Yakesma Papua Barat Target Himpun Zakat Rp2,2 Miliar pada Ramadan 1447 H
Hans Arnold Kapisa February 25, 2026 02:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Yayasan Kesejahteraan Madani (Yakesma) Papua Barat menargetkan penghimpunan zakat sebesar Rp2,2 miliar pada Ramadan 1447 Hijriah.

‎‎Kepala Cabang Yakesma Papua Barat, H. Bambang Yudhi Astomo, menyatakan bahwa target tersebut terdiri dari Rp1,4 miliar dari wilayah Manokwari dan Rp800 juta dari Fakfak. 

‎Ia menyebut  angka ini meningkat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berhasil menghimpun Rp1,4 miliar.

Bambang, menyebut optimisme tersebut didasarkan pada tingginya partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui Yakesma.

‎“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat sangat baik. Ini menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh kepada Yakesma sebagai lembaga zakat,” ujar Bambang, Rabu (25/2/2026).

‎Menurutnya, peningkatan target ini bukan tanpa alasan. Selain melihat tren positif pada tahun-tahun sebelumnya, Yakesma juga terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya zakat sebagai instrumen pemberdayaan umat.

‎Bambang menjelaskan, Yakesma Papua Barat juga bersinergi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta lembaga zakat lainnya guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada para muzakki (pemberi zakat).

‎“Kami bersama Baznas dan lembaga zakat lainnya senantiasa berupaya memberikan layanan terbaik dan memastikan zakat tersalurkan kepada yang benar-benar berhak menerimanya,” jelasnya.

Baca juga: Yakesma Fakfak Salurkan Bantuan Tahap II untuk Korban Kebakaran di Malakuli

‎Ia menegaskan, transparansi dan akuntabilitas menjadi komitmen utama dalam pengelolaan dana umat, sehingga kepercayaan masyarakat terus terjaga.

‎Selain zakat fitrah dan zakat maal, Yakesma memiliki berbagai program berkelanjutan yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. 

‎Mulai dari program kesejahteraan lansia, beasiswa pendidikan, penghargaan bagi guru, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat kecil.

‎“Program kami tidak hanya saat Ramadan, tetapi setiap hari. Kami ingin zakat yang ditunaikan para muzakki benar-benar memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” katanya.

‎YakesmaYakesma Papua Barat juga memiliki perwakilan di Fakfak dan Wasior. Program yang dijalankan mencakup program lokal sesuai kebutuhan daerah maupun program nasional dari pusat.

‎Dalam proses penyaluran bantuan, pihaknya kerap menghadapi tantangan geografis, terutama untuk menjangkau daerah terpencil yang harus ditempuh dengan perjalanan darat dan penyeberangan laut.

Baca juga: Baznas Papua Barat Targetkan Rp500 Juta, Sediakan 7 Gerai Zakat Selama Ramadan

‎“Memang ada kendala jarak dan transportasi, tetapi itu tidak menjadi hambatan besar bagi kami. Insya Allah semua bisa kami atasi demi masyarakat,” ujarnya.

‎Bambang berharap potensi zakat di Papua Barat yang dinilai cukup besar dapat terus dioptimalkan melalui kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah daerah, lembaga keagamaan, maupun masyarakat luas.

‎“Harapan kami, potensi zakat yang ada bisa digali lebih maksimal sehingga program pemberdayaan semakin luas dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. Semoga ini menjadi kebaikan bagi kita semua,” tandasnya.

‎Ia mengajak masyarakat yang telah memenuhi syarat sebagai muzakki untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi, agar penyalurannya tepat sasaran dan berdampak bagi peningkatan kesejahteraan umat di Papua Barat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.