Kecewa Kapolres Kukar Absen, BEM Unikarta Siapkan Gelombang Aksi Lebih Besar
Miftah Aulia Anggraini February 24, 2026 11:07 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menyatakan kekecewaannya setelah Kapolres Kutai Kartanegara tidak hadir menemui massa aksi, Selasa (24/2/2026).

Mahasiswa bahkan mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Presiden BEM Unikarta, Zulkarnain, menegaskan tujuan awal demonstrasi adalah membuka ruang dialog langsung dengan Kapolres Kukar.

Namun rencana tersebut tidak terwujud.

Baca juga: Polres Kukar Apresiasi Kritik Mahasiswa, Kapolres: Jadi Pengingat Agar Institusi Semakin Profesional

“Tentu kami merasakan sangat kecewa terkait dengan aksi hari ini karena memang goals kami berdasarkan hasil konsolidasi seharusnya kami berdialog, berdiskusi secara langsung bersama Kapolres Kukar cuma karena beberapa kendala, beliau katanya tidak bisa hadir,” tegasnya.

Atas kondisi itu, BEM Unikarta memastikan tidak akan berhenti sampai di sini.

“Tentu ini menjadi kemarahan kami dan kami pertegas, kami akan menggelar aksi yang lebih kuat dan lebih kuat. Dan akan membawa massa yang lebih besar daripada hari ini,” tandas Zulkarnain.

Baca juga: 5 Tuntutan Mahasiswa Unikarta: Hentikan Tindakan Represif hingga Usut Tambang Ilegal

Soroti 120 Titik Tambang Ilegal

Perhatian BEM Unikarta tidak hanya tertuju pada isu kekerasan aparat, tetapi juga persoalan pertambangan di Kutai Kartanegara.

“Bukan hanya itu, kami juga menyorot terkait dengan isu-isu kedaerahan, salah satunya tambang ilegal berdasarkan data yang dikeluarkan JATAM ada sekitar 120 titik tambang ilegal yang hari ini masih beroperasi,” katanya.

Selain aktivitas tambang ilegal, Zulkarnain juga menyinggung persoalan lubang bekas tambang yang belum tertangani dan dinilai membahayakan masyarakat.

“Terkait dengan lubang-lubangnya juga, kemarin saya melakukan diskusi, menghadiri salah satu acara seminar, disampaikan langsung oleh salah satu anggota DPRD Kukar bahwa ada sekitar seribu lebih lubang-lubang tambang termasuk tambang ilegal dan legal yang masih menganga di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Kekecewaan Memuncak, Mahasiswa Unikarta Bakar Ban di Depan Mapolres Kukar

Menurutnya, isu tambang ilegal dan lubang tambang yang belum direklamasi menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian aparat penegak hukum.

Mahasiswa menilai ketidakhadiran Kapolres Kukar dalam aksi tersebut justru mempertegas pentingnya ruang dialog yang lebih terbuka antara aparat dan masyarakat sipil.

BEM Unikarta pun menegaskan akan kembali turun ke jalan jika tuntutan mereka tidak mendapat respons konkret. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.