'UMR' Mau Diterapkan di MotoGP, Mario Aji atau Veda Minimal Digaji 9 Miliar kalau Tembus Kelas Utama
Ardhianto Wahyu February 25, 2026 01:33 AM

MOTOGP.COM
Suasana start pada balapan Sprint MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, 4 September 2025.

BOLASPORT.COM - Kesenjangan finansial antara pembalap papan atas dan pembalap semenjana di MotoGP sedang coba dipangkas. Aturan mengenai upah minimum pembalap rencananya akan diperkenalkan.

Pembalap MotoGP bisa menerima gaji hingga dua digit dalam euro walau tidak semuanya.

Di antara kompetitor aktif pada musim ini, hanya Fabio Quartararo dan Marc Marquez yang pernah merasakannya.

Marquez mengalaminya ketika masih di Honda dengan kontrak yang nilainya sekitar 20 juta euro atau sekitar 396 miliar rupiah per tahun.

Adapun menurut Motorsport.com, si Alien kini menerima gaji 3 juta euro (Rp59 miliar) di Ducati walau angkanya tahun lalu meningkat jauh karena bonus performa.

Marquez sempat melalui periode rela tidak dibayar demi keluar dari krisis di Honda untuk bersaing dengan motor Ducati Desmosedici bersama tim satelit, Gresini.

Di sisi lain, Ducati memiliki kebijakan untuk menaruh porsi yang cukup besar untuk bonus dalam struktur gaji pembalap-pembalapnya.

Makin berprestasi, makin cuan.

Status pembalap termahal kini dipegang Fabio Quartararo yang gajinya ditaksir mencapai 12 juta euro (Rp237 miliar) di Yamaha untuk kontraknya sekarang.

Bagaimana dengan kompetitor-kompetitor di bawahnya? Di kelompok bawah MotoGP, gaji mereka tak sampai 120 ribu euro (Rp2,3 miliar) per tahun.

Jack Miller menjadi salah satu pembalap yang berkeluh kesah mengenai hal ini.

Dalam interviu dengan Crash pada tahun lalu, pembalap Prima Pramac Racing ini mengaku dirinya meneken kontrak seharga 'kacang'.

Hal ini juga dialami para pembalap debutan.

Masih menurut Miller, gaji pembalap MotoGP mengalami penurunan semenjak pengaruh motor yang lebih besar dari sebelumnya.

Sekarang pembalap yang mengejar tim dan bukan sebaliknya. Tim baru bergerak kalau pembalap sudah berniat meninggalkan tim lamanya.

"Para pembalap ingin menang, melakukan yang terbaik. Itulah yang mereka kejar, yaitu hasil," ucap Miller memaparkan.

"Sayangnya, beberapa di antara mereka tidak dibayar seperti seharusnya, untuk mempertaruhkan nyawa mereka, setiap akhir pekan."

"Para pembalap memiliki waktu yang terbatas untuk menghasilkan uang. (Pendapatannya) telah menurun secara drastis selama 10 tahun terakhir.

Aturan soal upah minimal pun menjadi salah satu topik yang didorong saat rencana dibentuknya asosiasi pembalap mengemuka.

Kini, nominal yang diajukan MotoGP Sports Entertainment Group, nama baru Dorna Sports, untuk 'UMR' di kelas para raja adalah 500 ribu euro (Rp9,9 miliar).

Angka 500 ribu euro ini hanya gaji pokok dan tidak termasuk insentif lainnya seperti bonus. Angka ini berlaku bagi pembalap baru MotoGP sejak debutnya.

Contohnya, saat pembalap Indonesia seperti Mario Aji atau Veda Ega Pratama berhasil menembus MotoGP, mereka sudah diganjar gaji sebesar itu sejak awal.

Pembahasan soal 'UMR' di MotoGP ini kabarnya telah memasuki tahap akhir sebelum disepakati oleh tim-tim yang berpartisipasi.

Masalah gaji ini akan turut dibahas untuk siklus kontrak yang baru bagi para pabrikan untuk lima tahun mendatang, dari musim 2027 hingga 2031.

Pertemuan dengan MSMA alias asosiasi pabrikan di MotoGP akan dihelat pada Selasa (24/2/2026) hari ini di Buriram jelang seri pembuka GP Thailand.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.