Apakah Penderita Gangguan Ginjal Boleh Puasa? Simak Penjelasannya Menurut Dokter Spesialis Urologi
Tiffany Marantika Dewi February 25, 2026 11:35 AM

TRIBUNWOW.COM - Puasa umumnya aman dilakukan oleh orang dengan fungsi ginjal yang masih normal, sehingga tidak perlu terlalu khawatir selama kondisi tubuh sehat dan terkontrol.

Namun, bagi seseorang yang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal, keamanan berpuasa sangat bergantung pada jenis dan tingkat kerusakan ginjal yang dialami.

Masalah ginjal dapat berupa batu ginjal atau ginjal bengkak yang memerlukan tindakan operasi.

Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh penurunan fungsi ginjal akibat penyakit lain, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, asam urat, atau kolesterol tinggi.

Pada kondisi fungsi ginjal yang sudah menurun, sering kali diperlukan pembatasan asupan cairan dan penyesuaian pola makan.

Kedua hal tersebut idealnya dikonsultasikan kepada dokter penyakit dalam atau dokter gizi klinik.

Baca juga: Cara Simpel Jaga Ginjal Tetap Sehat tapi Kerap Disepelekan, Ini Penjelasan Dokter Spesialis Urologi

Oleh karena itu, bagi pasien dengan gangguan ginjal, terutama yang sudah memasuki tahap gagal ginjal hingga harus menjalani cuci darah.

Di mana kondisi ini sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa agar jumlah cairan dan pola makan tetap aman bagi tubuh.

Pertanyaan:

Apakah orang dengan riwayat masalah ginjal boleh berpuasa?

Begini jawaban Dokter Spesialis Urologi di RSUP Surakarta, dr. Mega Anara Manurung, SP.U dalam podcast kesehatan "Healthy Talk" dalam kanal YouTube Tribunnews.com.

Jawaban:

Puasa pada dasarnya aman bagi orang dengan fungsi ginjal normal, selama tidak ada keluhan berarti dan kebutuhan cairan tubuh tetap tercukupi.

Namun, ketika seseorang sudah memiliki riwayat penyakit ginjal, keputusan untuk berpuasa tidak boleh disamaratakan karena kondisi tiap pasien bisa berbeda.

Gangguan ginjal dapat berupa batu ginjal atau ginjal yang bengkak dan membutuhkan tindakan operasi.

Selain itu, gangguan ini juga bisa terjadi akibat penyakit lain, seperti hipertensi, diabetes, asam urat, dan kolesterol tinggi.

Pada kasus seperti ini, penting untuk mengetahui terlebih dahulu jenis dan tingkat masalah ginjal yang dialami sebelum menentukan apakah puasa aman dilakukan.

Sehingga, evaluasi menyeluruh mengenai fungsi ginjal menjadi langkah awal yang sangat penting.

Jika fungsi ginjal sudah menurun, biasanya dokter akan memberikan aturan khusus terkait pola makan dan pembatasan cairan yang harus dipatuhi pasien.

Kadar ureum dan kreatinin perlu diketahui sebagai baseline untuk menilai seberapa berat penurunan fungsi ginjal tersebut.

Pasien kemudian biasanya dikonsultasikan ke dokter penyakit dalam untuk mencari penyebab utama kerusakan ginjal dan mendapatkan rekomendasi jumlah cairan yang aman dikonsumsi per hari.

Pada kondisi gagal ginjal, terutama yang sudah stadium lanjut hingga membutuhkan cuci darah, asupan cairan umumnya sangat dibatasi dan tidak boleh berlebihan.

Oleh karena itu, bagi penderita penyakit ginjal, sangat disarankan untuk berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum berpuasa agar ibadah tetap bisa dijalankan tanpa membahayakan kesehatan.

(TribunWow.com/Peserta Magang dari Universitas Sebelas Maret/Alifazahra Avrilya Noorahma)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.