Orangtua NS Sering Bertengkar, Ibu Tiri Pernah Dilaporkan ke Polisi hingga Janji Bertobat
Theresia Felisiani February 25, 2026 07:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, SUKABUMI - Haji Isep Dadang Sukmana, kakek angkat NS (13), mengungkapkan sering terjadi pertengkaran antara orangtua korban sebelum peristiwa penganiayaan terjadi.

NS merupakan bocah asal Bojongsari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang meninggal diduga dianiaya ibu tirinya, TR (47).

Isep menyebut, ia kerap turun tangan menyelesaikan masalah antara ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), dengan TR.

"Saya kadang-kadang capek gitu kan melihat ribut bertengkarlah itulah inilah terus-terusan maka yang dipermasalahkan apa sih, masalah anak aja," kata Isep kepada Tribunnews.com di kediamannya di Kampung Pasirpulus, Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (24/2/2026).

Karena seringnya terjadi keributan, Isep akhirnya mengambil inisiatif untuk memindahkan NS ke lingkungan pendidikan yang lebih kondusif.

Ia menyarankan agar NS dimasukkan ke Pondok Pesantren Darul Ma'arif di Cibitung, tempat yang juga dibina oleh Isep.

Baca juga: Ibu Tiri yang Diduga Siksa Bocah di Sukabumi: Tuhan Maha Tahu, Aturan Negara Bisa Dibuat-buat

"Akhirnya saya memutuskan gini aja untuk untuk lebih adil supaya nyaman dua-duanya cobalah masukkan ke pesantren," ujar Isep.

Isep juga membeberkan fakta bahwa kekerasan terhadap NS sebenarnya sudah pernah terjadi sebelumnya. 

Pada tahun 2025, kasus dugaan penganiayaan oleh ibu tiri ini sempat dilaporkan ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pelabuhan Ratu.

Namun, saat itu kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. TR memohon kepada suaminya agar laporan tidak dilanjutkan dan berjanji akan bertobat.

"Dia memohon kepada suaminya supaya jangan dilanjut, dia ikut tobat lah," ungkapnya.

Baca juga: Kasus Kematian Bocah 12 Tahun di Sukabumi Naik ke Penyidikan, Bukti Dugaan KDRT Ibu Tiri Ditemukan

Isep pun memfasilitasi perdamaian tersebut dengan harapan situasi akan membaik. 

"Eh ternyata sekarang kejadiannya seperti ini ya walaupun saat ini ya belum tahu siapa pelakunya apakah benar ibu tiri apakah bukan," tegasnya. 

Saat NS dirawat di IGD Rumah Sakit Jampang Kulon sesaat sebelum meninggal pada Kamis (19/2/2026), Isep sempat berkomunikasi dengan korban. 

Dalam kondisi kritis, NS sempat bercerita mengenai apa yang dialaminya. 

Menurut Isep, NS mengaku takut karena ada ibu tirinya di ruangan tersebut. Isep kemudian mencoba bertanya pelan-pelan.

"Terus "Ini kenapa?" "Karena kemarin tuh dikasih disuruh minum air panas." Nah suruh minum air panas itu jawaban si almarhum," ungkapnya. 

Kendati demikian, Isep menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak kepolisian untuk memastikan penyebab kematian cucu angkatnya tersebut.

Baca juga: Kematian Bocah di Sukabumi, Polisi: Ibu Tiri Masih Berstatus Terlapor, Menunggu Hasil Lab Forensik

Sebagai informasi, Polres Sukabumi diketahui telah melakukan pemeriksaan terhadap ibu tirinya, TR (47).

Penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan orang saksi. Namun, belum ada penetapan tersangka. 

Dalam kasus ini, Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri melakukan otopsi terhadap jenazah NS. 

Hasilnya, ditemukan adanya sejumlah luka bakar pada tubuh korban. Luka tersebut tersebar di beberapa bagian anggota gerak hingga area wajah.

Meski menemukan luka bakar, pihak rumah sakit belum bisa memastikan penyebab pasti munculnya luka tersebut, apakah akibat tindakan kekerasan atau faktor ketidaksengajaan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.