Terkendala Lahan, Tabanio Tanahlaut Menanti Kepastian Kampung Nelayan Merah Putih
Hari Widodo February 25, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI  - Harapan warga Desa Tabanio, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan untuk menjadi bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) masih tertahan pada persoalan lahan.

Berdasar catatan media ini, Rabu (26/2/2026), Pemerintah Kabupaten Tanahlaut (Tala), sejak tahun lalu telah mengusulkan Desa Tabanio, sebagai lokasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut. 

Namun hingga kini, prosesnya belum bergerak lebih jauh karena terbentur syarat penyediaan lahan seluas dua hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Tanahlaut H Muh Kusri ketika dikonfirmasi mengatakan secara prinsip pemerintah daerah sangat mendukung program Kampung Nelayan Merah Putih.

Baca juga: MBG di Batibati Tanahlaut Viral di Medsos, Sekda HSU Juga Terima Keluhan Menu

Menurutnya, program tersebut memiliki tujuan jelas, yakni pengembangan dan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat nelayan.

“Sejak tahun lalu sudah kami usulkan Desa Tabanio. Namun saat ini masih ada kendala pada penyiapan lahan seluas dua hektare sesuai persyaratan,” ujarnya.

Pihaknya juga masih terus berupaya mencari solusi atas kendala tersebut.

Terpisah, Kepala Desa Tabanio, Mardiansyah, mengaku masyarakat menyambut baik usulan tersebut. 

Warga, kata dia, merasa bangga karena desanya dilirik menjadi calon Kampung Nelayan Merah Putih.

“Kami sangat senang dan mendukung. Ini peluang besar untuk kemajuan nelayan di Tabanio,” katanya saat dihubungi.

Namun secara teknis, desa menghadapi keterbatasan. Lahan yang tersedia memang ada, tetapi berupa rawa dataran rendah di dekat sungai. 

Kondisi tersebut memerlukan penimbunan dengan biaya besar agar sesuai dengan ketentuan pusat yang mengharuskan lahan siap pakai dan bukan rawa.

“Itu yang menjadi kendala kami. Untuk menimbun lahan butuh biaya besar, sementara kemampuan desa terbatas,” jelas Mardiansyah.

Ia berharap ada intervensi atau dukungan anggaran dari pemerintah pusat untuk membantu proses penimbunan. 

Baca juga: Gelombang Tinggi dan Air Pasang Mengancam, BMKG Imbau Nelayan dan Warga Pesisir Waspada 

Jika itu terealisasi, lahan yang ada diyakini bisa segera dimanfaatkan sebagai lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih.

Di tengah semangat nelayan pesisir Takisung untuk bangkit dan berkembang, dua hektare lahan rawa kini menjadi penentu—apakah mimpi Kampung Nelayan Merah Putih di Tabanio bisa benar-benar terwujud, atau masih harus menunggu kepastian berikutnya.

(banjarmasinpost.co.id/banyu langit roynalendra nareswara)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.