Tumpukan Sampah Cemari Saluran Air di Kota Tengah Gorontalo
Fadri Kidjab February 25, 2026 06:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Tumpukan sampah mencemari saluran air di Kelurahan Dulalowo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

Sampah tersebut menumpuk tepat di pertigaan antara Jalan Kalimantan dan Jalan Madura, salah satu kawasan dengan aktivitas lalu lintas yang cukup padat.

Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com di lokasi pada Rabu (25/2/2026), tumpukan sampah didominasi oleh gelas dan botol plastik bekas minuman, kemasan styrofoam, serta sisa bungkus makanan. Sampah-sampah tersebut mengendap dan tersangkut di bagian saluran air dekat jembatan kecil.

Akibat tumpukan tersebut, aliran air tampak tersendat dan kondisi air di dalam drainase terlihat keruh. Di beberapa titik, sampah bahkan menutupi hampir separuh bagian saluran.

Kondisi ini berpotensi besar menghambat arus air, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Lokasi penumpukan sampah ini berada di area terbuka yang sangat mudah terlihat dari badan jalan. Mengingat posisinya yang berdekatan dengan permukiman warga, pertokoan, masjid, serta fasilitas umum, keberadaan sampah ini tampak sangat mencolok dan mengganggu pemandangan bagi pengguna jalan.

Selain merusak estetika lingkungan, tumpukan sampah tersebut mulai menimbulkan bau tidak sedap. Sebagian sampah terlihat sudah bercampur dengan lumpur dan endapan air, yang menandakan bahwa tumpukan ini sudah ada sejak lama dan tidak segera ditangani.

Baca juga: Pemkab Gorontalo Gelar Pasar Murah di Desa Hulawa, Kupon 1000 Paket Ludes Hitungan Jam

POLEMIK SAMPAH -- Potret tumpukan sampah di dalam selokan Jl Madura, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Rabu (25/2/2026).
POLEMIK SAMPAH -- Potret tumpukan sampah di dalam selokan Jl Madura, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Rabu (25/2/2026). (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Hasil pengamatan di lapangan juga menunjukkan tidak adanya penyaring atau penahan sampah di saluran tersebut. Hal ini menyebabkan sampah yang terbawa arus dari hulu dengan mudah tersangkut di area jembatan dan terus menumpuk seiring waktu.

Sementara itu, arus lalu lintas di pertigaan Jalan Kalimantan dan Jalan Madura terpantau ramai. Kendaraan roda dua, tiga, hingga roda empat silih berganti melintas, sementara tumpukan sampah berada tepat di sisi jalan dan terlihat jelas dari arah lalu lintas.

Ikram Mamonto, salah seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa saluran air ini sering tersumbat oleh sampah kiriman.

"Ini sampah dari arah utara, sampah kiriman. Karena di sini ada pintu air kecil, sampah berukuran besar jadi tertahan," jelasnya.

Ia menilai, kurangnya pengawasan membuat oknum yang tidak bertanggung jawab leluasa membuang sampah sembarangan. Menurutnya, meskipun sudah ada instruksi dari Wali Kota Gorontalo untuk menindak pembuang sampah sembarangan, aturan tersebut tidak akan efektif tanpa pengawasan ketat di lapangan.

"Harus ada tindak lanjut di lapangan jika ingin wilayah ini bebas sampah. Selain itu, edukasi kepada masyarakat sangat penting karena hal ini butuh kolaborasi semua pihak," tegas Ikram.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak lanjutan, terutama risiko genangan air yang meluap ke badan jalan saat hujan. Hal tersebut dipastikan akan mengganggu kelancaran lalu lintas serta kenyamanan aktivitas warga sekitar.

Masyarakat diharapkan untuk lebih sadar dan tidak membuang sampah ke saluran air demi kepentingan bersama. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.