BANJARMASINPOST.CO.ID - Sejak Senin (23/2/2026), program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali diberlakukan memasuki Ramadhan 2026.
Namun menu MBG Ramadhan 1447 Hijriah ini menuai keluhan.
Tidak sedikit pula, keluhan ramai dibicarakan di sejumlah media sosial.
Bahkan ada yang menyebutkan dana MBG Ramadhan menyimpang dari ketentuan.
Baca juga: Pengakuan Eks Kapolres Bima AKBP Didik Terjerat Narkoba, Kuasa Hukum : Ketergantungan
Baca juga: Situasi Mencekam Saat 26 Bangunan di Rampa Kotabaru Kalsel Dihantam Puting Beliung
Badan Gizi Nasional (BGN) pun buka suara mengenai anggaran bahan untuk membuat menu MBG.
Menurut BGN, anggaran bahan per menu MBG senilai Rp 8.000 hingga Rp 10.000, bukan Rp 15.000.
Nanik menjelaskan, anggaran Rp 13.000 per porsi untuk balita hingga siswa kelas 3 SD serta Rp 15.000 per porsi untuk siswa kelas 4 SD ke atas dan ibu menyusui tidak seluruhnya digunakan untuk bahan baku makanan.
Sebagian dana dialokasikan untuk biaya operasional dan insentif bagi yayasan atau mitra pelaksana.
Ia menambahkan, dari total anggaran tersebut terdapat biaya operasional sebesar Rp 3.000 per porsi.
Dana ini digunakan untuk mendukung pelaksanaan program, seperti pembayaran listrik, air, gas, internet atau telepon, insentif relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), insentif guru penanggung jawab (PIC), insentif kendaraan, iuran BPJS Ketenagakerjaan relawan, insentif kader posyandu yang mendistribusikan makanan untuk kelompok 3B, pembelian alat pelindung diri dan perlengkapan kebersihan, bahan bakar minyak mobil MBG, serta operasional Kepala SPPG dan tim.
Selain itu, terdapat alokasi Rp 2.000 per porsi untuk sewa lahan dan bangunan.
Baca juga: Menpan RB Buka Peluang Penerimaan CPNS 2026, Rini Widyantini : 160.000 Formasi Pensiun
Anggaran ini mencakup sewa dapur, empat gudang, dua kamar mes, pembangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sistem penyaringan air, serta sewa peralatan masak modern seperti mesin penanak nasi uap, mesin pencuci ompreng, kompor, kulkas, chiller, freezer, panci, hingga ompreng.
Dalam petunjuk teknis terbaru Nomor 401.1, anggaran Rp 2.000 per porsi itu dikategorikan sebagai insentif fasilitas SPPG yang disediakan mitra sebesar Rp 6 juta per hari.
Perhitungan itu mengacu pada asumsi satu SPPG melayani 3.000 penerima manfaat.
Meski demikian, BGN tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan atau laporan apabila ditemukan indikasi menu MBG tidak sesuai dengan alokasi anggaran yang telah ditetapkan.
"Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan sesuai prosedur pengawasan yang berlaku, guna memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan," pungkas Nanik.
Baca juga: Usai Kencan dengan Pasangan Sesama Jenis, SR Diperas, Aktivitasnya di Kamar Hotel Diam-diam Direkam
Sejumlah SPPG di Kabupaten Kotabaru memastikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.
Pelaksanaan dimulai kemarin, Senin (23/2/2026) dengan tiap hari dan sistem rapel atau sekaligus untuk tiga hari.
Diungkapkan Kepala SPPG Semayap, Rahmani Hafiji, untuk harga per porsi kecil, Rp8.000 dan porsi besarnya Rp10.000.
"Untuk Angka Kecukupan Gizi (AKG) sudah di sesuaikan dengan kelompok anak masing," jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/2/2026).
Seperti yang berlangsung hari ini, menu kering yang dibagikan berisi kue untuk kukus isi Kacang, telur rebus, tiga kurma dan satu pisang.
Baca juga: Gegara Tak Mau Serahkan Mobil, Pengacara Dianiaya Debt Collector, Alami 3 Luka Tusuk
Kandungan nilai gizi per porsi kecil diklaim masing-masing energi: 334,4 kkal, protein : 9,9 gram, lemak : 7,4 gram, karbohidrat : 60,3 gram dan serat : 3,3 gram.
Adapun untuk porsi besar senilai Rp10.000 masing-masing energi: 424,7 kkal, protein : 13,7 gram, lemak : 10,4 gram, karbohidrat : 72,6 gram dan serat : 3,8 gram.
Total di SPPG inj menyalurkan untuk 2.340 penerima manfaat, baik untuk tinggkat TK, PAUD, SD, SMP, SMA dan Bumil Balita Busui (3B).
Terkait menu yang dibagikan di momen puasa ini, turut menuai berbagai komentar.
Seperti yang diungkapkan Jamuni, orang tua murid di SDN 2 Semayap, ia mengaku tidak masalah dibagikan berupa roti telur dan kurma.
"Ya mendingan daripada nasi, karena bakal tidak bisa disantap atau basi saat berbuka puasa," ujarnya.
Sementara itu, orang tua murid lainnya cukup menyayangkan karena menu yang dibagikan tidak lainnya seperti takjil.
"Kemarin yang dibagikan roti, telur rebus, orek tempe dan pisang," ucap warga yang enggan menyebutkan namanya ini.
Menurutnya, jika memang budget yang diterapkan Rp15.000 per porsi mungkin menunya bisa lebih baik lagi.
Terpisah, Koordinator wilayah SPPG Kabupaten Kotabaru, Erwin Maulana mengatakan dari budet Rp15.000 sudah sesuai dengan Badan Gizi Nasional.
Masing-masing dari anggaran per porsi dipotong Rp3.000 untuk gajih karyawan, listrik, gas dan lainnya.
Kemudian ada potongan Rp2.000 untuk sewa tempat, peremajaan alat masak dan lainnya, sehingga per porsi dianggarkan Rp8.000 hingga Rp10.000.
"Bukan 15 ribu untuk makanan saja, ini dari BGN," ujarnya.
Pembagian menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan 1447 Hijriah memunculkan beragam respons di Kota Banjarmasin.
Makanan kering untuk berbuka puasa dinilai belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi sebagian penerima manfaat.
“Sudah jalan sejak Senin (23/2). Selasa (24/2) ini menunya telur rebus, buah, kurma dan bolu kukus,” kata Kepala SMAN 5, Mukhlis Takwin.
Ia mengakui antusiasme siswa terlihat menurun dibanding hari biasa.
“Menurut saya MBG di bulan Ramadan ini sebaiknya ditiadakan dulu. Saya melihat dalam dua hari ini anak-anak tidak terlalu antusias menerima. Bahkan dari pengakuan siswa, ada yang memberikannya lagi ke orang lain,” ungkapnya.
Jika program tetap dijalankan selama Ramadan, dia menyarankan menu disesuaikan dengan selera anak-anak untuk berbuka puasa serta mempertimbangkan daya tahan makanan hingga waktu magrib. (banjarmasinpost.co.id/kompas.com)