LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Di sebuah rumah sederhana di Kampung Ciklatip, Desa Sungai Harapan, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), suasana duka terasa begitu pekat pada Rabu (25/2/2026).
Tidak banyak percakapan terdengar. Hanya sesekali isak tertahan, memecah keheningan di kediaman keluarga Muhammad Sahri alias Aren (30), warga yang hingga kini masih hilang kontak saat berlayar di perairan Lingga.
Aminah, ibu kandung Aren, duduk lemah di ruang tamu rumahnya.
Tatapannya kosong, seolah menerawang jauh ke laut tempat anaknya terakhir dikabarkan berlayar.
Wajahnya tampak letih, kantong mata menghitam akibat hari-hari panjang tanpa tidur nyenyak sejak kabar hilangnya sang anak sejak 18 Februari 2026.
Air mata yang berulang kali jatuh tak lagi mampu ia sembunyikan.
Bahkan ketika menyambut kedatangan Kapolsek Singkep Barat, Iptu Young Risa, kesedihan tetap tergambar jelas di balik senyum tipis yang ia paksakan.
Sesekali Aminah terdiam lama. Ingatannya kembali pada sosok Aren.
Suaranya bergetar ketika mulai bercerita, hingga akhirnya tangis pecah membasahi pipinya.
Sementara itu, sang suami, Muhammad Salihin, tidak berada di rumah.
Ia memilih ikut bergabung bersama tim BPBD dan personel TNI AL menyisir perairan Selat Pintu, Temiang Pesisir, lokasi terakhir koordinat boat pompong yang ditumpangi Aren bersama rekannya, Eno, dilaporkan hilang kontak.
Aren diketahui berangkat dari Desa Kelumu menuju Kota Batam, dengan pompong tempat biasa ia bekerja.
Namun perjalanan itu justru berubah menjadi kecemasan panjang.
Sejak komunikasi terakhir terputus di tengah laut, keluarga hanya bisa menunggu kabar yang tak kunjung datang.
Hari-hari di rumah tersebut kini dipenuhi doa.
Setiap waktu, harapan terus dipanjatkan agar Aren dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
Di hadapan Kapolsek dan sejumlah pihak yang datang memberikan dukungan, Aminah akhirnya mengungkapkan kerinduannya dengan suara lirih.
“Kami hanya ingin Aren kembali. Itu saja harapan kami,” ucapnya sambil menahan tangis.
Kapolsek Singkep Barat, Iptu Young Risa, yang didampingi Wakapolsek Ipda Cristopel Sianipar, menyampaikan empati mendalam kepada keluarga korban.
“Kami turut merasakan kesedihan keluarga. Kami akan berupaya semaksimal mungkin dan terus berkoordinasi dengan instansi terkait perkembangan dalam proses pencarian. Kami berharap keluarga tetap kuat dan terus berdoa, InsyaAllah akan ada kabar baik,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses pencarian sudah memasuki hari keempat. Namun, kabar baik belum juga datang.
Meski begitu, keluarga tetap berharap Eno dan Aren bisa ditemukan. (Tribunbatam.id/Febriyuanda)