Sinkronisasi Anggaran Desa–Provinsi–Kabupaten Jadi Sorotan di Musrenbang Wolomeze Ngada 
Nofri Fuka February 25, 2026 06:47 PM

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar 

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Wakil Bupati Ngada menegaskan pentingnya sinkronisasi program dan anggaran lintas tingkatan pemerintahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD dan Rembuk Stunting Tahun 2027 tingkat Kecamatan Wolomeze, Rabu (25/02/2026).

Dalam arahannya, ia menyampaikan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum usulan kegiatan, tetapi media strategis untuk menyelaraskan sumber pendanaan dari desa, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.

“Musrenbang ini menjadi media pemerintah dari tingkat bawah untuk menyelaraskan bukan hanya program, tetapi juga sumber pendanaan, baik dari desa, daerah, provinsi maupun pusat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, perencanaan desa saat ini masih dalam tahap asistensi. Karena itu, kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi terus dibangun agar tidak terjadi tumpang tindih program maupun kekosongan anggaran pada sektor prioritas.

 

Baca juga: Bupati Ngada Salurkan 236 Beasiswa saat Musrenbangcam Riung Ngada

 

 

Menurutnya, sinergi anggaran menjadi kunci percepatan pembangunan, termasuk dalam mendukung program rumah layak huni yang menjadi perhatian pemerintah provinsi dengan target sekitar 10 unit per desa.

Pemerintah Kabupaten Ngada, lanjutnya, berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor agar setiap rupiah anggaran berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bantuan Bibit APBN Dorong One Village One Product di Ngada

Kesempatan itu pula, Wabup Berni menegaskan program One Village One Produk mendapatkan dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sektor pertanian tahun ini.

Ia mengungkapkan bahwa bantuan tersebut berupa bibit kelapa, pala, cokelat, jambu mete dan sejumlah komoditas lainnya yang akan disalurkan kepada kelompok tani.

Ia meminta agar bantuan tersebut dikelola secara serius dan diberikan dalam jumlah yang memadai kepada kelompok tani, sehingga dapat dirawat dan dikembangkan secara optimal.

Langkah tersebut, menurutnya, sejalan dengan misi one village one product serta mendukung program ketahanan pangan nasional.

Pemerintah daerah juga telah mengusulkan hilirisasi kelapa agar dapat dikembangkan di Kabupaten Ngada sebagai bagian dari penguatan ekonomi lokal dan peningkatan nilai tambah hasil pertanian.

Melalui dukungan bibit dan penguatan kelembagaan petani, pemerintah berharap sektor pertanian tidak hanya menopang kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa. (Cha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.