Gelagat Aneh Anwar Satibi, Telat Bawa Anak Sakit ke RS Karena Bangun Kesiangan, Chat WA Terbongkar
Talitha Daren February 25, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Fakta baru kembali terungkap dalam kasus kematian Nizam atau NS (13), bocah yang tewas di Sukabumi, Jawa Barat.

Anwar Satibi, ayah korban, diketahui sempat mengirim pesan bernada sadis kepada ibu kandung Nizam sebelum peristiwa tragis itu terjadi.

Di sisi lain, Anwar kini justru menuding istrinya sebagai pihak yang menjadi penyebab kematian sang anak.

Sorotan publik semakin tajam setelah terungkap bahwa Nizam tidak langsung dibawa ke rumah sakit saat kondisinya memburuk.

Anwar berdalih sempat berniat membawa anaknya berobat pada pagi hari, namun bangun kesiangan sehingga rencana tersebut tertunda.

Pernyataan itu berbeda dengan keterangan ibu kandung korban, Lisnawati.

Lisna mengungkap bahwa dirinya justru dibatasi untuk bertemu dengan Nizam oleh Anwar.

Bahkan hingga 17 Februari 2026, atau dua hari sebelum Nizam meninggal dunia, komunikasi di antara keduanya masih berlangsung melalui pesan singkat.

Dalam percakapan tersebut, Anwar disebut membalas pesan Lisna dengan kalimat yang mengejutkan dan bernada sadis.

Fakta-fakta yang saling bertolak belakang ini pun menambah daftar kejanggalan dalam kasus yang kini menjadi perhatian luas masyarakat.

Baca juga: Ibu Tiri Bantah Aniaya Nizam Sampai Meninggal, Sebut Rumahnya Tak Pernah Sepi, Ada Orang Tua

Anak Sakit Tak Langsung Dibawa ke Rumah Sakit

Ia bercerita awal mula mengetahui sang anak sakit saat sedang bekerja di Sukabumi Kota.

"Sebelum ke Sukabumi, anak saya dalam keadaan baik-baik saja. 'Yah pulang Raja panas terus manggil-manggil nama ayah'," kata Anwar di podcast Denny Sumargo.

Ketika sampai di rumah, Anwar mendapati kondisi anaknya yang jauh berbeda dibanding sebelum ditinggal kerja.

"'Mah ini kenapa kulitnya melepuh'. Tangan , kaki, punggung. Istri saya menjawab, 'ini kan sakit panas di kalau panas berlebihan seperti ini kayak kesiram air panas'," katanya.

Tak langsung dibawa ke rumah sakit, Anwar Satibi menunda membawa Nizam ke rumah sakit.

"Niatnya saya mau pagi-pagi ke rumah sakit, Mungkin karena saya capek jadi bangunnya agak kesiangan," katanya.

Sampai muncul video viral di media sosial dimana Nizam menunjuk ibu tirinya sebagai pelaku kekerasan terhadap dirinya.

Ibu tiri, TR (42) mengatakan Nizam memang menderita sakit kanker darah, leukimia, dan autoimun.

"Anak saya selama ini gak pernah sakit, kalau anak saya pernah sakit mungkin sama saya juga udah di bawa ke dokter," katanya.

Baca juga: Anwar Ayah Bocah Disiksa Ibu Tiri Pernah Lihat Istri Berduaan dengan Anak Angkat, Cuma Dasteran

KASUS NIZAM SYAFEI - Kolase potret Nizam Syafei bersama sang ayah. Ayah curhat pilu setelah Nizam meninggal disiksa ibu tiri
KASUS NIZAM SYAFEI - Kolase potret Nizam Syafei bersama sang ayah. Ayah curhat pilu setelah Nizam meninggal disiksa ibu tiri (Facebook/Ahli Gigi Panjampangan)

Terungkap Chat Anwar ke Mantan Istri

Cerita tersebut berbeda dengan yang diungkap ibu kandung Nizam, Lisnawati.

Lisna membongkar Anwar membatasinya untuk bertemu Nizam.

Sampai 17 Februari 2026, dua hari sebelum Nizam meninggal, Anwar mengirim pesan chat ke Lisna.

Ia menyebut bahwa Nizam sakit paru-paru.

"Sepertinya sakit, si Raja sakit paru-paru," katanya.

Pengacara Lisna, Mira Widyawati menjelaskan bahwa Anwar sudah memberi kabar ke kliennya sejak dua hari sebelum Nizam meninggal.

"Tanggal 17 Februari 2 hari sebelum meninggal, 'Nizam nih sakit di rumah'. Dia (Lisna) bilang, 'kenapa gak dibawa ke rumah sakit ?'," katanya.

Tak disangka ternyata Anwar menjawab chat tersebut dengan kalimat sadis.

"'Ya biarin aja kalaupun dia meninggal tinggal dimakamin di pemakaman keluarga dekat si bapaknya ini'," kata Mira menirukan isi chat Anwar ke ibu kandung.

Baca juga: Tabiat Ayah NS, Bocah yang Tewas Diduga Disiksa Ibu Tiri, Kawin Cerai 12 Kali, Belum ke Makam Anak

ANAK DISIKSA IBU TIRI - Anwar Satibi (KIRI), NS yang disiksa ibu tiri (KANAN), dan ibu tiri (TENGAH) (TribunnewsBogor.com)

Pengacara Lisna yang lain, Krina Murti mengungkap bahwa Anwar Satibi membuat status berisi hasutan untuk tidak mempercayai ucapan ibu kandung.

"Dia menuliskan status dia, 'Jangan percaya sama ibu kandung. kalaupun dulu bersama ibunya saya yang membiayai',

Ya mau dibelahan dunia manapun juga ya namanya laki pasti membiayai anaknya. Artinya itu kewajiban gak usah dibicarakan," kata Krisna.

Kini Lisnawati melaporkan Anwar ke Polres Sukabumi.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengatakan sudah menetapkan ibu tiri Nizam, TR sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan.

"Sat Reskrim sudah menetapkan tersangka saudari TR yang merupakan ibu tiri. TR sudah kami tetapkan tersangka atas dugaan kekerasan, baik fisik atau psikis," katanya.

(TribunTrends.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.