Hukuman Transfer atas Kontroversi Francesco Camarda, AC Milan Sulap Wonderkidnya Jadi Alat Barter
Arif Tio Buqi Abdulah February 24, 2026 06:25 PM

TRIBUNNEWS.COM - Bak menjadi sebuah hukuman bagi wonderkid AC Milan, Francesco Camarda, yang oleh manajemen akan 'disulap' menjadi alat barter pada bursa transfer pemain musim panas 2026.

Belum lama ini Francesco Camarda membuat pendukung AC Milan, Milanisti, kebakaran jenggot karena pernyataan kontroversinya.

Bagaimana tidak, ekspektasi publik San Siro ingin melihat Francesco Camarda sebagai pemain yang tumbuh dari tim primavera AC Milan, kelak menjadi legenda klub.

Namun pernyataan Francesco Camarda yang  membuka peluang untuk suatu saat nanti membelot ke Inter Milan, jelas pernyataan yang kontroversi. Apalagi bagi pemain yang tumbuh dan besar di akademi AC Milan, terlepas dari bahasan sebagai pesepakbola profesional.

Menjadi rahasia umum bahwa tabu di kalangan Milanisti untuk melihat pemainnya membelot ke tim sekota mereka, seperti yang terjadi dengan Hakan Calhanoglu di 2021.

Reaksi pemain depan Juventus, Moise Kean setelah kehilangan peluang mencetak gol ke gawang Torino selama pertandingan sepak bola Serie A Italia di Stadion Olimpiade, pada 15 Oktober 2022
BEREAKSI - Reaksi pemain depan Juventus, Moise Kean setelah kehilangan peluang mencetak gol ke gawang Torino selama pertandingan sepak bola Serie A Italia di Stadion Olimpiade, pada 15 Oktober 2022. (Foto Arsip, Oktober 2022) (Marco BERTORELLO / AFP)

Francesco Camarda memang terikat kontrak durasi panjang hingga Juni 2026 di AC Milan. Tetapi sang striker tidak akan menolak jika di sutu momen nanti, dirinya akan meninggalkan AC Milan dan menyeberang ke Giuseppe Meazza. 

"Apakah saya akan pernah bermain untuk Inter? Saat ini, saya berada di Lecce, dan saya fokus pada Lecce,” kata Camarda, dikutip dari laman SempreInter.

“Lalu, apa yang akan terjadi, kita tidak akan pernah benar-benar tahu. Tapi untuk saat ini, kita sedang memikirkan musim ini.”

Pernyataan itu memang tidak secara tegas mengatakan Camarda ingin meninggalkan AC Milan. Namun di usianya yang baru 17 tahun, justru membuka kemungkinan dirinya menjadi pembelot dengan bergabung ke Inter Milan, adalah sesuatu yang berani.

Bak Kena Hukuman

Pasca-pernyataan Francesco Camarda terlontar, manajemen AC Milan yang semula ingin menjadikan sang wonderkid sebagai proyek masa depan klub, justru berlaku sebaliknya.

Hal ini berkaitan dengan keputusan manajemen AC Milan untuk mencari penyerang baru pada jendela transfer musim panas 2026.

Seperti diketahui, AC Milan menargetkan lolos ke Liga Champions musim depan. Dan target itu nampak akan terealisasi, melihat posisi Rossoneri sebagai runner-up klasemen sementara.

Untuk menjamin comeback mereka ke kompetisi Eropa bukan sekadar numpang lewat, AC Milan ingin memperkuat kedalaman skuad. Satu di antaranya ialah mendatangkan amunisi baru di posisi attacante.

Baca juga: Liverpool Siap Lepas Joe Gomez, AC Milan Terdepan dalam Perburuan di Musim Panas

Dalam laporan SempreMilan, tim Merah Hitam tidak membuka opsi untuk mempermanenkan Niclas Fullkrug, meski pada awal kedatangannya sebagai pinjaman dari West Ham United, pilihan itu terbuka.

Selain itu, AC Milan juga membuka peluang bagi tim siapapun untuk mengeluarkan Santiago Gimenez dari San Siro.

Disebutkan Calciomercato, dengan dilepaskan dua pemain berposisi sebagai ujung tombak penyerangan tim, membuat AC Milan memprioritaskan pengganti di Juli 2026 nanti.

Mantan striker Juventus yang kini bermain di Fiorentina, Moise Kean jadi opsi utama. 

Kemungkinan AC Milan untuk memboyong striker timnas Italia ini terbuka lebar. Selain faktor daya pikat lolos Liga Champions, Fiorentina sebagai tim induk Moise Kean dalam posisi tidak menguntungkan.

Klub asal Tuscan ini berada di intian zona degradasi dengan menduduki peringkat 16 berbekal 24 poin.

Klausul pelepasan Kean dari Fiorentina mencapai 62 juta Euro atau sekitar Rp1,2 triliun.

AC Milan tidak akan membayar jumlah tersebut, melainkan setengahnya, dan menambahkan Francesco Camarda sebagai alat pelicin kepindahan Moise Kean ke San Siro.

Dimasukkannya Camarda ke opsi pembelian Moise Kean bak menjadi hukuman langsung atas pernyataannya membuka peluang bergabung ke Inter Milan.

Dari yang semula dielu-elukan sebagai calon legenda klub, Francesco Camarda kini tak ubahnya sebagai alat barter belaka dalam ambisi AC Milan mendatangkan tukang gedor baru. 

Ini menjadi ironi tersendiri bagi Francesco Camarda, yang sejatinya sama-sama sebagai penyerang tengah.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.