BOLASPORT.COM - Kabar baru datang dari drama pemain Benfica, Gianluca Prestianni, dengan Vinicius Junior, di mana dia mengklaim bintang Real Madrid itu mengejeknya sebelum dituding lakukan rasisme.
Leg pertama play-off 16 besar Liga Champions 2025-2026 antara kedua tim sempat diwarnai dugaan aksi rasial.
Dugaan ini diberikan ke Gianluca Prestianni yang sempat berbicara ke Vinicius Junior sambil menutup mulutnya dengan kausnya.
Hal ini terjadi sesaat setelah penyerang Real Madrid itu mencetak gol ke gawang Benfica pada menit ke-50.
Saat para pemain As Guias hendak melakukan sepak mula, tampak Vini berlari ke arah wasit dan melaporkan dugaan aksi rasial dari Prestianni kepadanya.
Dirangkum dari berbagai sumber, pemain asal Argentina itu mengucapkan kata mono atau monyet terhadapnya.
Tudingan rasis terhadap pemain asal Brasil kemudian dibantah oleh Prestianni yang kemudian mengaku jika dirinya hanya melempatkan ujaran homofobik.
Disebutkan jika pemain berusia 20 tahun itu mengucapkan kata "gay" atau banci saat berbicara ke Vini sambil menutupi mulut dengan kausnya.
Kini, drama antara kedua pemain asal Amerika Latin itu menemui babak baru di mana Vini diklaim sempat mengejek Prestianni lebih dulu.
Dilansir BolaSport.com dari The Times, klaim jika Vinicius Junior lebih dulu memberi ejekan datang dari winger Benfica itu.
Disebutkan jika sepanjang pertandingan, Vini menghina Prestianni dengan sebutan "kerdil" atau cebol.
Ejekan ini diklaim diberikan winger Real Madrid tersebut karena Prestianni memiliki postur tubuh yang pendek.
Eks pemain Velez Sarsfield tersebut diketahui memiliki tinggi 166 cm, postur yang cukup pendek bila dibandingkan para pesepak bola pada umumnya.
Akibat ejekan tersebut, Prestianni kemudian mengaku jika dirinya memanggil Vini dengan sebutan banci.
Meski memiliki dalih tersebut, tetap saja Prestianni tak bisa lepas dari tudingan rasis pada pertandingan tersebut.
Hal ini terbukti dengan adanya sanksi yang didapatkannya dari UEFA, sehingga dirinya tak bisa tampil di leg kedua, Kamis (26/2/2026) WIB.
"Badan Kontrol, Etika dan Disiplin UEFA (CEDB) hari ini memutuskan untuk menangguhkan sementara Gianluca Prestianni untuk pertandingan kompetisi klub UEFA berikutnya," bunyi pernyataan itu.
Sanksi ini sempat menghadirkan polemik, mengingat Prestianni belum dibuktikan bersalah atas tudingan tersebut.
Sementara itu, presiden Benfica, Rui Costa, menampik tudingan rasis yang menimpa Gianluca Prestianni.
Dia memastikan jika Prestianni bukanlah pemain rasis dan akan tetap mendampingi pemainnya tersebut dalam kasus ini.
"Benfica akan mendukung Prestianni. Bukan hanya karena dia pemain kami," kata Rui Costa, dinukil dari A Bola.
"Saya ulangi apa yang menurut saya merupakan poin terpenting dalam situasi seperti ini: Prestianni bukanlah seorang rasis, dia dikutuk karena rasisme padahal dia bukan rasis," lanjutnya.