Hadits Mengangkat Jari Telunjuk Saat Tahiyat dalam Sholat, Kapan, Hikmah, Maksud dan Hukumnya
Lisma Noviani February 25, 2026 03:01 PM

TRIBUNSUMSEL.COM -- Saat tahiyat awal dan atau tahiyat akhir dalam sholat, kita mengangkat jari telunjuk ketika mengucapkan illallah dalam ucapan syahadat.

Berikut dasar hadits mengangkat jari telunjuk saat tahiyat dalam sholat, hikmah, maksud dan hukumnya. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Dikutip dari laman nu.or.id,  salah satu dasar hadits tentang mengangkat jari telunjuk saat tahiyat atau tasyahud dalam sholat  adalah :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ إِذَا قَعَدَ فِي التَّشَهُّدِ وَضَعَ يَدَهُ الْيُسْرَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُسْرَى وَوَضَعَ يَدَهُ الْيُمْنَى عَلَى رُكْبَتِهِ الْيُمْنَى، وَعَقَدَ ثَلَاثَةً وَخَمْسِينَ وَأَشَارَ بِالسَّبَّابَةِ  

Artinya:

Diriwayatkan dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rasulullah ketika duduk tasyahud, beliau meletakkan tangan kirinya di atas lutut kirinya, dan tangan kanannya di atas lutut kanannya dan tangannya membentuk angka lima puluh tiga, dan memberi isyarat (mengangkat) jari telunjuknya (HR Muslim).  

Maksudnya adalah mendeskripsikan posisi tangan ketika tasyahud akhir, yakni membentuk angka lima puluh tiga ialah suatu isyarat dari cara menggenggam jari kelingking, jari manis dan jari tengah disebut angka tiga, dan menjadikan ibu jari berada di atas jari tengah dan di bawah jari telunjuk. 

Isyarat ini biasa digunakan oleh ahli hisab.  

Dalam Hasyiah Syarah Sittin Lil Allamah ar-Ramli diterangkan bahwa mengangkat jari telunjuk ketika tasyahud hukumnya sunnah. 

   ويسن أن يشير بها عند قوله إلا الله ولتكن منحنية متوجهة للقبلة وذلك فى تشهديه      

Artinya:

Maka sesungguhnya disunnahkan berisyarat dengan telunjuk (tangan kanan) ketika mengucapkan Illallah dan hendaklah telunjuk itu (terangkat membungkuk) menghadap qiblat. Baik dalam tasyahud awal maupun tasyahud akhir.  

Secara gamblang dalam Kitab I’anah Thalibin disebutkan:  

 ووضع يديه في قعود تشهديه على طرف ركبتيه بحيث تسامته رؤوس الأصابع ناشرا أصابع يسراه مع ضم لها  وقابضا أصابع يمناه إلا المسبحة  

Artinya:

Dan seorang yang shalat meletakkan kedua tangannya saat duduk dalam dua tasyahud (tasyahud awal dan akhir) di ujung kedua lututnya, sekira sejajar dengan pucuk jemarinya, dengan menggelar dan mengumpulkan jemari tangan kirinya serta menggenggamkan jemari tangan kanannya kecuali jari penunjuk.

   قوله إلا المسبحة إنما سميت مسبحة لأنها يشار بها للتوحيد والتنزيه عن الشريك وخصصت بذلك لاتصالها بنياط القلب أي العرق الذي فيه فكأنها سبب لحضوره   Artinya:

Pengecualian jari telunjuk ini dikarenakan jari ini digunakan untuk memberikan isyarat akan tauhid dan penyucian Allah dari segala kesyirikan, dan dalam tasyahud (tahiyat) jari yang dipakai hanya jari penunjuk karena pertautannya dengan hati dalam arti di dalamnya terdapat otot yang bertautan dengan hati, dengan demikian diharapkan dapat menjadikan shalatnya khusyuk [I’aanah at-Thoolibiin I/174 ].

  Dari sini dapat ditarik kesimpulan bahwa posisi yang tepat ketika mengangkat jari telunjuk saat tasyahud adalah berisyarat dengan telunjuk (tangan kanan) ketika mengucapkan Illallah dan hendaklah telunjuk itu (terangkat membungkuk) menghadap qiblat.

Selain itu terdapat hikmah yaitu agar terkumpul isyarat tauhid dalam dirinya baik secara keyakinan, ucapan dan perbuatan.


Jari itu dinamakan mussabbihah (jari tasbih) karena digunakan untuk menunjukkan dalam pengakuan tauhid dan pensucian Allah dari segala sekutu.


Jari itu dikhususkan demikian karena ia terhubung dengan niyat al qalb, yakni urat yang berkaitan/berhubungan dengan hati, seakan-akan ia menjadi sebab hadirnya kekhusyukan di hati.


Ia juga disebut sabbahah (jari penunjuk) karena biasa digunakan untuk menunjuk saat mencela dan bertengkar.

Demikian Hadits Mengangkat Jari Telunjuk Saat Tahiyat dalam Sholat, Kapan, Hikmah, Maksud dan Hukumnya.(lis/berbagai sumber)

Baca juga: Lima M, Tahapan dalam Membaca dan Mempelajari Alquran Versi Allah, Lengkap Dalilnya

Baca juga: Arti Fa Innama Yassarnahu Bilisanika La Allahum Yatazakkarun Allah Mudahkan Al Quran dengan Bahasamu

Baca juga: Arti Allahummaghfirli Dzunubi Ya Robbal Alamin, Dzikir Dianjurkan Dibaca di 10 Hari Kedua Ramadhan

Baca juga: Man Qama Lailatul Qadri Imanan Wahtisaban Ghufrolahu Artinya, Hadits Keutamaan Malam Lailatul Qadar

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.