukung senjata nuklir negara tersebut.
Administrasi Rudal bertanggung jawab atas pengembangan, penyebaran, dan kesiapan operasional rudal balistik, termasuk sistem antarbenua yang mampu mencapai Amerika Serikat.
Baca juga: Kim Jong Un Beri Posisi Penting kepada Putrinya, Jabatan Kim Ju Ae Setara Direktur Biro Rudal
Dilansir Daily Express, menurut seorang pejabat yang tidak mau disebutkan namanya, penunjukan tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan Ju Ae agar nantinya dapat memimpin Tentara Rakyat Korea.
Ju Ae dilaporkan menerima pengarahan langsung dari para jenderal senior dan komandan rudal, serta dalam beberapa kasus memberikan instruksi sendiri, bukan Jang Chang Ha yang secara resmi menjabat sebagai direktur Administrasi Rudal sejak akhir 2023.
Para pejabat intelijen Korea Selatan dilaporkan meyakini bahwa perubahan ini merupakan langkah terstruktur dalam rencana suksesi yang telah berlangsung secara diam-diam selama beberapa tahun.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)