Jelajah Pulau Flores NTT dengan Wisata "Overland", Tawarkan Pengalaman Tak Terlupakan
Hilarius Ninu February 25, 2026 02:40 PM

 

Laporan Reporter TribunFlores.Com, Cristin Adal

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Eksotisme bentangan alam Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memikat wisatawan domestik hingga mancanegara. Salah satu cara terbaik menikmati keindahannya adalah melalui wisata overland atau jalur darat.

Menjelajahi Flores berarti melintasi rute panjang dari ujung barat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, hingga ujung timur di Larantuka, Kabupaten Flores Timur.

Jejak Nama: Dari ‘Tanjung Bunga’ hingga ‘Nusa Nipa’

Secara historis, nama Flores berasal dari bahasa Portugis yang berarti ‘bunga’. Awalnya, wilayah timur pulau ini dijuluki ‘Cabo de Flores’ atau Tanjung Bunga oleh penjelajah Portugis, S.M. Cabot, yang terpikat oleh kekayaan flora di sana. Nama ini kemudian diresmikan secara formal pada tahun 1636 oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Hendrik Brouwer.

Namun, masyarakat setempat memiliki akar sejarah yang lebih dalam. Berdasarkan studi Orinbao (1969), nama asli pulau ini adalah Nusa Nipa, yang berarti ‘Pulau Ular’. Nama ini bukan sekadar identitas geografis, melainkan memiliki makna filosofis dan kultural yang kuat. 

 

Baca juga: Waspada Cuaca Ekstrem 25-27 Februari 2026, Ini Daftar Wilayah NTT dengan Potensi Hujan Sangat Lebat

 

 

Kekayaan Lanskap Alam

Pulau seluas kurang lebih 14.300 kilometer persegi ini merupakan rumah bagi deretan gunung api aktif. Bagi pencinta pendakian, Flores menawarkan jalur menantang seperti Gunung Egon di Sikka, Gunung Ebulobo di Boawae, Gunung Inerie di Ngada, hingga Gunung Ranaka di Manggarai.

Tak hanya gunung, wisatawan overland akan disuguhi pemandangan variatif di setiap kabupaten mulai dari Manggarai Barat hingga Flores Timur. 

Perjalanan akan melewati bukit terjal yang unik, hutan rimbun, danau purba, air terjun tersembunyi, hamparan perkebunan kopi, hingga sabana luas yang eksotis.

 

Baca juga: Pesepeda Nusantara Green Kagum dengan Keindahan Alam Pulau Flores NTT

 

Wisata Overland Pesepeda Green Nusantara

Setelah mengayuh sepeda sejauh 500 kilometer melintasi lintas selatan jalur Trans Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), rombongan pesepeda Green Nusantara akhirnya tiba di Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (13/2/2026). 

Rombongan yang didominasi oleh para sesepuh ini, sebagian besar laki-laki dan duanya perempuan, berusia 60 hingga 70 tahun ini memulai perjalanan dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat sejak Senin (2/2/2026).

Perjalanan melintasi Flores sejauh 500 kilometer ini merupakan bagian dari misi besar bertajuk "Nusantara Green 10.000 KM". 

Mereka melintasi medan Trans-Flores yang dikenal kejam mulai dari Lembor, Waerebo, Ruteng, Borong, Bajawa, Nangaroro, Ende dan berakhir di Maumere. 

Total jarak tempuh akumulatif mencapai 9.200 kilometer dari seluruh rangkaian perjalanan nasional. Sebelumya rombongan pesepeda Green Nusantara telah melintasi pulau-pulau besar mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, hingga Lombok dan Sumbawa.

Koordinator tim Green Nusantara, Gustav Afdhol Husein atau yang akrab disapa Ocim, mengungkapkan bahwa jalur Flores merupakan salah satu rute paling menantang sekaligus terindah yang pernah mereka lalui.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.