Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Bhayangkara Presisi Lampung FC tampil perkasa saat menjamu tamunya, Semen Padang FC, dalam lanjutan pekan ke-23 Super League 2025/2026.
Bermain di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR Bandar Lampung, Selasa (24/2/2026) malam, anak asuh Paul Munster tersebut tampil dominan sejak awal laga.
Sampai akhirnya, tim berjuluk The Guardians of Saburai sukses mengamankan poin penuh dengan kemenangan telak 4-0.
Pertandingan ini sekaligus menjadi sejarah karena untuk pertama kalinya stadion kebanggaan masyarakat Lampung tersebut menggelar laga malam hari di kompetisi kasta tertinggi Indonesia musim 2025/2026.
Kemenangan atas Semen Padang ini membuat skuad The Guardians of Saburai melesat ke peringkat 5 klasmen sementara Super League, dengan poin 35.
Baca juga: Kontra Semen Padang Jadi Laga Spesial Bhayangkara FC, Pertama Kalinya Main di Kandang Malam Hari
Namun demikian, Bhayangkara berpotensi kembali ke peringkat 8 klasmen, jika 3 tim di bawahnya yakni Persebaya Surabaya, Persita Tangerang, dan PSIM Yogyakarta, mampu memenangi laga di pekan ke-23.
Bhayangkara Presisi Lampung FC langsung menekan sejak menit awal.
Peluang emas pertama didapat melalui sundulan Privat Mbarga pada menit ke-4, namun sayang bola masih membentur mistar gawang.
Kebuntuan pecah pada menit ke-27. Wasit menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran di area terlarang Semen Padang.
Moussa Sidibe yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dengan tenang, mengubah skor menjadi 1-0.
Petaka bagi Kabau Sirah, julukan Semen Padang FC, bertambah di menit ke-35.
Gelandang mereka, Boubakary Diarra, harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah akibat pelanggaran keras menjegal kapten Bhayangkara, Wahyu Subo Seto.
Sebelumnya, tensi laga sempat memanas saat bek Semen Padang, Jaime Giraldo, kedapatan melakukan aksi tarik-menarik dengan pemain tuan rumah.
Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, unggul jumlah pemain membuat anak asuh Paul Munster semakin leluasa menggempur pertahanan lawan.
Pada menit ke-50, Bhayangkara kembali mendapat hadiah penalti setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang.
Pemain anyar asal jepang, Ryo Matsumura yang menjadi algojo sukses memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Hanya berselang tiga menit, tepatnya menit ke-53, keunggulan Bhayangkara bertambah menjadi 3-0.
Moussa Sidibe mencetak gol keduanya melalui skema permainan terbuka yang apik.
Pesta gol tuan rumah ditutup oleh penyerang asing mereka, Bernard Henry Doumbia pada menit ke-74 yang mengubah papan skor menjadi 4-0.
Hingga peluit panjang dibunyikan, Semen Padang FC tak mampu mengejar ketertinggalan.
(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)