TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Jembatan Lebakngok di Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, terkikis arus sungai hingga membuat sebagian badan jalan nyaris menggantung.
Kondisi itu memaksa Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon bergerak cepat, menargetkan akses vital tersebut kembali normal dalam hitungan minggu.
Di lokasi, garis pembatas kuning-hitam membentang di tepi aspal yang tergerus longsor.
Tanah di bawah badan jalan luruh ke sungai berarus keruh kecokelatan.
Beberapa titik terlihat rawan runtuh, sementara kendaraan roda empat untuk sementara tak lagi bisa melintas.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo, turun langsung bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah untuk memetakan langkah darurat.
“Saya bersama jajaran Forkopimda dan perangkat daerah terkait bergerak melakukan pemetaan lapangan guna menyusun strategi penanganan darurat yang efektif,” ujar Edo, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, langkah kolaboratif ini krusial karena kerusakan yang terjadi membutuhkan penanganan teknis khusus agar hasilnya tidak hanya sementara.
Dalam peninjauan bersama pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung, ia memastikan pengerjaan fisik segera dimulai pekan ini.
“Kegiatan hari ini saya bersama Kapolres dan Kepala BBWS meninjau jembatan di Lebakngok yang memang sudah terkikis air. Insya Allah nanti Pemerintah Kota dengan dukungan Kapolres dan BBWS mulai bekerja hari Jumat besok,” ucapnya.
Ia menargetkan, dalam beberapa minggu ke depan akses jalan sudah kembali normal.
“Target kami dalam beberapa minggu ke depan, jalan ini sudah bisa normal kembali,” ujar dia.
Untuk sementara, kendaraan roda dua masih diperbolehkan melintas secara hati-hati.
Namun roda empat belum dapat melalui jalur tersebut karena kondisi tanah dan struktur jalan belum stabil sepenuhnya.