NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang berencana mudik Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah melalui jalur udara.
Pemerintah memastikan adanya potongan harga tiket pesawat selama periode angkutan Lebaran 2026, sehingga biaya perjalanan mudik dan arus balik menjadi lebih ringan.
Hal itu disampaikan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Ranai, Ade Yuliana.
Ia mengatakan masa angkutan Lebaran tahun ini berlangsung mulai 14-29 Maret 2026.
“Untuk angkutan mudik Lebaran 2026 itu dimulai tanggal 14 sampai 29 Maret ini seiring dengan meningkatnya mobilitas penumpang,” ujar Ade kepada Tribunbatam.id, Rabu (25/2/2026).
Kabar baiknya, pembelian tiket yang dilakukan sejak 10 Februari hingga 29 Maret 2026 akan mendapatkan potongan harga sebesar 17 sampai 18 persen.
Program ini mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2026, tentang penurunan besaran biaya tambahan bahan bakar tarif penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga terjadwal dalam negeri, selama masa Hari Raya Idulfitri 2026 Masehi/1447 Hijriah.
Ade melanjutkan, penerbangan di Bandara Ranai Natuna, saat ini dilayani dua maskapai, yakni Nam Air dan Wings Air.
Ade merinci, untuk maskapai Nam Air, tarif rute Batam-Natuna yang sebelumnya Rp1.434.100 turun menjadi Rp1.155.500.
Sementara rute Natuna-Batam dari Rp1.325.100 turun menjadi Rp1.101.000.
Sedangkan maskapai Wings Air juga menerapkan penyesuaian harga.
Untuk rute Batam-Natuna, harga tiket dari Rp3.151.400 menjadi Rp2.787.800.
Adapun rute Natuna-Batam dari Rp3.042.400 turun menjadi Rp2.733.000.
Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat yang ingin pulang kampung atau kembali ke Natuna, baik sebelum atau usai merayakan Lebaran di daerah lain dapat merencanakan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau.
Diskon tiket pesawat ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan mobilitas penumpang selama musim mudik.
Bagi warga Natuna yang memilih jalur udara karena faktor waktu dan kenyamanan, kebijakan ini menjadi angin segar di tengah tingginya kebutuhan perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Upaya-upaya pemerintah ini tentunya diharapkan dengan adanya penurunan tiket ini menjadi modal dasar untuk pergerakan selama masa angkutan Lebaran 2026, sehingga peredaran perekonomian di dalam negeri bisa lebih variatif dan terjangkau oleh semua kalangan yang akan melaksanakan arus mudik Lebaran tahun 2026 ini,” ujar Ade.
Dengan adanya potongan harga tersebut, mudik Lebaran 2026 dari dan menuju Natuna diprediksi akan lebih ramai, sekaligus memberi dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah selama periode hari besar keagamaan.
(Tribunbatam.id/birrifikrudin)