Kondisi Sirkuit Mandalika Tetap Terjaga Meski Banjir di Sejumlah Titik Kawasan Kuta
Idham Khalid February 25, 2026 02:05 PM

 

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK TENGAH - Lintasan Sirkuit Mandalika diklaim tetap terjaga meski cuaca ektrem menghantam Kawasan dua hari terakhir.

Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) memberikan keteranagan, tidak terdapat genangan air di jalur utama lintasan, limpahan air yang terlihat berasal dari area di luar sirkuit dan mengalir ke bagian tepi trek. 

Sistem drainase sirkuit berfungsi optimal dalam mengalirkan air dan menjaga permukaan lintasan dari genangan berlebih.

Beberapa dampak minor akibat cuaca ekstrem tercatat, antara lain kerusakan pada penutup LED gantry serta material promosi di Tikungan 1 dan Tikungan 17. 

Tim operasional sirkuit segera melakukan penanganan cepat dengan pembersihan puing-puing, penggunaan high pressure washer dan blower di sejumlah titik, serta pengamanan papan circuit branding yang terdampak angin kencang. 

Seiring intensitas hujan yang mulai mereda sekitar pukul 10.40 WITA dan berhenti sepenuhnya menjelang pukul 11.30 WITA, proses penataan area sirkuit dilakukan secara menyeluruh.

Pada pukul 11.45 WITA, tim Track Maintenance mulai melakukan perapian dan penanganan area lintasan yang terdampak debit hujan tinggi. Penanganan difokuskan pada run-off Tikungan 1, apex Tikungan 2, serta beberapa titik water crossing di area lintasan yang dialiri limpasan air. 

Selain itu, tim juga melakukan perapian terhadap material promosi serta material ACP yang terdampak dan terbawa angin kencang.

Setelah proses penanganan berlangsung sekitar 15 menit, dilakukan inspeksi ulang lintasan menggunakan safety car untuk memastikan kebersihan, kerapian, dan aspek keselamatan lintasan telah sesuai standar operasional. 

Pada pukul 12.00 WITA, lintasan Pertamina Mandalika International Circuit dinyatakan clear dan aman untuk digunakan kembali, dan langsung dimanfaatkan untuk program Agya Arrive and Drive serta private track day roda dua.

Direktur MGPA Priandhi Satria enyampaikan bahwa kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem merupakan bagian dari standar operasional pengelolaan sirkuit.

“Kami memastikan seluruh sistem pendukung sirkuit, termasuk sistem drainase dan kesiapan tim operasional, berada dalam kondisi optimal untuk menghadapi cuaca ekstrem. Keselamatan serta kelancaran seluruh aktivitas di kawasan Sirkuit Mandalika tetap menjadi prioritas utama,” ujar Andi dalam keterangan tertulis yang diterima.

Baca juga: Ratusan Warga Kuta Terdampak Banjir, Kades Minta Bantuan Sembako

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada di tengah kondisi cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu bisa melanda.

“Sebagai pengelola berbagai aktivitas harian di sirkuit maupun kalender event motorsport, Mandalika Grand Prix Association (MGPA) terus memantau perkembangan cuaca berdasarkan informasi dari BMKG dan BPBD untuk memastikan seluruh aktivitas di kawasan Pertamina Mandalika International Circuit berjalan aman dan sesuai standar operasional yang diberlakukan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah melaporkan dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. 

Berdasarkan prakiraan BMKG, hujan berintensitas tinggi masih berpotensi terjadi hingga akhir Februari 2026 di wilayah Nusa Tenggara Barat yang dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia serta aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO).

Banjir di Sejumlah Titik

Polsek Kawasan Mandalika mencatat terjadi banjir dan pohon tumbang di wilayah Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (24/2/2026).

‎Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.45 Wita setelah hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengguyur wilayah hukum Polsek Kawasan Mandalika. Curah hujan yang tinggi menyebabkan meningkatnya debit air dari perbukitan serta meluapnya saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air, sehingga mengakibatkan genangan di sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga.

‎Di Dusun Kuta I, pohon tumbang terjadi di depan Starbucks Kuta Mandalika dan langsung dilakukan pemotongan serta pembersihan oleh tim Basarnas bersama petugas di lapangan. Selain itu, luapan air setinggi kurang lebih 60 cm merendam Jalan Gang Jivana Resort. Genangan juga terjadi di depan JM Hotel Kuta Lombok setinggi kurang lebih (±) 20 cm serta di gang samping hotel mencapai ±50 cm.

‎Di Dusun Baturiti, air menggenangi Jalan Gang Sriwulan setinggi ±60 cm, Gang Yulis Homestay ±20 cm, dan Gang Sawe ±50 cm. Sementara di Dusun Mengalung, luapan air menyebabkan robohnya dinding salah satu rumah warga dan merendam beberapa unit kendaraan milik H. Saidi alias Aq. Novi. Genangan setinggi ±30 cm juga terpantau di Gang Bochan Hostel.

‎Kondisi serupa terjadi di Dusun Merendeng dengan genangan mencapai ±60 cm di sejumlah pemukiman warga. Di Dusun Rangkap I, luapan air bercampur lumpur setinggi ±60 cm terjadi di Jalan By Pass Pariwisata Kuta–Awang tepatnya di depan Dewi Homestay, serta ±50 cm di Kampung Homestay. Sementara di Dusun Sekar Kuning, luapan air bercampur lumpur juga terpantau di Jalan Raya By Pass Kuta tepatnya di depan RM Padang.

‎Kapolsek Kawasan Mandalika IPTU Kadek Angga Nambara, menyampaikan bahwa dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Namun, terdapat kerugian materiil berupa kerusakan bangunan warga, kendaraan terendam, serta sempat terganggunya arus lalu lintas di beberapa titik.

‎“Peristiwa ini dipicu oleh curah hujan tinggi disertai angin kencang yang menyebabkan peningkatan debit air dan tersumbatnya drainase. Wilayah Desa Kuta memang menjadi salah satu titik yang rutin terdampak saat musim hujan dengan intensitas tinggi,” jelas Kapolsek.

‎Hingga saat ini, kondisi air di sebagian besar titik terdampak telah berangsur surut dan arus lalu lintas mulai kembali normal. Personel Polsek Kawasan Mandalika bersama instansi terkait tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem susulan.

‎Kapolsek Kawasan Mandalika mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca buruk yang masih mungkin terjadi.

‎“Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah rawan genangan dan dekat aliran sungai maupun perbukitan, agar tetap waspada. Pastikan saluran air di lingkungan masing-masing tidak tersumbat, hindari berteduh di bawah pohon saat angin kencang, dan kurangi aktivitas di luar rumah apabila hujan deras disertai petir terjadi,” tegas Kapolsek.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.