BBPOM Aceh Temukan 38 Produk Kedaluwarsa di Retail Aceh Besar
Muliadi Gani February 25, 2026 03:54 PM

 

PROHABA.CO, ACEH BESAR - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh kembali melakukan intensifikasi pengawasan dan menemukan puluhan produk pangan olahan tidak layak konsumsi dalam inspeksi mendadak di Aceh Besar. 

Dalam inspeksi yang digelar pada Senin (23/2/2026), tim menemukan sebanyak 38 produk kedaluwarsa masih beredar dan dijual di sejumlah sarana distribusi dan retail.

Ketua Tim Inspeksi Pangan BBPOM Aceh, Endang, menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap tiga retail di Aceh Besar.

Hasilnya, dua sarana dinyatakan Tidak Memenuhi Ketentuan (TMK), sementara satu sarana Memenuhi Ketentuan (MK).

Dari lokasi TMK, petugas mendapati 38 item produk berupa bubur dan biskuit bayi yang telah melewati masa kedaluwarsa.

“Produk tersebut langsung diturunkan dari etalase untuk dimusnahkan, serta dilakukan pembinaan kepada pelaku usaha terkait,” ujar Endang, Selasa (24/2/2026).

Selain memeriksa izin edar, masa kedaluwarsa, dan kondisi penyimpanan, BBPOM juga melakukan uji sampel pangan terhadap takjil yang dijual di kawasan Lambaro dan Pasar Keutapang.

Baca juga: BBPOM Aceh Temukan Produk Tanpa Izin Edar dan Rusak di Ritel Pangan di Banda Aceh

Sebanyak 60 sampel aneka pangan, seperti gorengan, mie goreng, tahu goreng, bakso, minuman berwarna, dan cincau diuji dengan parameter cemaran boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanyl Yellow.

Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel memenuhi syarat dan aman dikonsumsi.

Endang menekankan pentingnya kepatuhan pelaku usaha dalam memastikan produk yang dijual memiliki legalitas dan aman dikonsumsi.

“Kita bersama memastikan pangan yang beredar selama Ramadan aman dan layak dikonsumsi, sehingga masyarakat terlindungi dari produk berbahaya.

Momentum Ramadan juga menjadi ladang pahala dalam bekerja dan beramal demi masyarakat Aceh,” tambahnya.

Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Rumah Warga Jeunieb Bireuen Hangus Terbakar Saat Pemilik Tarawih

Selain pengawasan, BBPOM juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang melalui leaflet dan brosur tentang keamanan obat dan makanan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha sekaligus masyarakat dalam memilih produk pangan yang sehat.

Kepala BBPOM Aceh, Riyanto, turut mengingatkan masyarakat agar lebih cermat dalam membeli pangan selama Ramadhan.

Ia menegaskan komitmen BBPOM untuk melindungi masyarakat dari risiko pangan berbahaya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu peduli dengan melakukan Cek KLIK -- Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kadaluarsa -- sebelum membeli takjil maupun pangan olahan.

Dengan pangan aman, kita bisa menjalankan puasa dengan nyaman,” tegasnya.

(Serambinews.com/Indra Wijaya)

Baca juga: BBPOM Aceh Temukan Kerupuk Mengandung Boraks di Warung Kopi

Baca juga: Tiga Pegawai SPBU Pulogadung Jaktim Dianiaya, Pelaku Mengaku Aparat

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.