Waspada Titik Rawan Balap Liar di Bone, 21 Motor Ditahan
Ari Maryadi February 25, 2026 02:05 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE – Kepolisian Resor Bone kembali menertibkan sejumlah lokasi yang kerap dijadikan arena balap liar selama bulan Ramadhan. 

Titik-titik tersebut dipetakan berdasarkan laporan masyarakat dan hasil patroli Satlantas dalam beberapa malam terakhir.

Kasat Lantas Polres Bone, AKP Musmulyadi menjelaskan aksi balap liar biasanya terjadi setelah waktu tarawih hingga menjelang sahur.

Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga sangat membahayakan pengguna jalan.

Sejumlah ruas jalan dalam kota menjadi lokasi yang paling sering dijadikan arena balapan, seperti Jalan Ahmad Yani, kawasan Toro, Terminal Palakka, Jalan Jenderal Sudirman, dan area depan kantor DPRD. 

Lokasi-lokasi ini kerap dipadati remaja saat malam.

Di wilayah kecamatan, titik rawan berada di Uloe, Dua Boccoe, Sibulue, Amali, serta Lapri. 

Beberapa jalan di daerah tersebut sering dijadikan lintasan balapan karena kondisi jalannya yang lurus dan minim pengawasan pada jam malam.

Saat ditemui di ruang kerjanya, di Mapolres Bone, Jalan Yos Sudarso Kecamatan Tanete Riattang Timur, AKP Musmulyadi tampak mengenakan pakaian dinas harian lengkap. 

Sempritan tergantung di sisi kanan seragamnya, sementara topi dinasnya diletakkan di meja kerjanya.

Dengan teliti, ia menjelaskan peta titik rawan yang sudah dipetakan oleh jajarannya.

 “Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya karena aksi balap liar. Ini sudah menjadi atensi, dan patroli kami tingkatkan setiap malam,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Ia juga mengungkapkan total kendaraan yang diamankan selama operasi tersebut dalam pemeriksaan awal, sebanyak 26 motor yang dibawa ke kantor polisi. 

Namun, setelah dilakukan pengecekan mendalam, lima di antaranya dipastikan bukan bagian dari kegiatan balap liar sehingga dikembalikan kepada pemiliknya.

"Lima kendaraan yang dikembalikan ke pemilik, juga diwajibkan melengkapi kendaraannya dengan perlengkapan sesuai dengan standar. Jadi total yang kami amankan karena terlibat balap liar ada 21 unit,” katanya. 

Mayoritas sepeda motor menggunakan knalpot brong dan tidak dilengkapi komponen wajib.

“Ada yang tidak pakai pelat nomor, lampu penerangan mati, hingga tidak menggunakan spion. Semua kami tindak sesuai aturan,” tegasnya.

Kasat Lantas juga memberikan imbauan keras kepada orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari.

 “Saya minta kepada para orang tua, awasi anak ta’. Jangan biarkan mereka keluyuran malam hanya untuk ikut balap liar,” katanya.

Ia menambahkan bahwa balap liar bukan sekadar pelanggaran, tetapi juga tindakan yang mengancam keselamatan banyak orang. 

“Kalau terjadi kecelakaan, bukan hanya mereka yang rugi, tapi juga keluarga. Pikirkan masa depan,” tambahnya.

Polres Bone memastikan operasi ini akan terus digencarkan hingga aktivitas balap liar tidak terjadi lagi.

Sementara itu, beberapa warga memberikan tanggapannya terkait penertiban yang dilakukan Polres Bone. 

Seorang warga Jalan Ahmad Yani, Andi (29) mengaku suara knalpot brong menjadi keluhan utama setiap malam.

 “Kadang kami baru mau istirahat, tiba-tiba bising sekali. Sangat mengganggu,” ucapnya.

Dirinya berharap kegiatan seperti ini semakin digencarkan.

 “Kami senang ada tindakan begini. Balap liar itu berbahaya sekali, bukan hanya untuk pelakunya tapi juga untuk kami yang hanya lewat,” tandasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.