Sejumlah Langkah Disiapkan Pemkab Badung Untuk Tangani Banjir Di Jalan Dewi Sri Legian Bali
Putu Dewi Adi Damayanthi February 25, 2026 09:36 AM

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Menindaklanjuti sejumlah titik di wilayah Badung banjir dan atas arahan Bupati Adi Arnawa, Wakil Bupati (Wabup) Badung, Bagus Alit Sucipta, turun ke lapangan mengecek kondisi banjir di Jl. Dewi Sri Legian, Kecamatan Kuta, Bali.

Selama mengecek kondisi banjir di Kelurahan Legian tersebut, Wabup Alit Sucipta didampingi Camat Kuta Lurah Legian, Putu Eka Martini.

"Sesuai dengan yang saya lihat tadi, memang satu hal kendalanya adalah daerah di sini itu rendah, terus pada saat kita akan buang dia ke Tukad Mati, Tukad Mati tingginya (debit air) sama, jadi akan terjadi buang ke sana, habis itu balik lagi ke sini," ujar Wabup Alit Sucipta.

Menurutnya, satu-satunya cara dengan situasi sekarang, mereka menunggu surutnya Tukad Mati, sehingga bisa kita buang air yang menggenangi Jl. Dewi Sri dengan pompa ke Tukad Mati.

Baca juga: INI Titik Banjir di Bali, Bule Amerika Heran Bisa Separah Ini, Bahkan Lumpuhkan Wilayah Kuta &Legian

Selanjutnya proyek pelebaran drainase menggunakan box culvert berukuran hingga 2 meter akan segera dipasang di titik-titik krusial seperti Jalan Dewi Sri IV, Jalan Pandawa dan Campuhan.

"Sudah kita lihat bersama tadi, ada beberapa box culvert yang sudah siap pemasangan nanti di Jalan Dewi Sri IV, Jalan Pandawa dan Campuhan akan dibangun drainase. Saya rasa di tahun ini, dalam beberapa bulan ini sudah bisa terpasang," imbuh Wabup Gus Bota.

Ia berharap dengan pembuatan drainase dengan box culvert berukuran besar itu dapat meminimalisir banjir di tahun-tahun ke depan.

Karena seperti diketahui bersama, pada saat awal tahun seperti bulan Februari ini, dengan curah hujan yang besar, pasti di sini (Jalan Dewi Sri Legian) akan terjadi banjir.

"Jadi langkah yang kami lakukan sebagai Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menyegerakan drainase ini. Sehingga jika ada debit air yang tinggi, cepat bisa turun," ungkapnya.

Gus Bota lebih lanjut menyampaikan evakuasi terhadap masyarakat dan turis yang menginap di sekitar Jl. Dewi Sri sudah berjalan cepat dan baik oleh tim gabungan, dari Basarnas, Tagana, BPBD, Balawista Badung, perangkat Kelurahan dan Kecamatan.

Ia menyampaikan, banjir yang terjadi sekarang di Dewi Sri adalah yang paling parah ketinggian air saat pukul 04.00 WITA hingga sedagu orang dewasa.

Selain pembuatan drainase baru di titik-titik rawan Kelurahan Legian, pihaknya juga akan membuat embung atau bendungan kecil.

"Yang kita perlukan mungkin di Gundi atau di Central Parkir, kita harus membuat seperti embung penyerapan. Jadi yang kita lihat di sini semua ini sebetulnya ini serapan tidak ada. Serapannya tidak ada minim sekali, sehingga air itu lama tergenang," papar Wabup Gus Bota.

Dengan dibangunnya embung dan drainase besar ke depannya air bisa cepat turun ke bawah dan tidak menggenang lagi seperti sekarang.

Pihaknya di Pemkab Badung juga akan terus melakukan normalisasi di sepanjang Tukad Badung yang mengalami sedimentasi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.