Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Harga gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Parigi Moutong melonjak tajam di tingkat pengecer.
Di sejumlah wilayah, harga bahkan menembus Rp70 ribu per tabung.
Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi di Parigi Moutong jauh lebih rendah.
Mengacu pada Peraturan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 2 Tahun 2021, HET elpiji 3 kilogram di Kecamatan Parigi, Parigi Selatan, Parigi Tengah, dan Parigi Barat sebesar Rp18 ribu per tabung.
Untuk Kecamatan Kasimbar, HET ditetapkan Rp19.900 per tabung.
Baca juga: Kode Redeem FC Mobile Terbaru Rabu 25 Februari 2026, Klaim 1 Juta Coins Gratis
Sementara Kecamatan Ongka Malino, Bolano, dan Bolano Lambunu memiliki HET Rp24.200 per tabung.
Artinya, jika harga di pengecer mencapai Rp70 ribu, terdapat selisih hingga Rp52 ribu dari HET Rp18 ribu.
Pemantauan TribunPalu.com di Parigi Selatan menunjukkan harga di pangkalan berkisar Rp27 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.
Harga tersebut sudah melampaui HET yang seharusnya Rp18 ribu.
Di tingkat pengecer Parigi Selatan, harga dijual kembali antara Rp40 ribu hingga Rp60 ribu.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Bolano Lambunu.
Pangkalan menjual sekitar Rp35 ribu per tabung, sementara pengecer mematok harga Rp50 ribu hingga Rp70 ribu.
Selisih harga yang signifikan ini memicu beban tambahan bagi masyarakat, terutama keluarga berpenghasilan rendah.
Baca juga: Demo di Kantor DPRD Sulteng, Massa Aksi Sampaikan 12 Isu Tuntutan, Termasuk Hapus MBG
Keterbatasan stok di pangkalan menjadi alasan utama masyarakat beralih ke pengecer meski harga lebih mahal.
Jika distribusi dan pengawasan tidak segera diperketat, lonjakan harga berpotensi terus terjadi.
Gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok rumah tangga.
Karena itu, stabilitas harga dan kepastian distribusi menjadi hal mendesak untuk menjamin keterjangkauan bagi masyarakat Parigi Moutong. (*)