Respon Kebijakan Pelonggaran Impor Beras, Petani Khawatir Harga Gabah Anjlok saat Panen Raya
Sakinah Sudin February 25, 2026 04:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, SINJAI - Kebijakan pelonggaran impor beras membuat petani di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel) khawatir.

Daerah dengan julukan ‘Sinjai Bersatu’ ini berada di sebelah timur Kota Makassar.

Jarak tempuh sekitar 200-230 Km, tergantung rute.

Sejumlah petani resah jika kebijakan tersebut berdampak pada turunnya harga gabah, terutama menjelang panen raya.

Mustafa (45), salah satu petani di Sinjai Kecamatan Sinjai Utara mengaku belum mengetahui secara rinci terkait kebijakan pelonggaran impor beras tersebut.

Namun, ia menyampaikan kekhawatirannya apabila impor dilakukan saat produksi petani melimpah.

“Saya belum tahu detail kebijakannya, tapi kalau impor masuk saat panen raya, biasanya harga gabah bisa turun. Itu yang kami takutkan,” kata Mustafa kepada Tribun-Timur, Rabu (25/2/2026).

Menurut Mustafa, biaya produksi yang terus meningkat, mulai dari ongkos kerja, membuat petani sangat bergantung pada stabilitas harga saat panen.

“Kita kan tergantung dari stabilitas harga, jangan sampai kebijakan seperti ini membuat harga anjlok,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Risal (31), petani di Kecamatan Sinjai Selatan.

Ia secara tegas menyatakan tidak setuju dengan kebijakan pelonggaran impor beras.

“Kami tidak setuju kalau impor dilonggarkan,” kata Risal.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi petani di daerah.

“Petani yang paling terdampak, kalau harga jatuh, kami bisa rugi,” imbuhnya.

Risal menilai kebijakan impor seharusnya menjadi langkah terakhir ketika produksi dalam negeri benar-benar tidak mencukupi kebutuhan.

Lanjut dia, harusnya kebijakan ini diambil ketika sudah jalan terakhir.

Ia khawatir jika impor dilakukan saat stok dalam negeri masih tersedia dan petani sedang memasuki masa panen, maka harga gabah akan tertekan.

“Kalau impor dilonggarkan saat kami panen, tentu harga bisa anjlok,” ujar Risal.

Risal berharap pemerintah lebih mengutamakan penyerapan gabah petani lokal serta menjaga harga tetap stabil saat musim panen tiba.

“Kita berharap pemerintah harusnya menjaga stabilitas harga bukan malah impor,” jelasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.