Tinjau Gudang Bulog di Palembang, Komisi IV DPR RI Nilai Kualitas Beras Terjaga
Refly Permana February 25, 2026 12:27 AM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Komisi IV DPR RI meninjau gudang Bulog di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk melihat kesiapan stok dan stabilisasi pangan saat Ramadan dan menjelang Idul Fitri 2026. 

Stok beras yang dimiliki mencukupi, bahkan untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan ke depan.

Wakil Ketua Komisi IV, Alex Indra Lukman, mengatakan kondisi pergudangan dan kualitas stok beras di Gudang Sukamaju, Palembang,  cukup baik.

"Kami sudah meninju dan melihat langsung di Gudang Bulog dan Bulog telaten dalam merawat dan menjaga kualitas beras yang ada di gudang," kata Alex saat Kunjungan Kerja ke Kompleks Pergudangan Sukamaju, Perum Bulog Kanwil Sumsel dan Babel, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Bulog Sumsel Babel Salurkan 4.664 Ton Beras SPHP Sepanjang 2026, Stok Aman Jelang Ramadan

Menurutnya, dari hasil tinjauan tadi ada juga masih ada produksi Maret (2025), berarti umurnya sudah hampir 1 tahun. 

Namun sudah dicek kondisi berasnya masih sangat bagus dan sangat baiik. 

"Kita apresiasi, Bulog bisa menjaga kualitas beras yang ada di gudang. Stok tersebut diharapkan dapat segera disalurkan sesuai mekanisme agar mutunya tetap optimal," katanya. 

Menurutnya, pihaknya mendorong Bapanas dan Bulog untuk menyusun langkah-langkah agar beras yang usianya menjelang satu tahun untuk bisa didistribusikan dan disalurkan. 

Terlebih, Bulog pada tahun ini kembali mendapat penugasan untuk menyerap hasil panen petani, sehingga penyaluran harus terus dilakukam agar stok tak menumpuk. 

Sementara itu, Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto menyampaikan bahwa Bulog memastikan kesiapan stok dan kelancaran distribusi pangan menjelang periode hari besar keagamaan nasional (HBKN). 

"Hingga 21 Februari 2026, realisasi distribusi minyak goreng tercatat lebih dari 21 juta liter, dengan stok tersedia lebih dari 17 juta liter yang siap disalurkan sesuai kebutuhan pasar," ujarnya. 

Baca juga: Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

Menurut Sudarsono, tahun ini menjadi momentum penguatan peran Bulog sebagai operator pangan pemerintah melalui tiga pilar utama. 

Pertama, peningkatan target pengadaan untuk menjaga ketersediaan dengan serapan 4 juta ton gabah/beras, 1 juta ton jagung, dan 70 ribu ton kedelai. 

Kedua, pengelolaan stok secara nasional guna menjaga keterjangkauan, termasuk melalui kerja sama jaringan pergudangan dengan berbagai pihak. 

Terakhir, stabilisasi pasokan dan harga melalui penyaluran cadangan pangan pemerintah, antara lain 720 ribu ton beras bantuan pangan, 1,5 juta ton beras SPHP, serta 2,5 juta ton beras medium dan premium Bulog.

“Kehadiran Komisi IV DPR RI menjadi penguatan bagi kami untuk terus memastikan stok tersedia dan distribusi berjalan lancar, terutama pada saat Ramadan dan Idul Fitri,” katanya. 

Sementara itu Pemimpin Wilayah Perum Bulog Sumsel Babel, Mersy Windrayani, mengatakan stok beras di gudang  saat ini mencapai 79 ribu ton.

Jumlah ini sangat siap dan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

"Stok ini bahkan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan enam bulan ke depan," ujarnya.

Pendistribusian beras di gudang miliknya juga akan dilakukan untuk bantuan pangan kepada 505 ribu keluarga penerima manfaat di Sumsel. Diperkirakan penetapan penyalurannya dilakukan Februari atau Maret ini. 

"Total alokasi untuk bantuan pangan ini mencapai 20 ribu ton beras, jumlah ini akan mengurangi stok di gudang. Selain itu, penyerapan hasil panen petani di berbagai wilayah masih terus dilakukan. Jadi, stok masih akan tetap terjaga," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.