Koperasi Desa Merah Putih Akan Gantikan Indomaret dan Alfamart di Pedesaan?
Joko Widiyarso February 25, 2026 01:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, SERANG - Pemerintah bermaksud menjadikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai retail modern di setiap desa di Indonesia.

Harapannya, Koperasi Desa Merah Putih bisa menggantikan minimarket modern berjejaring yang saat ini menjamur di Tanah Air, contohnya adalah Indomaret dan Alfamart.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, meminta pemerintah daerah menghentikan penerbitan izin minimarket baru, khususnya di wilayah pedesaan. 

Permintaan tersebut disampaikan menyusul mulai beroperasinya Koperasi Desa Merah Putih di sejumlah desa. 

“Jika Koperasi Desa Merah Putih ini sudah berjalan, artinya ia juga termasuk retail modern," kata Yandri kepada wartawan di Serang, Selasa (24/2/2026). 

“Maka retail modern lain, salah satunya Alfamart dan Indomaret, sebaiknya izin barunya tidak lagi dikeluarkan oleh pemda atau pihak terkait.”

Menurut Yandri, langkah tersebut merupakan bentuk afirmasi pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa. 

Melalui Koperasi Desa Merah Putih, kebutuhan masyarakat diharapkan dapat dipenuhi oleh warga desa sendiri. 

Sementara keuntungan yang diperoleh akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan desa. 

Yang sudah ada tidak akan ditutup

Meski demikian, Yandri menegaskan, pemerintah tidak akan menutup minimarket yang sudah beroperasi. 

“Yang sudah ada silakan tetap berjalan. Kami tidak pernah mengatakan akan menutup Alfamart atau Indomaret yang sudah ada,” jelasnya. 

“Namun, karena retail modern kini sudah masuk ke desa-desa, kami mohon para pemangku kepentingan tidak lagi mengeluarkan izin baru. 

Tanggapan Menteri Perdagangan

Diwawancarai secara terpisah, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso alias Busan berencana menemui Yandri guna meminta penjelasan terkait pernyataannya. 

Ia mengaku telah membuat janji bertemu dengan Yandri namun belum terlaksana. 

Dalam pertemuan itu nantinya ia bakal meminta penjelasan terkait permintaan soal dua raksasa retail Indonesia tersebut.

“Saya, saya rencananya ketemu Pak Mendes ya. Saya belum tahu maksudnya seperti apa sebenarnya,” kata Busan saat ditemui di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (24/2/2026). 

Punya pangsa pasar masing-masing

Direktur Perdagangan Dalam Negeri (Dirjen PDN) Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan mengatakan penyebaran toko retail modern sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tentang Perdagangan maupun Undang-Undang tentang Perdagangan. 

Menurutnya, kebanyakan toko retail modern menyebar di perkotaan, sementara koperasi desa di wilayah rural. 

“Jadi sampai sekarang kita masih jarang sekali menemukan retail modern yang berjejaring, itu ada di desa-desa. Jadi saya pikir enggak ada masalah, justru kita malah meng-encourage kemitraan antara koperasi dengan retail modern,” kata Iqbal. 

Iqbal juga melihat keberadaan Kopdes Merah Putih dan retail modern telah memiliki pangsa pasar masing-masing. 

Koperasi menampung produk masyarakat setempat sementara toko retail modern menampung produk industri. 

“Retail modern itu kan mungkin 80-90 persen itu yang mereka jual kan produk-produk yang dihasilkan oleh pabrikannya,” jelasnya.

Apa itu Koperasi Desa Merah Putih?

KDMP adalah Koperasi Desa Merah Putih, program nasional pemerintah untuk membangun ekonomi desa dari bawah melalui koperasi multifungsi yang menggerakkan berbagai usaha seperti pangan, logistik, simpan pinjam, dan layanan lainnya.

KDMP dibentuk untuk memperkuat UMKM, menciptakan kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan rakyat desa melalui semangat gotong royong dan digitalisasi.  

Fungsi dan Tujuan KDMP

Pusat Ekonomi Desa: Mengelola berbagai layanan seperti kios pangan, apotek, pangkalan gas, klinik kesehatan, dan logistik.  
Penguatan UMKM: Menyediakan akses modal, pasar, serta menghubungkan petani/nelayan dengan pembeli secara adil.  

Kemandirian Pangan: Memastikan ketersediaan bahan pokok seperti beras Bulog.  

Pemerataan Ekonomi: Mengurangi kemiskinan dan kesenjangan dengan membangun ekonomi dari tingkat paling bawah.  

Digitalisasi: Menerapkan transaksi digital dan sistem kasir modern untuk efisiensi.  

Kolaborasi BUMN: Terintegrasi dengan ekosistem BUMN untuk penyediaan pupuk, gas, dan lainnya.  

Bagaimana KDMP Bekerja?

Basis Gotong Royong: 

Mengembangkan kembali semangat kebersamaan dan kekeluargaan di desa.  

Model Bisnis Modern: 

Menggabungkan fungsi tradisional koperasi (simpan pinjam) dengan model bisnis kekinian.  

Dukungan Pemerintah: 

Mendapat dukungan dari berbagai kementerian (Keuangan, PDN, dll.) untuk pendanaan dan regulasi.  

Mitra Bank: 

Bekerja sama dengan perbankan (misalnya Bank Jateng) sebagai agen bank untuk memperluas layanan.  

Intinya, KDMP adalah koperasi masa depan yang modern, multifungsi, dan digital untuk menjadikan desa lebih kuat secara ekonomi dan mandiri.  

Apa itu minimarket berjejaring?

Minimarket berjejaring adalah toko swalayan modern yang dikelola secara waralaba atau korporasi.

Mereka memiliki banyak cabang, serta menjual berbagai kebutuhan pokok dan harian dengan sistem manajemen terpusat.

Toko ini biasanya berlokasi di area strategis seperti tepi jalan kolektor atau kawasan pemukiman.  

Jaringan: Memiliki banyak cabang (chain store).

Produk: Berfokus pada makanan kemasan dan barang higienis pokok.

Manajemen: Menggunakan sistem manajemen, supply chain, dan branding yang seragam (seringkali waralaba/franchise).

Lokasi: Umumnya di area perumahan, perkantoran, atau pinggir jalan utama kota/kecamatan, bahkan di desa-desa atau kelurahan.  

Contoh minimarket berjejaring di Indonesia antara lain Alfamart, Indomaret, dan sejenisnya. 
 
(Kontan.co.id/Kompas.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.