Dipaksa Mertua Jual Diri, Wanita Ini Pilih Mengakhiri Hidupnya
Randy P.F Hutagaol February 25, 2026 12:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Seorang wanita berusia 22 tahun diduga bunuh diri setelah mengalami pelecehan mental yang terus-menerus dari suami dan mertuanya.

Korban ditemukan meninggal dunia di kediamannya dalam kondisi tragis.

Ia meninggalkan seorang bayi perempuan yang berusia 11 bulan.

Dilansir dari India Today, Rabu (25/2/2026) kejadian ini diketahui terjadi di Uttar Pradesh, India.

Korban yang diidentifikasi sebagai Anjanabai, diketahui sudah menikah selama tiga tahun.

Berdasarkan pengaduan ayah korban, mereka telah melaporkan suami putrinya, ibu mertuanya dan ayah mertuanya ke pihak kepolisian.

Pengaduan tersebut menuduh adanya pelecehan mental terus-menerus, pertengkaran yang sering terjadi.

Suami korban, Shekhar dikabarkan sering pulang larut malam akibat bisnisnya.

Shekhar biasanya pulang ke rumah setiap hari antara pukul 11 dan 12 malam.

Anjanabai keberatan dan meminta suaminya untuk pulang lebih awal.

Ketika masalah ini disampaikan kepada mertuanya, mereka membela pria tersebut.

Mereka berpendapat bahwa bisnisnya berlanjut hingga larut malam dan korban harus menyesuaikan diri.

Mertuanya juga diduga bertengkar dengannya, mengatakan bahwa dia tidak becus dan tidak tahu cara memasak.

"Putri saya juga memberi tahu saya melalui telepon bahwa ibu mertuanya diduga menjalin hubungan terlarang," ungkap ayah korban.

"Mereka juga setiap hari menekannya untuk terlibat dalam prostitusi."

Ketika keluarga menghubungi ibu mertua korban melalui telepon mengenai hal ini, perselisihan pun terjadi.

Lalu beberapa hari lalu, sekitar pukul 14.40, keluarga menerima telepon yang mengatakan bahwa Anjanabai telah gantung diri di rumahnya.

Pelapor, bersama kerabatnya, tiba di kediaman tersebut sekitar pukul 16.00.

Mereka menemukan Anjanabai tergantung dengan tali putih baru yang diikatkan pada pengait langit-langit di ruang tamu.

Sedangkan ayah korban, curiga putrinya tidak bunuh diri.

Ia menuntut penyelidikan menyeluruh terkait kematian putrinya.

"Kami curiga kematian putri kami telah direkayasa keluarga suaminya," ungkap ayah korban.

Polisi mengunjungi lokasi kejadian, mengumpulkan bukti, dan memulai penyelidikan terperinci.

Laporan polisi tersebut menyatakan bahwa kematian korban akibat pelecehan mental dan fisik oleh suaminya dan mertuanya.

Tak hanya itu saja, korban juga mengalami tekanan terkait hubungan terlarang di keluarga suaminya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus kematian ibu satu anak tersebut.

Sedangkan keluarga korban berharap putri mereka mendapatkan keadilan atas kasus kematiannya.

(cr19/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.