Imbauan Wamenag Dipatuhi, Warung Makan di Palu Tetap Beroperasi Saat Ramadan
Regina Goldie February 25, 2026 12:22 PM

Laporan Wartawan TribunPalu.com, Robit Silmi

TRIBUNPALU.COM, PALU - Imbauan Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi'i, agar tidak dilakukan sweeping atau razia sepihak terhadap warung makan selama bulan Ramadan, mulai diterapkan di sejumlah daerah, termasuk di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Romo Syafi’i sebelumnya menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan ketertiban selama Ramadan, terutama di wilayah dengan masyarakat yang majemuk.

Imbauan tersebut disampaikan usai sidang isbat penetapan 1 Ramadan yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta.

Selain dari Kementerian Agama, sikap serupa juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, menyatakan tidak setuju dengan adanya penyisiran atau razia sepihak terhadap warung makan yang tetap buka pada siang hari selama Ramadan.

Ia menilai, tindakan tersebut dapat menimbulkan keresahan dan tidak sejalan dengan semangat Islam yang menjunjung tinggi toleransi dan saling menghormati.

Pantauan TribunPalu.com di Palu, Rabu (25/2/2026), sejumlah warung makan terlihat tetap beroperasi dengan aman dan kondusif selama bulan Ramadan.

Baca juga: Ramalan Zodiak Cinta Kamis 26 Februari: Cancer Jangan Mudah Jatuh Cinta, Pisces Selesaikan Masalah

Salah satunya warung sari laut Mas Ali Lamongan 2 yang berada di Jl Sekunder, Kelurahan Birobuli Selatan, Kota Palu.

Warung tersebut terpantau mulai buka sejak pukul 10.00 Wita.

Terlihat tiga sepeda motor terparkir di halaman depan warung.

Sementara pintu warung dalam kondisi terbuka dan aktivitas usaha berjalan normal tanpa gangguan.

Kondisi ini mencerminkan imbauan pemerintah yang dipatuhi di lapangan, sekaligus menunjukkan terjaganya toleransi antarumat beragama di Kota Palu.

Diketahui, masyarakat Kota Palu terdiri dari berbagai pemeluk agama, di antaranya Islam, Hindu, Buddha, Protestan, Katolik, dan Konghucu. 

Dengan keberagaman tersebut, tidak seluruh warga menjalankan ibadah puasa, sehingga keberadaan warung makan yang tetap buka dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap perbedaan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.