Kapan Lailatul Qadar di Bulan Ramadan? Simak Jadwal dan Keutamaannya
Pipit Maulidya February 24, 2026 09:05 PM

 

SURYA.co.id - Bulan Ramadan adalah bulan suci penuh berkah, salah satu waktu istimewa di bulan ini yang dinantikan umat Muslim yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan atau Lailatul Qadar.

Lantas, kapan Lailatur Qadar di bulan Ramadan 2026?

Seperti waktu mustajab di hari Jumat, Allah Ta'ala juga merahasiakan waktu Lailatul Qadar di Bulan Ramadan. Namun, ada beberapa pendapat ulama tentang waktu Lailatul Qadar berdasarkan hadis Nabi Muhammad Saw.

Keutamaan Lailatul Qadar

Allah Swt mengungkap keutaman malam Lailatul Qadar dalam Al Qu'ran surat Al Qadr ayat 1-5:

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada Lailatulqadar. Tahukah kamu apakah Lailatulqadar itu? Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Rūḥ (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam) itu sampai terbit fajar."

Sementara dalam hadis, Nabi Muhammad Saw bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.

Artinya: "Siapa yang mengerjakan ibadah pada malam Qadar dengan penuh  keimanan dan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang telah lalu. Dan siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosanya yang telah lalu". (HR. Bukhari).

Waktu Lailatul Qadar

Selain pelipatgandaan pahala, pada malam Lailatul Qadar, malaikat-malaikat turun untuk mengaminkan doa dan memohonkan ampunan bagi setiap hamba yang beristigfar hingga fajar tiba.

1.Pendapat 17 Ramadan

Ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar jatuh pada tanggal 17 Ramadan. Pendapat ini merujuk pada firman Allah SWT:

مَآ اَنْزَلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعٰنِۗ  (Surat Al Anfal ayat 41)

Ayat al Qur'an tersebut berarti:

"...kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad) pada hari al-furqān (pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan.."

Hal ini dijelaskan oleh Ustadz Abdul Somad:

"Banyak sekali pendapat, ada yang mengatakan malam lailatul qadar jatuh malam ke-17 Ramadan, berdasarkan firman Allah SWT Surat Al Anfal ayat 41), 'Al Qur'an yang kami turunkan pada malam bertemunya dua pasukan besar'. Bertemunya dua pasukan besar itu hari Jumat tanggal 17 Ramadan tahun 2 Hijriyah," jelas Ustadz Abdul Somad, dikutip dari YouTube Sumber Kajian.

Yang dimaksud dengan dua pasukan besar tersebut adalah pasukan kaum muslimin dan kaum kafir Quraisy dalam Perang Badar.

2. Pendapat 10 Hari Terakhir Ramadan

Selain pendapat di atas, banyak ulama berpendapat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada 10 hari terakhir Ramadan. Pendapat ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW.

"Ada yang mengatakan 10 hari terakhir Ramadan, sebagaimana hadist, carilah Ramadan di 10 hari terakhir," lanjut Ustadz Abdul Somad menjelaskan pendapat ulama lainnya.

Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, ia berkata: "Dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh di 10 terakhir di bulan Ramadhan lebih dari pada bersungguh-sungguhnya beliau di hari-hari lainnya." (HR. Muslim dan Ahmad).

"Kesimpulan secara keseluruhan adalah ini motivasi kita supaya kita isi malam-malam Ramadan, dari malam pertama, kedua, ke-17, ke-20, ke-21, sampai akhir Ramadan," jelas Ustadz Abdul Somad.

"Maka sesungguhnya malam Lailatul Qadar itu adalah cara Allah agar umat manusia menghidupkan malam-malam Ramadan, ada semangat mengejar kejutan di setiap malam dan kemudian sudah mendapat, merasakan ada perubahan," tambahnya.

Artinya, perbedaan pendapat tentang kapan tepatnya Lailatul Qadar justru menjadi motivasi agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah di setiap malam Ramadan, khususnya pada 10 malam terakhir.

Jadwal Estimasi Malam Ganjil Ramadan 1446 H (Wilayah Indonesia)

Jika mengacu pada penetapan 1 Ramadan pada 19 Februari 2025, maka jadwal malam ganjil jatuh pada:

Malam 21 Ramadan: Selasa, 10 Maret 2025 (mulai waktu Magrib)

Malam 23 Ramadan: Kamis, 12 Maret 2025 (mulai waktu Magrib)

Malam 25 Ramadan: Sabtu, 14 Maret 2025 (mulai waktu Magrib)

Malam 27 Ramadan: Senin, 16 Maret 2025 (mulai waktu Magrib)

Malam 29 Ramadan: Rabu, 18 Maret 2025 (mulai waktu Magrib)

Catatan: Sangat dianjurkan untuk menghidupkan setiap malam (baik ganjil maupun genap) agar tidak terlewat, mengingat adanya perbedaan penanggalan di berbagai wilayah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.