TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Seluas 612,3 hektar lahan gambut di Kabupaten Pelalawan Riau hangus terbakar dalam dua bulan ini akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) hingga Rabu (25/2/2026).
Angka itu cukup fantastis mengingat baru dua bulan berjalan tahun 2026 ini. Seluas 612,3 hektar lahan yang gosong dilalap api karena beberapa kasus Karhutla yang muncul sejak Bulan Januari sampai Februari.
Tepat ketika musim kemarau kering melanda sebagian besar wilayah Pelalawan.
"Memang hanya tiga kecamatan yang dilanda Karhutla dua bulan ini, tapi sangat luas," tutur Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Rabu (25/2/2026).
Tiga kecamatan yang dilanda Karhutla yakni Kuala Kampar, Teluk Meranti, dan Pangkalan Kerinci. Dengan rincian di Pangkalan Kerinci mencapai 15 hektar, Teluk Meranti sekitar 32,5 hektar, dan Kuala Kampar yang paling luas yakni 564,8 hektar. Sehingga totalnya mencapai 612,3 hektar.
Luasan itu hasil pengukuran yang dilakukan tim BPBD Pelalawan bersama instansi lainnya. Setiap kasus Karthutla yang ditangani sampai api padam dan asap hilang, langsung dilakukan pengukuran menggunakan drone. Untuk mengetahui luasan lahan yang terbakar secara akurat dan pasti.
"Hampir semuanya lahan gambut. Terutama di Kuala Kampar dan Teluk Meranti, itu gambutnya cukup dalam," kata Zulfan.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Riau 25 Februari 2026, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Sore hingga Dini Hari
Baca juga: Honorer Setwan DPRD Pekanbaru Segera Disidang, Berkas Perintangan Penyidikan Dinyatakan Lengkap
Angka 612,3 hektar ini sangat luas jika dibandingkan dengan total luas lahan yang hangus terbakar sepanjang tahun 2025 yang diperkirakan kurang lebih 150 hektar.
Artinya areal yang dilalap api dalam dua bulan ini mencapai empat kali luasan lahan terbakar tahun lalu.
Sedangkan lahan yang hangus sepanjang tahun 2024 silam mencapai 548 hektar dan masih dibawah jumlah kasus Karthutla dua bulan terakhir ini.
Tentu jumlah itu akan kembali bertambah mengingat tahun 2026 masih panjang dan musim kemarau akan kembali melanda wilayah Pelalawan dalam 10 kedepan.
Potensi Karhutla masih cukup tinggi apabila kemarau kering terjadi di beberapa wilayah yang rentan terbakar.
"Untuk saat ini kita masih aman. Hotspot hari ini berkurang dan tinggal satu dibandingkan dua hari kemarin," tandas Zulfan.
Pihaknya akan mengintenfiskan patroli dan sosialisasi kepasa masyarakat, terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
Sebab bisa menimbulkan Karhutla yang besar dan meluas hingga sulit dipadamkan.
(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)