Penyesuaian Bulan Puasa, Apel Pagi dan Olahraga Fisik Siswa di Belitung Timur Ditiadakan Sementara
Ardhina Trisila Sakti February 25, 2026 02:19 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi melakukan penyesuaian jam belajar bagi seluruh siswa sekolah selama bulan suci Ramadhan 2026. Langkah ini diambil melalui instruksi kepala daerah guna menghormati kekhusyukan ibadah puasa para siswa dan tenaga pendidik.

Di ruang Kepala Dinas (Kadin) Pendidikan Kepala Dinas Pendidikan, Amrizal selaku Plt. Kadin Pendidikan Beltim Rabu (25/2/2026), menjelaskan bahwa aturan ini sudah mulai diberlakukan secara luas di seluruh sekolah. Kebijakan tersebut merujuk langsung pada Surat Edaran Bupati Belitung Timur Nomor 400.3.1/96/B/BUPATI/2026.

​"Tentu kalau di bulan Ramadhan, kita menghormati hari puasa dan ini memang sudah kelaziman di Belitung Timur," ujar Amrizal.

Dalam aturan terbaru tersebut, jam operasional sekolah mengalami pergeseran. Perubahan ini mencakup penyesuaian waktu masuk serta waktu kepulangan siswa di tiap jenjang pendidikan.

Untuk hari Senin hingga Kamis, siswa mulai masuk pukul 07.00 WIB dan pulang pada pukul 14.00 WIB. Jadwal kepulangan ini terpantau lebih awal dibandingkan jam operasional sekolah pada hari-hari biasa.

Sementara itu, terdapat perbedaan jadwal khusus bagi para siswa pada hari Jumat. Jam masuk sekolah tetap pada pukul 07.00 WIB, namun para siswa baru akan pulang pada pukul 14.30 WIB.

Amrizal juga menyebutkan bahwa durasi waktu istirahat bagi siswa tetap disediakan oleh pihak sekolah. Waktu istirahat untuk hari Senin hingga Kamis dipatok selama 30 menit, yakni mulai pukul 12.00 -12.30 WIB.

Adapun untuk hari Jumat, waktu istirahat diberikan lebih panjang untuk memfasilitasi ibadah sholat jumat. Siswa mendapatkan waktu jeda selama satu jam penuh yang dimulai pukul 11.30 sampai dengan 12.30 WIB.

Selain jam sekolah, Amrizal menjelaskan beberapa kegiatan rutin yang bersifat fisik ditiadakan sementara. Kegiatan seremonial seperti apel pagi dan upacara bendera dipastikan tidak dilaksanakan selama bulan puasa ini.

​"Untuk kegiatan apel, kemudian juga upacara bendera di sekolah, sementara itu ditiadakan," ucapnya.

Keputusan ini diambil untuk menjaga kebugaran fisik para siswa agar tidak terlalu kelelahan di bawah terik matahari. Peniadaan apel pagi ini berlaku serentak di seluruh sekolah yang berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur.

Kebijakan tersebut juga berdampak langsung pada pelaksanaan mata pelajaran Pendidikan Jasmani (Penjas). Selama Ramadhan, tidak ada lagi aktivitas praktik olahraga yang biasanya dilakukan oleh siswa di lapangan.

Amrizal mengatakan bahwa materi olahraga kini diganti dengan pendalaman teori di dalam ruang kelas.

"Jadi kalau materi bola voli, siswa hanya akan belajar mengenai teori atau ukuran lapangan saja," ujarnya.

Amrizal menambahkan bahwa tidak ada praktik fisik yang dipaksakan agar stamina siswa tetap terjaga hingga waktu berbuka nanti. Hal ini diharapkan dapat membantu siswa tetap fokus pada pelajaran tanpa harus merasa lemas.

Sebagai gantinya, Dinas Pendidikan mendorong setiap sekolah untuk lebih aktif dalam menggelar kegiatan religius. Sekolah disarankan mengoptimalkan program seperti pesantren kilat untuk meningkatkan nilai iman dan takwa para siswa.

Selain itu, kegiatan pengajian bersama juga menjadi agenda yang sangat disarankan untuk mengisi waktu belajar di sekolah. Sekolah bahkan diperbolehkan menggelar agenda buka puasa kolektif sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar siswa.

​"Tujuannya banyak untuk pembelajaran di bulan Ramadan ini, cenderung ke sifat agamis," ungkapnya.

Tujuan utama dari kebijakan tadi agar momentum Ramadhan tetap produktif dan berfokus pada nilai karakter. Amrizal berharap suasana sekolah selama bulan puasa tetap terasa nyaman dan penuh dengan nilai-nilai agamis.

Terkait jadwal libur panjang Lebaran, pihak dinas pendidikan sudah memberikan gambaran kasar mengenai waktu pelaksanaannya. Siswa direncanakan akan mulai mendapatkan jatah libur sekitar satu minggu sebelum hari raya Idul Fitri tiba.

"Biasanya satu minggu sebelum hari raya sudah mulai libur, namun kita tetap menunggu arahan resmi kementerian," ucapnya.

Amrizal akan terus memantau perkembangan aturan dari pemerintah pusat untuk sinkronisasi jadwal libur di daerah.

Sebelumnya, Amrizal mengatakan para siswa di Belitung Timur sudah mendapatkan jatah libur awal puasa selama tiga hari berturut-turut. Masa libur tersebut diberikan agar siswa bisa beradaptasi di awal Ramadhan bersama keluarga masing-masing.

Saat ini, para siswa terpantau sudah kembali melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah sejak hari Senin kemarin. Meski jam belajar berkurang, kualitas materi yang disampaikan guru di kelas diharapkan tetap maksimal.

Masyarakat dan wali murid diimbau untuk terus memantau perkembangan jadwal ini melalui informasi resmi pihak sekolah. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik di saat suasana bulan puasa yang khidmat ini.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.