SURYA.co.id, Surabaya - Persebaya Surabaya akan menjamu PSM Makassar pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (25/2/2026) malam.
Pertandingan ini bukan hanya soal gengsi, tetapi juga menentukan posisi klasemen kedua tim yang sedang berjuang di papan tengah.
Persebaya kini berada di posisi keenam dengan 35 poin dari 22 laga, sama dengan Bhayangkara FC yang naik ke posisi kelima setelah menang besar atas Semen Padang.
Sementara PSM Makassar tertahan di peringkat ke-13 dengan 23 poin, hasil dari 5 kemenangan, 8 imbang, dan 9 kekalahan.
Catatan pertemuan terakhir menunjukkan keseimbangan. Dalam tujuh laga terakhir, Persebaya dan PSM sama-sama mengoleksi dua kemenangan, sementara tiga laga berakhir imbang.
Tren minim gol juga mewarnai duel klasik ini, menandakan ketatnya pertahanan kedua tim.


















Persebaya masih memiliki peluang besar untuk kembali ke lima besar jika mampu mengalahkan PSM, terlebih mereka tampil di kandang sendiri.
Pelatih Bernardo Tavares menegaskan pentingnya fokus penuh. “Kami kebobolan lima gol dalam dua laga terakhir, empat di antaranya dari bola mati. Itu yang perlu kami perbaiki,” ujarnya dalam konfrensi pers yang dihadiri reporter SURYA.co.id pada Selasa (24/2/2026).
Absensi pemain inti menjadi tantangan besar. Rachmat Irianto absen karena kartu merah, Toni Firmansyah karena akumulasi kartu kuning, sementara Bruno Paraiba, Malik Risaldi, Mihailo Perovic, dan Risto Mitrevski belum pasti bisa diturunkan.
Kendati demikian, Kapten Bruno Moreira menegaskan motivasi tim tetap tinggi. “Kami harus mencoba melakukan hal-hal yang lebih baik. Bermain di depan Bonek akan memberi energi tambahan,” katanya.
“Kami harus belajar dari kesalahan, terutama kebobolan dari set pieces. Lawan Makassar, kami harus tetap konsisten dan fokus,” tambah Francisco Rivera dalam sesi wawancara yang berbeda.
Jika Persebaya kalah, posisi mereka akan tetap di urutan keenam dengan 35 poin, tertahan di papan tengah, dan semakin jauh dari persaingan empat besar. Bhayangkara FC akan tetap berada di posisi kelima dengan keunggulan poin.
Kekalahan juga bisa memperpanjang tren negatif menjadi tiga laga beruntun, menambah tekanan mental pemain dan kritik dari suporter.
Jika hasil seri terjadi, Persebaya hanya akan menambah satu poin menjadi 36, tetap tertahan di posisi keenam tanpa mampu menyalip Bhayangkara.
Sebaliknya, jika Persebaya menang, mereka akan naik ke posisi kelima dengan 38 poin, menggeser Bhayangkara FC dan kembali meramaikan persaingan papan atas.
Baca juga: Wanti wanti Tavares ke Skuad Persebaya, Waspadai Skema Bola Mati PSM Makassar
Sementara, PSM di sisi lain akan sangat diuntungkan jika mampu mencuri poin. Tambahan satu poin akan membuat mereka naik ke 24 poin, tetap di posisi ke-13 namun sedikit menjauh dari zona degradasi.
Jika PSM menang, mereka akan mengoleksi 26 poin dan berpotensi naik ke posisi ke-11 atau ke-12, bergantung pada hasil tim lain.
Pelatih Tomas Trucha menegaskan pentingnya mental bertanding. “Kita harus menegakkan kepala dan bangkit. Kita adalah pejuang di lapangan,” ujarnya.
Suporter PSM berharap kembalinya Victor Luiz di lini belakang bisa menambah kekuatan tim. Kehadirannya menjadi kabar baik setelah absen karena hukuman kartu merah.
Dengan kondisi ini, laga Persebaya vs PSM diprediksi berlangsung sengit. Persebaya akan berusaha memanfaatkan dukungan penuh Bonek, sementara PSM datang dengan semangat “Ewako” untuk mencuri poin.
Prediksi skor realistis adalah Persebaya 1-1 PSM, sejalan dengan tren minim gol dan absensi pemain kunci.