SURYAMALANG.COM, - Memasuki hari ke-7 di bulan suci Ramadhan 1447 H, setiap detik waktu fajar menjadi kesempatan emas bagi umat Muslim untuk mempertebal keimanan.
Selain menjalankan ibadah puasa, menghidupkan waktu selepas salat Subuh dengan rangkaian doa dan zikir sesuai sunnah merupakan jalan utama untuk meraih ketenangan batin dan pahala yang melimpah.
Zikir bukan sekadar untaian kata, melainkan jembatan spiritual yang menghubungkan hamba dengan Sang Pencipta, terutama di waktu-waktu istimewa seperti pagi dan petang.
Dikutip dari Ditjen Pendis Kemenag RI, berikut doa Ramadhan hari ke-7, Rabu 25 Februari 2026:
Bacaan doa Ramadhan hari ke-7:
Arab:
Artinya :
Ya Allah, bantulah aku di bulan ini dalam melaksanakan puasa dan ibadah, jauhkanlah aku pada bulan ini dari kesalahan dan dosa-dosa (yang tidak pantas dilaksanakan) di dalamnya, dan anugerahkanlah kepadaku di bulan ini (kesempatan untuk) mengingat-Mu untuk selamanya. Dengan taufik-Mu, wahai penunjuk jalan orang-orang yang sesat.
Mengutip dari Buku Saku Tuntunan Doa dan Dzikir terbitan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, ikuti panduan bacaan zikir setelah salat subuh selengkapnya:
1. Membaca istighfar sebanyak tiga kali (HR. Ahmad):
Latin: Astagfirullaah (3x)
2. Membaca dzikir Allahumma antas-Salaam…, (HR. Muslim):
Latin: Allahuma antas-salaam wa minkassalaam tabaarakta yaa dzal-Jalaali walIkraam
3. Untuk shalat Subuh, setelah membaca dua dzikir di atas, selanjutnya membaca dzikir di bawah ini sebanyak 10 kali. (HR. Ahmad):
Latin: Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil-khairi, yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir. (10x).
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Malang Raya, Surabaya, Blitar Rabu 25 Februari 2026 Lengkap dengan Jadwal Salat
4. Masih setelah sholat subuh, setelah membaca dzikir di atas sebanyak sepuluh kali, dilanjutkan dengan membaca dzikir di bawah ini sebanyak tujuh kali, (HR. Ahmad):
Latin: Allahumma ajirnii minan-naar (7x).
(Ya Allah lindungi aku dari neraka)
5. Membaca dzikir, (HR. Muslim):
Latin: Laa ilaaha ilallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, biyadihil-khairi, wa huwa ‘alaa kulli syai`in qadiir. Laa haula wa laa quwwata illaa billaahi, laa ilaaha illallaahu, wa laa na’budu illaa iyyaahu, lahun-ni’mah wa lahul fadhlu wa lahuts-tsanaa`ul-husna, laa ilaaha illallaahu mukhlishiina lahuddiina wa law karihal-kaafiruuna.
6. Membaca dzikir berikut, (HR. Ahmad):
Latin: Allahumma laa maani‘a limaa a‘athaita walaa mu‘athiya limaa mana‘tha wa laa yanfa‘u dzal-jaddu minkal jaddu.
7. Membaca Ayat Kursi, (HR. Al-Thabrani).
Baca juga: Puasa Ramadhan Tetap Segar, Tips Cegah Dehidrasi Saat Puasa dengan Strategi MInum Air Putih 2-4-2
8. Membaca Allahumma a'inniii…, (HR. Al-Hakim):
Latin: Allahumma a‘innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika
9. Membaca tasbih 33 kali; tahmid 33 kali; takbir 33 kali serta laa ilaaha illallaahu…, (HR. Muslim):
Latin: Subhaanallaah (33x)
Latin: Alhamdulillaah (33x)
Latin: Allahu Akbar (33x)
Latin: Laa ilaaha ilallaahu wahdahu laa syariika lahu, lahul-mulku wa lahul-hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai`in qadiir.
10. Membaca surah al-Ikhlas, al-Falaq dan al-Nas. (HR. Abu Dawud, al-Nasa'i dan Ahmad).
Zikir merupakan salah satu jalan utama bagi setiap hamba untuk berinteraksi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Meskipun zikir dapat dilakukan kapan saja tanpa batasan waktu, amalan ini sangat dianjurkan bagi seorang mukmin sesaat setelah melaksanakan salat.
Hendaknya, seorang Muslim tidak terburu-buru meninggalkan tempat salatnya, melainkan meluangkan waktu sejenak untuk berzikir dan berdoa.
Selain menjanjikan pahala yang melimpah, mengingat Allah melalui zikir juga menjadi sarana untuk meraih ketenangan hati.
Allah SWT dalam Al-Qur'an secara khusus mengimbau umat Islam untuk senantiasa mengingat-Nya.
Dalam Surah Al-Ahzab ayat 41–42, Allah berfirman:
“Hai, sekalian orang yang mu’min! Ingatlah Allah sebanyak-banyaknya dan tasbihlah memuji Allah pagi-pagi dan petang-petang.”
Waktu fajar dan petang memang memiliki keutamaan melimpah untuk beribadah.
Perintah untuk memperbanyak zikir pada kedua waktu istimewa ini juga ditegaskan dalam QS. Ali Imran ayat 41 serta QS. Al-Kahfi ayat 28.
Merujuk pada ayat-ayat tersebut, waktu pagi yang dimaksud adalah masa selepas subuh hingga terbitnya matahari.
Ada banyak keutamaan luar biasa yang bisa diraih dengan berzikir usai salat Subuh.
Salah satunya adalah ganjaran pahala yang setara dengan ibadah haji dan umrah.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat (HR) Imam Tirmizi:
“Barang siapa yang shalat shubuh berjamaah kemudian duduk berdzikir hingga matahari terbit kemudian shalat dua rakaat maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna.”
Selain itu, berdasarkan HR Ahmad dan Abu Daud, zikir setelah subuh juga menjadi wasilah diampuninya dosa-dosa seorang hamba meskipun jumlahnya sebanyak buih di lautan.
Tak hanya itu, amalan ini juga memberikan jaminan surga dan perlindungan dari azab neraka.
Hal ini diperkuat oleh HR. Baihaqi yang menyebutkan:
“Barang siapa yang salat fajar kemudian berdzikir hingga terbit matahari maka api neraka tidak akan menyentuh kulit orang tersebut selamanya.”
(TribunJogja.com/Tribunnews.com)