TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Papua Barat menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp2,2 miliar pada Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Cabang Yakesma Papua Barat, H. Bambang Yudhi Astomo, menyatakan bahwa target tersebut terdiri dari Rp1,4 miliar dari wilayah Manokwari dan Rp800 juta dari Fakfak.
Ia menyebut angka ini meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berhasil menghimpun Rp1,4 miliar.
Bambang, menyebut optimisme tersebut didasarkan pada tingginya partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui Yakesma.
“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh kepada Yakesma sebagai lembaga zakat,” ujar Bambang, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, peningkatan target ini bukan tanpa alasan. Selain melihat tren positif pada tahun-tahun sebelumnya, Yakesma juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.
Bambang menjelaskan, Yakesma Papua Barat juga bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta lembaga zakat lainnya guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada para muzakki (pemberi zakat).
“Kami bersama Baznas dan lembaga zakat lainnya senantiasa berupaya memberikan layanan terbaik dan memastikan zakat tersalurkan kepada yang benar-benar berhak menerimanya,” jelasnya.
Baca juga: Yakesma Fakfak Salurkan Bantuan Tahap II untuk Korban Kebakaran di Malakuli
Ia menegaskan, transparansi dan akuntabilitas menjadi komitmen utama dalam pengelolaan dana umat, sehingga kepercayaan masyarakat terus terjaga.
Selain zakat fitrah dan zakat maal, Yakesma memiliki berbagai program berkelanjutan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Mulai dari program kesejahteraan lansia, beasiswa pendidikan, penghargaan bagi guru, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.
“Program kami tidak hanya saat Ramadan, tetapi setiap hari. Kami ingin zakat yang ditunaikan para muzakki benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” katanya.
YakesmaYakesma Papua Barat juga memiliki perwakilan di Fakfak dan Wasior. Program yang dijalankan mencakup program lokal sesuai kebutuhan daerah maupun program nasional dari pusat.
Dalam proses penyaluran bantuan, pihaknya kerap menghadapi tantangan geografis, terutama untuk menjangkau daerah terpencil yang harus ditempuh dengan perjalanan darat dan penyeberangan laut.
Baca juga: Baznas Papua Barat Targetkan Rp500 Juta, Sediakan 7 Gerai Zakat Selama Ramadan
“Memang ada kendala jarak dan transportasi, tetapi itu tidak menjadi hambatan besar bagi kami. Insya Allah semua bisa kami atasi demi masyarakat,” ujarnya.
Bambang berharap potensi zakat di Papua Barat yang dinilai cukup besar dapat terus dioptimalkan melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga keagamaan, maupun masyarakat luas.
“Harapan kami, potensi zakat yang ada bisa digali lebih maksimal sehingga program pemberdayaan semakin luas dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Semoga ini menjadi kebaikan bagi kita semua,” tandasnya.
Ia mengajak masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzakki untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, agar penyalurannya tepat sasaran dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan umat di Papua Barat.