Tanggapan Polda DIY Terkait Seruan Aksi Berujung Anarkis
Yoseph Hary W February 24, 2026 10:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabidhumas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyesalkan adanya tindakan anarkis para massa seruan aksi di Mapolda DIY sejak Selasa petang (24/2/2026).

Ihsan mengatakan massa aksi tiba di Mapolda DIY pada Selasa petang sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka kemudian berusaha masuk dengan cara merusak pagar sisi timur dari gedung Polda DIY.

“Mereka melakukan perusakan pagar sisi timur, kemudian masuk dan diterima Dirintelkam dengan baik,” katanya, saat dihubungi, Selasa malam.

Pihaknya meminta massa aksi tidak terpancing provokasi yang mengakibatkan kericuhan. Meski sempat diwarnai aksi vandalisme dan perusakan sejumlah sarana Mapolda DIY, pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan dengan kondusif.

“Kami imbau massa tidak terprovokasi, dan jangan bertindak anarkis,” tegas Ihsan

Kedatangan massa

Pantauan Reporter Tribun Jogja di lokasi, di sisi ini, gerbang Markas Polisi yang terbuat dari besi tebal, telah ambruk. 

Melalui gerbang timur yang telah ambruk, sebagian massa telah masuk ke dalam. Namun terhadang kawat besi.

Polisi juga menyiagakan satu kendaraan taktis water canon di area ini, untuk menghalau massa aksi. 

Selain menjebol gerbang timur, massa aksi yang datang juga menyuarakan aksinya dengan corat-coret seputar gedung.

Mereka menuliskan kata 'pembunuh', jangan bunuh kami, hingga ALL COPS ARE BASTARD. 

Papan nama gedung Mapolda DIY tak luput dari perusakan. Selain melakukan coretan, massa mencopot papan nama Polda DIY.

Massa aksi yang berdatangan ke Mapolda DIY sebelumnya telah memblokade jalur Ring Road utara dari barat menggunakan water barrier, persis di depan gerbang barat Mapolda DIY.

Sekelompok massa aksi itu mulai mendatangi Mapolda DIY secara bergelombang dimulai ketika waktu berbuka puasa. 

Massa aksi juga dilaporkan berbenturan dengan warga.

Massa aksi mundur ke arah barat, setelah terdengar ledakan dan disusul sekelompok warga yang tiba-tiba keluar dari gang sebelah timur Polda DIY.

Warga juga terlihat berjaga di gang-gang sirip sekitar Mapolda DIY.

Laporan Reporter Tribun Jogja di lokasi, sekelompok warga yang muncul dari sirip timur Polda DIY membawa kayu dan bambu.

Mereka berlari mengejar para demontrans yang kocar-kacir menyelematkan diri ke arah barat.

Massa aksi tersebut semula berdatangan ke Mapolda DIY karena kecewa dengan kepolisian.

Massa aksi mengaku marah dan kecewa terhadap Polri atas peristiwa penganiayaan yang terjadi di Tual, Maluku.

Massa aksi sempat menggelar salat goib, yang dilanjutkan dengan salat isya'.

Mereka mendoakan para korban kekerasan aparat, sekaligus mendoakan agar aparat yang berbuat dzalim mendapatkan balasan setimpal.(rif/hda/hdy)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.