Kisah Nenek Resih di Bekasi Besarkan Anak-Cucu Yatim, Sujud Syukur Dapat Bantuan dari Dedi Mulyadi
Hilda Rubiah February 25, 2026 12:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Beberapa waktu lalu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menghadiri acara Tarling (Tarawih Keliling) di Bekasi.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi mendapati nenek membesarkan dua cucunya yang yatim.

Dedi Mulyadi pun mengajak nenek tersebut naik ke atas panggung.

Saat berbincang dengan Dedi Mulyadi, nenek yang diketahui bernama Resih itu mulanya mengaku mengikuti acara Tarling itu karena ingin bertemu dengan Sang Gubernur Jawa Barat.

Saat berdialog, Dedi Mulyadi mengorek kisah pilu nenek Resih (65) yang ternyata cukup memprihatinkan.

Baca juga: 12 Korban TPPO asal Jabar Sudah Pulang, Dedi Mulyadi Ungkap Kondisinya

Di usianya yang sudah senja, nenek Resih sudah hidup menjanda karena sang suami sudah meninggal dunia.

"Enggak ada, sudah meninggal," ujar nenek Resih, dikutip dari tayangan Youtube Lembur Pakuan, Rabu (25/2/2026).

Hari-hari nenek Resih pun masih mengurus anak-anaknya.

Ia memiliki empat orang anak dengan nasib yang berbeda-beda.

Anak pertamanya bernama Agus, duda dan bekerja sebagai buruh bangunan.

Sedangkan anak keduanya bernama Yanto, seorang penyandang disabilitas tunawicara.

Yanto bekerja serabutan dengan mengangkut sampah demi membantu biaya makan sehari-hari.

Anak ketiga, perempuan bernama Nimah yang juga seorang janda (suami meninggal dunia) dan memiliki 2 orang anak.

Diketahui dua cucunya itu masih bersekolah di SMP dan SMA.

Meski janda, anak perempuan Nenek Resih itu bekerja di klinik dengan gaji sekitar Rp 2 juta.

Dengan minimnya gaji sang anak itu, nenek Resih pun turut membantu membesarkan dua cucunya yang masih sekolah.

Kepada Dedi Mulyadi, nenek Resih curhat dua cucunya itu harus bayar karena menempuh pendidikan di sekolah swasta.

Lantas, Dedi pun menyoroti biaya sekolah cucu-cucu Nenek Resih yang bersekolah di sekolah swasta dan tetap harus membayar.

"Bukan bayar lagi, dua-duanya sekolah di swasta, lah bayar emaknya," ujar nenek Resih.

Dedi Mulyadi menegaskan seharusnya anak yatim yang miskin, baik di sekolah negeri maupun swasta, menjadi tanggung jawab pemerintah (Bupati/Gubernur).

"Mak, swasta itu kalau SMP harus menjadi tanggung jawab Bupati kalau memang miskin," ujar Dedi Mulyadi.

Lalu, Dedi menjelaskan bahwa mulai tahun 2026 ini, siswa miskin dan yatim piatu yang sekolah di swasta akan menjadi tanggung jawab Gubernur.

Baca juga: Viral, Warga Tangerang Protes Jalan Rusak Minta Tolong ke Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Tak hanya biaya sekolah, tanggung jawab tersebut juag diberikan termasuk untuk urusan biaya, buku, sepatu, hingga tas yang dihimpun melalui dana zakat atau pajak.

Setelah mengetahui kisah pilu nenek Resih itu, Dedi Mulyadi berinisiatif memberikan bantuan (saweran) uang gepokan sekitar Rp 5 juta.

Sontak Nenek Resih yang mendapatkan rezeki tersebut langsung sujud syukur di samping Dedi Mulyadi.

Tak hanya dari Dedi Mulyadi, Nenek Resih juga mendapat saweran dari jajaran pemerintah yang hadir di acara Tarling tersebut.

Uang tersebut rencananya akan digunakan untuk membayar tunggakan atau biaya tertentu (mungkin sekolah) selama 2 tahun.

Di akhir penutupan, Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan pesan bahwa seorang pemimpin harus sering bertemu warganya agar mengetahui masalah yang sebenarnya terjadi di lapangan. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.