Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, memastikan situasi keamanan di Kota Tual telah aman dan terkendali, meski sebelumnya terjadi bentrok antar pemuda di Desa Fiditan, Kecamatan Dullah Utara, Selasa (24/2/2026).
Bentrok tersebut sempat menyebabkan sejumlah korban luka, termasuk Kapolres Tual yang terkena anak panah saat memimpin langsung upaya pengamanan di lapangan.
“Aman terkendali,” ujar Kapolda saat dikonfirmasi TribunAmbon.com, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Bentrok Pemuda di Fiditan Tual, Kapolres Whansi Terkena Panah
Baca juga: Catat! Jadwal Puasa Ramadan Hari Ke-7 25 Ferbuari 2026 di Kota Ambon, Disertai Niat dan Doa Berbuka
Ia menegaskan, bentrokan antara kelompok pemuda Fiditan Kampung Lama dan Fiditan Kampung Baru merupakan konflik lama yang tidak berkaitan dengan isu lain.
“Bentrok di Tual antara Fiditan lama dan baru. Konflik lama ini berkenan tidak dikaitkan dengan masalah lain,” jelasnya.
*Kronologi Bentrok di Fiditan*
Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, insiden bermula sekitar pukul 16.59 WIT.
Saat itu terjadi aksi saling serang antar dua kelompok pemuda yang memicu ketegangan di wilayah tersebut.
Merespons situasi tersebut, jajaran Polres Tual segera turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan mengimbau massa agar menghentikan aksi kekerasan.
Wakapolres Tual, Kompol Roni F. Manawan, bersama personel Dalmas lebih dulu tiba dan melakukan pendekatan dialogis.
Tak lama berselang, Kapolres Tual, Whansi Des Asmoro, mengambil alih kendali lapangan guna memastikan penanganan berjalan terukur dan mengedepankan keselamatan warga.
*Kapolres Terkena Panah, Warga Ikut Terluka*
Di tengah upaya melerai dan menenangkan massa, Kapolres Tual mengalami luka akibat terkena anak panah di bagian lutut kaki kiri.
Selain itu, seorang warga Fiditan Kampung Baru berusia 19 tahun juga mengalami luka di bagian kaki akibat bentrokan tersebut.
Keduanya segera dilarikan ke Rumah Sakit Umum Karel Sadsuitubun Langgur untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi keduanya dilaporkan sadar dan stabil.
*Brimob Dikerahkan, Situasi Berangsur Kondusif*
Untuk memastikan stabilitas keamanan, personel BKO dari Sat Brimob Polda Maluku, khususnya Yon C Pelopor, diterjunkan ke lokasi.
Personel ditempatkan secara seimbang di dua titik pengamanan masing-masing kompleks guna mencegah benturan lanjutan serta menghindari kesan keberpihakan.
Sekitar pukul 18.10 WIT, massa dari kedua kelompok mulai membubarkan diri dan kembali ke lingkungan masing-masing. Aparat tetap bersiaga untuk mengantisipasi potensi provokasi lanjutan.
*Dialog Rekonsiliasi Digelar*
Sebagai langkah lanjutan, pada malam harinya direncanakan pertemuan yang melibatkan unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta perwakilan kedua kelompok pemuda.
Forum tersebut difokuskan pada dialog, meredakan emosi, serta membangun solusi damai berbasis musyawarah guna mencegah konflik serupa terulang.
Kapolres Tual menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keselamatan warga.
“Kedamaian dan persaudaraan adalah kekuatan utama masyarakat Tual. Kami mengajak semua pihak untuk memilih dialog dan kebersamaan sebagai jalan keluar,” ujarnya.
Hingga kini situasi di wilayah Fiditan terpantau aman dan terkendali.
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan pendekatan humanis demi menjaga stabilitas dan merawat harmoni sosial di Kota Tual.(*)