TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) bersama Bulog Sulut Gorontalo (Sulutgo) melaksanakan distribusi minyak goreng (Minyakita) ke pasar-pasar tradisional di 15 kabupaten dan kota.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pengendalian inflasi seiring meningkatnya permintaan di Bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Bulog Sulutgo, Ermin Tora mengatakan, pihaknya mengintensifkan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Perdagangan kabupaten kota serta Satgas Pangan.
"Kami terus melaksanakan pendistribusian Minyakita secara rutin di pasar rakyat. Utamanya Pasar Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok atau Pasar SP2KP di masing-masing kabupaten kota," kata Ermin kepada Tribunmanado.co.id, Rabu (25/2/2026).
Pasar dimaksud, yakni Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan di Kota Manado; Pasar Airmadidi di Minahasa Utara; Pasar Amurang di Minahasa Selatan; Pasar Beriman di Tomohon; Pasar Girian di Bitung dan Pasar 23 Maret di Kotamobagu.
Katanya, langkah ini merupakan upaya menjaga ketahanan pangan nasional dan memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
"Permintaan bahan pokok termasuk minyak goreng di Bulan Ramadan, apalagi jelang Idul Fitri pasti meningkat, karena itu kita pastikan stok cukup dan harganya sesuai HET Rp 15.700 per liter," ujarnya.
Dengan adanya penyaluran Minyakita ini serta Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu untuk menstabilkan harga Minyak Goreng dan bisa mencapai sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Stok beras cukup
Bulog Sulut Gorontalo memastikan stok beras dan kebutuhan lainnya seperti gula pasir dan minyak goreng cukup.
Kepala Bulog Sulutgo, Ermin Tora mengungkapkan, saat ini stok beras Bulog 15 ribu ton.
"Ini cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga Bulan Mei," kata Ermin kepada Tribunmanado.co.id, akhir pekan lalu.
Katanya, stok beras Bulog sangat dinamis karena pihaknya melakukan penyaluran ke ritel, pasar dan outlet binaan setiap hari.
Bersamaan dengan itu, Bulog melakukan penyerapan gabah kering giling dari petani
"Pembelian gabah dari petani berjalan sehingga pembaruan stok berjalan terus," katanya.
Selain beras, Ermin memastikan stok gula pasir cukup sebanyak 145 ton.
Stok ini tersebar di gudang-gudang Bulog yang ada.
Sedangkan minyak goreng, stok 190 ribu liter lebih dari cukup.
"Khusus minyak goreng, penyaluran sudah kami lakukan secara kontinyu sejak akhir Januari lalu. Dan saat ini, hasil pantauan kami minyak goreng dijual sesuai HET Rp 15.700," katanya.
Ia mengatakan, selain disalurkan ke ritel modern, pasar-pasar tradisional dan outlet binaan seperti Rumah Pangan Kita (RPK), bahan pokok juga disalurkan lewat Gerakan Pangan Murah (GPM) serta outlet Koperasi Merah Putih yang digelar tiap hari.
Bulog bersinergi dengan Pemprov Sulut melaksanakan GPM serentak setiap hari di 15 kabupaten kota.
"Harapan kami, dengan stok yang cukup, harga terjangkau, bisa mengendalikan inflasi pangan jelang Bulan Ramadan," kata Ermin lagi.
(TribunManado.co.id/Ndo)
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK