TRIBUNJAMBI.COM - Keluhan masyarakat mengenai kemacetan parah di sepanjang jalur Tembesi hingga Sridadi kembali memuncak.
Kondisi ini dipicu oleh banyaknya truk angkutan batu bara yang nekat memarkirkan kendaraannya di bahu jalan meski jam operasional resmi belum dimulai.
Berdasarkan laporan dari akun Instagram @cicitvjambi, pemandangan barisan truk yang memakan badan jalan kini menjadi menu harian warga setempat.
Akibatnya, arus lalu lintas tersendat dan menimbulkan antrean panjang yang melelahkan bagi pengguna jalan lain.
Perdebatan Panas di Kolom Komentar
Isu ini memicu perdebatan sengit di media sosial antara warga, sopir, dan pengguna jalan.
Sebagian warganet menilai kemacetan bukan hanya soal parkir, melainkan kondisi infrastruktur yang buruk.
Namun, pernyataan itu langsung dibalas oleh @ren* yang mengaku sebagai sopir travel.
"Cubo tes jalan dlu lor, aku travel tiap hari kuraso dari Tenam sampe Simpang Sridadi tu macet terus, dikarenokan mobil batubara parkir di bahu jalan, krno belum biso jalan krno belum waktunyo jalan."
Baca juga: Tiga Investor Jalan Khusus Batu Bara Jambi Didesak Segera Rampung
Baca juga: Emak-emak di Bungo Ngamuk, Beli Pertamax Rp150 Ribu Cuma Dapat 9 Liter
Sementara itu, akun @mun* menyindir dengan nada skeptis.
"Salah tengok dak kamu ngato mobil Baro, mobil angkutan Baro sudah lewat jalan dewek kan punyo jalan khusus."
Di saat kemacetan di Tembesi menjadi polemik, insiden kecelakaan justru terjadi di Kota Bangko.
Sebuah truk angkutan batu bara dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal hingga terbalik tepat di depan Mapolres Merangin pada Senin malam (23/2/2026).
"Mobil batubara tebaring elok depan Polres Merangin, Bangko. Kejadian malam tadi," bunyi keterangan unggahan akun @info_jambi_24jam.
Kecelakaan ini menambah panjang daftar catatan kelam angkutan batu bara di Jambi.
DISCLAIMER
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.
Baca juga: Tolak Tambang Emas Ilegal, Warga Batang Asai Sarolangun Blokir Jalan
Baca juga: Anatomi Kasus Korupsi PJU Dishub Kerinci, Eks Kadis dan Bos Perusahaan Dituntut
Baca juga: Damkar Kota Jambi Guyur 2.000 Liter Air ke Gardu Listrik di Jelutung