Polsek Tawaeli Turun Tangan Mediasi Polemik Menu MBG di SD Pantoloan Palu
Fadhila Amalia February 25, 2026 08:06 AM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Supriyanto Ucok

TRIBUNPALU.COM, PALU - Polsek Tawaeli, melakukan mediasi kepada seorang Guru di salah satu SD di Kelurahan Pantoloan dan para pekerja di dapur SPPG.

Mediasi itu dilakukan langsung oleh Kapolsek Tawaeli, Iptu Zulham Abdillah bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Mpanau.

Berdasarkan keterangan Kaposek Tawaeli, masalah itu bermula saat seorang guru mengunggah ke sosial media terkait ketidakpuasan dengan menu MBG di bulan puasa.

Baca juga: Ribuan Mahasiswa di Sulteng Bebas Biaya Kuliah, Pemprov Gelontorkan Rp84 Miliar Lewat Berani Cerdas

Diketahui, guru tersebut dari sekolah SDN Limran, Astuti yang bersalah paham dengan ketua pengelola MBG di Pantoloan, Rostini.

"Mungkin menu MBG tidak sesuai dengan indeksnya," kata Kapolsek Tawaeli kepada TribunPalu.com lewat pesan suara saat dikonfirmasi via WhatsApp pada Selasa (24/2/2026).

Menurut Zulham, guru tersebut belum mengetahui kebenaran dari anggaran program MBG di bulan puasa sehingga dirinya langsung mengunggah postingan itu.

Karena terjadi keributan, pihak Polsek Tawaeli mencoba melakukan mediasi kepada dua pihak.

"Terjadi kesepakatan di Polsek dan guru itu meminta maaf kepada pekerja MBG karena memposting yang tidak benar," ujarnya.

Sebelumnya dikabarkan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah menjadi sorotan publik di bulan ramadhan.

Yang dimana juga sebelumnya telah terjadi kasus yang sama di salah satu sekolah di Kelurahan Kayumalue Ngapa, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu.

Baca juga: Ribuan Mahasiswa di Sulteng Bebas Biaya Kuliah, Pemprov Gelontorkan Rp84 Miliar Lewat Berani Cerdas

Dalam sebuah unggahan diduga milik akun pribadi milik @Wahida Wati, tampak ia memperlihatkan menu MBG yang dibagikan untuk porsi selama dua hari.

Di dalam video tersebut, seorang yang diduga merupakan seorang guru di sekolah itu mengangkat dua menu MBG.

Anehnya, MBG itu tidak dibagikan menggunakan ompreng seperti biasanya, namun dibagikan hanya dibungkus dengan plastik kresek putih.

Seorang guru yang menggunakan dinas ASN dengan jilbab putih bercorak itu mengeluarkan seluruh menu dari plastik itu.

Dari keterangan dalam video itu, untuk menu MBG di hari senin, terdapat susu 1 kotak, pisang 2 buah, roti 1 bungkus dan telur puyuh 4 butir.

Mirisnya, di hari Selasa atau esoknya, anak sekolah diberikan menu yang hanya berisi roti 1 bungkus, kurma 3 butir dan kacang asin 1 bungkus.

Guru itu menjelaskan dengan memberikan keterangan harga ditiap menu yang dibagikan.

"Ini yang dimaksudkan MBG yang anggarannya 15 Ribu perhari, kasian ya," kata ibu dengan mengangkat menu MBG itu.

Baca juga: Ketua Komisi IV Hidayat Pakamundi Terima Tuntutan Massa Aksi, Janji Akan Teruskan ke DPR RI

Ia meminta kepada pemerintah daerah dan nasional untuk melakukan evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis selama bulan ramadhan kali ini.

"Kalau seperti ini sama dengan pembodohan pak," ujarnya.

Menanggapi beberapa postingan di sosial media, Ketua Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Kartini Malarangan memberikan penjelasan terkait ramainya pembahasan warga terkait program MBG di bulan Ramadan.

Kartini Malarangan melalui akun sosial media pribadinya (FB) mengatakan bahwa anggara program MBG di bulan ramadan yaitu sebesar Rp.15.000 perhari untuk 1 jiwa tidak diperuntukkan penuh untuk membeli bahan makanan.

"Selaku pribadi dan ketua APPMBGI Sulawesi Tengah, Izin saya beri penjelasan sedikit bahwa Rp.15.000 itu bukan full Belanja Logistik/bahan Makanan tapi sudah include dengan Sewa dapur sama Mitra dan Operasional," tulis Kartini di akun pribadinya pada Senin (23/2/2026).

Baca juga: Disdik Parigi Moutong Pertanyakan Dana TPG Guru Agama, THR Belum Terbayar Sejak 2023

Ia juga merincikan belanja dengan anggaran Rp.15.000, diantaranya :

1. Rp.10.000 = Belanja Bahan Baku Makanan.
2. Rp.3000 = Operasional yakni gaji Karyawan 47 orang dan lainnya termasuk beli sabun cuci piring, kantong sampah, tali rapiah, dan keperluan operasional dapur lainnya.
3. Rp.2000 untuk sewa dapur dan segala perangkat operasional.

Ketua APPMBGI itu juga menyampaikan apabila terdapat menu MBG yang dianggap tidak sesuai maka dapat dilaporkan kepada pihaknya agar dapat memberikan teguran kepada dapur SPPG yang bersangkutan.

"Semoga dengan sedkit penjelasan dari saya bisa sedikit dipahami dan dimengerti tentang alokasi Anggaran 15.000 dari BGN," katanya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.