SURYAMALANG.COM, - Menjalankan ibadah puasa Ramadhan bukan sekadar perkara menahan lapar dan dahaga secara personal, melainkan upaya menyelaraskan diri dengan ritme kehidupan bersama.
Ketepatan waktu imsak dan salat menjadi panduan penting dalam menjaga kedisiplinan spiritual sekaligus membentuk "sakralisasi temporal" di ruang publik.
Berikut adalah jadwal imsakiyah dan jadwal salat lengkap untuk wilayah Malang Raya, Surabaya, Sidoarjo, hingga Blitar pada Rabu, 25 Februari 2026.
Jadwal ini diharapkan dapat membantu umat Muslim dalam menjalankan ibadah dengan khusyuk, sembari memaknai puasa sebagai sarana memperkuat kohesi sosial dan harmoni di tengah keberagaman.
Berikut jadwal imsakiyah di Malang Raya dan wilayah sekitarnya Rabu 25 Februari 2026:
1. Kota Malang : 04:08 WIB
2. Kabupaten Malang : 04.08 WIB
3. Kota Batu : 04.08 WIB
4. Kota Surabaya : 04:08 WIB
5. Kabupaten Sidoarjo : 04:08 WIB
6. Kota Blitar: 04:09 WIB
7. Selengkapnya untuk wilayah lain bisa dilihat di sini : LINK
Melalui situs tersebut, masyarakat di seluruh Indonesia bisa mendapatkan informasi jadwal imsakiyah di wilayahnya dari 1 Ramadhan hingga 30 Ramadhan.
Jika ingin mengetahui informasi jadwal imsakiyah di wilayah Anda, ada pilihan "Provinsi", kemudian "Kabupaten/Kota".
Berikut jadwal sholat di Malang Raya dan wilayah sekitarnya Rabu 25 Februari 2026:
Kota Malang
Imsak Subuh Terbit Dhuha Zhuhr ‘Ashr Maghrib ‘Isya’
04:08 04:18 05:31 05:58 11:46 14:49 17:54 19:04
Kabupaten Malang
Imsak Subuh Terbit Dhuha Zhuhr ‘Ashr Maghrib ‘Isya’
04:08 04:18 05:31 05:58 11:46 14:49 17:55 19:04
Kota Batu
Imsak Subuh Terbit Dhuha Zhuhr ‘Ashr Maghrib ‘Isya’
04:08 04:18 05:27 05:59 11:46 14:50 17:59 19:04
Kota Surabaya
Imsak Subuh Terbit Dhuha Zhuhr ‘Ashr Maghrib ‘Isya’
04:08 04:18 05:31 05:58 11:46 14:50 17:53 19:03
Kabupaten Sidoarjo
Imsak Subuh Terbit Dhuha Zhuhr ‘Ashr Maghrib ‘Isya’
04:08 04:18 05:31 05:58 11:46 14:50 17:53 19:03
Kota Blitar
Imsak Subuh Terbit Dhuha Zhuhr ‘Ashr Maghrib ‘Isya’
04:09 04:19 05:33 06:00 11:48 14:51 17:56 19:06
Puasa dalam Islam kerap dipahami sebagai ibadah personal. Namun dalam praktik sosial, puasa justru hadir di ruang publik dan membentuk ritme kehidupan bersama selama Ramadan.
Guru Besar Sosiologi Pendidikan Islam UIN Madura, Achmad Muhlis, mengatakan bahwa puasa tidak pernah sepenuhnya privat.
"Ia mengatur perilaku sosial, memperkuat simbol religius, dan membentuk norma kolektif di ruang publik," ujarnya, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, Ramadan menghadirkan “sakralisasi temporal” di mana jam kerja menyesuaikan, aktivitas hiburan dibatasi, dan etika sosial menguat.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana puasa berfungsi sebagai institusi sosial yang membangun solidaritas, namun berpotensi menimbulkan friksi dalam masyarakat majemuk.
Ketegangan muncul ketika norma mayoritas berbenturan dengan kebebasan individu.
Itu sebabnya, kebijakan publik selama Ramadan idealnya menempuh pendekatan persuasif dan dialogis, bukan pemaksaan simbolik, agar harmoni sosial tetap terjaga.
Achmad Muhlis menekankan bagi yang berpuasa, lingkungan yang suportif membantu ketenangan batin.
Sementara bagi yang tidak berpuasa, tekanan sosial berlebihan justru dapat melahirkan rasa terasing. Di sinilah etika sosial Islam diuji.
"Puasa sejati melatih pengendalian diri dan kelembutan hati, bukan superioritas moral," katanya.
Achmad Muhlis menegaskan, puasa adalah ibadah personal yang berdampak publik.
Dampak itu akan memperkuat kohesi sosial jika dikelola dengan empati, adab, dan kebijakan yang proporsional.
"Puasa bukan untuk mengontrol orang lain, melainkan mendidik diri agar mampu hidup bermartabat di tengah perbedaan," pungkas Ketua Senat UIN Madura tersebut.
(Reporter suryamalang.com/Hanggara Pratama)