Diky Candra dan IMI Pikirkan Sirkuit Bukit Mahendra Jadi Arena Drag Race
ferri amiril February 24, 2026 06:35 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 


TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Sirkuit Bukit Mahendra, Kawalu Kota Tasikmalaya bakal disulap untuk dijadikan jalur buat drag race dan drag bike, Selasa (24/2/2026).

Alasan dilakukan pembangunan ini menyusul ramainya balap liar di jalur Letjen Mashudi, hingga menjadi fenomena Musiman setiap bulan ramadan.

Menanggapi hal ini Ketua Pengcab IMI Kota Tasikmalaya Tantan Shadir Soniawan menjelaskan, pihaknya tengah meninjau bukit mahendra yang saat ini sedang dilakukan pembukaan jalur.

"Itu teh buat sirkuit drag race roda empat dan drag bike roda dua untuk menjawab fenomena yang mencuat sekarang banyak yakni yang balapan liar," ucap Shadir dikonfirmasi TribunPriangan.com.

Rencana ini sudah ia lakukan koordinasi dengan pemilik sirkuit sebagai wadah sekaligus jangka panjang keberadaan trek balapan khusus drag.

Baca juga: Wakil Wali Kota Tasik Siapkan Solusi Balap Liar: Bicara dengan IMI dan Polisi, Sirkuit Jadi Opsi

"Akhirnya saya berkomunikasi bersama pengurus IMI kota dan haji Hendra yang punya sirkuit itu langsung mengakomodir keluhan dari rekan-rekan dan langsung dibuatkan sirkuit balap lurus yang disebut Drag race," jelasnya.

Ia menyebut, untuk pembangunan jalur drag ini ditargetkan selesai tahun ini dan bisa digunakan sebagai tempat latihan maupun event balapan resmi.

"InsyaAllah kita usahakan beres di tahun sekarang dan saya juga berharap sirkuit bisa digunakan tahun ini. Karena kita ingin mewadahi bakat remaja yang kerap balap di jalanan," ungkap Shadir.

Shadir menambahkan, langkah yang dilakukan pemilik sirkuit menjadi angin segar ini bagi pencinta otomotif khususnya di Kota Tasikmalaya.

"Dengan hadirnya sirkuit balap lurus mudah-mudahan bisa mendatangkan para promotor dari luar kota yang biasa mengadakan event drag race dan drag bike," tambahnya.

Dirinya menuturkan, bahwa pembangunan jalur balap lurus ini menjadi pelengkap karena di area seluas 20 hektar ini sudah ada sirkuit off road dan Grass track.

"Ini sebagai langkah awal, dan saya akan berdiskusi dengan rekan yang kerap balap liar untuk mengantisipasi supaya mereka tidak mengadakan aktivitas balap liar, tapi sudah ada wadahnya meskipun masih progres," tuturnya.

Pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan Lanud, Pemkot Tasikmalaya serta Polres Tasikmalaya membahas jangka pendek fenomena balap liar ini.

"Saya rencana ketemu wakil walikota dan Kapolres mudah-mudahan ada petunjuk dan arahan walaupun jalan umum tapi bisa jadi alternatif sebelum sirkuit di Mahendra selesai dibangunkan," kata Shadir.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.