TRIBUNTRENDS.COM - Media sosial baru-baru ini diramaikan oleh diskusi hangat mengenai pengadaan kendaraan operasional baru bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud.
Fokus utama publik tertuju pada harganya yang dianggap fantastis, yakni mencapai Rp8,5 miliar untuk satu unit kendaraan.
Angka ini memicu gelombang tanya mengenai spesifikasi teknis hingga urgensi di balik belanja barang mewah tersebut di tengah seruan efisiensi anggaran daerah.
Sebagai informasi, Rudy Mas'ud dilantik menjadi Gubernur Kalimantan Timur untuk periode 2025-2030.
Pria kelahiran 7 Desember 1981 itu didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji.
Rudy Mas'ud sempat menjadi anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Golkar.
Sementara itu sebelum terjun ke dunia politik, pria kelahiran Balikpapan ini berkarier sebagai pengusaha sukses.
Gurita bisnisnya mengantarkan Rudy meraup harta kekayaan hingga ratusan miliar rupiah.
Terkait mobil dinas Rp 8,5 miliar yang menjadi perbincangan, Rudy menyatakan proses pengadaan dilakukan sesuai ketentuan.
Ia merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur spesifikasi kendaraan dinas kepala daerah.
Rudy Masud melanjutkan, dirinya juga tidak ingin masyarakat Kaltim dipandang miskin.
Sehingga dengan adanya mobil dinas mewah tidak langsung dapat menjaga harkat dan martabat.
Baca juga: Sosok Wali Kota Depok Supian Suri, Viral Izinkan ASN Pakai Mobil Dinas untuk Mudik, Harta Rp7,7 M!
"Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tegasnya melansir dari Posbelitung, Rabu (25/2/2026).
Rudy menyebut kendaraan tersebut telah dicoba di Jakarta dan diperuntukkan mendukung agenda kepala daerah di ibu kota.
Namun hingga kini, ia belum membeberkan merek maupun tipe kendaraan tersebut ke publik, selain menegaskan kapasitas mesin 3.000 cc sesuai ketentuan.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Rudy Mas'ud mencapai Rp.166.521.104.827.
Jumlah tersebut ia laporkan ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada 12 Maret 2025.
Berikut rincian lengkapnya:
Tanah Dan Bangunan Seluas 200 M2/50 M2 Di Kab / Kota Kota Jakarta Selatan , Hasil Sendiri Rp. 250.500.000
Tanah Dan Bangunan Seluas 170 M2/170 M2 Di Kab / Kota Kota Samarinda , Hasil Sendiri Rp. 3.000.000.000
Tanah Dan Bangunan Seluas 685 M2/590 M2 Di Kab / Kota Kota Jakarta Selatan , Hasil Sendiri Rp. 6.200.000.000
Tanah Dan Bangunan Seluas 720 M2/590 M2 Di Kab / Kota Kota Jakarta Selatan , Hasil Sendiri Rp. 15.000.000.000
Tanah Seluas 100.000 M2 Di Kab / Kota Penajam Paser Utara, Rp. 2.050.000.000
Mobil, Honda Crv Tahun 2010, Hasil Sendiri Rp. 100.000.000
Mobil, Honda Freed Tahun 2008, Hasil Sendiri Rp. 80.000.000
Mobil, Suzuki X-Over Tahun 2007, Hasil Sendiri Rp. 70.000.000
Harta Bergerak Lainnya Rp. 450.000.000
Baca juga: Tolak Mobil Dinas Baru, Intip Kekayan Lilis Nuryani Bupati Kebumen, Terkaya se-Jateng Tembus Rp138 M
Polemik pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar di tengah kebijakan efisiensi anggaran memicu sorotan publik di Kalimantan Timur.
Di saat masyarakat menyoroti pentingnya efisiensi anggaran negara.
Rudy justru menegaskan bahwa pengadaan kendaraan mahal tersebut diperlukan untuk menjaga citra dan martabat daerah yang dipimpinnya.
Politikus Partai Golkar itu menjelaskan alasan di balik pemilihan mobil mewah sebagai mobil dinasnya.
Semua tidak lepas dari posisi Kalimantan Timur yang strategis dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN)
Bahkan, Rudy Masud memandang provinsi yang dipimpinnya mewakili wajah serta miniatur Indonesia.
"Ingat, Kalimantan Timur ini etalase Indonesia. Jangan saya disuruh pakai kijang dek," tegasnya melansir dari posbelitung, Rabu (25/2/2026).
Rudy Masud melanjutkan, dirinya juga tidak ingin masyarakat Kaltim dipandang miskin.
Sehingga dengan adanya mobil dinas mewah tidak langsung dapat menjaga harkat dan martabat.
"Jangan direndahkan masyarakat Kaltim ini seolah-olah miskin banget gitu loh," tambahnya.
Rudy Masud kemudian meminta polemik pengadaan mobil mewah tidak perlu perpanjang.
Ia meminta masyarakat mengurangi membicarakan orang, terlebih saat ini di bulan suci Ramadan.
"Pada teman-teman ku semua, kita sedang berpuasa tolong tidak terlalu banyak ghibah (membicarakan orang) nanti dosanya berlipat ganda," katanya.
Tak hayal pernyataan sang gubernur Kaltim membuatnya kini jadi sorotan
Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud, menegaskan hingga kini dirinya belum menggunakan kendaraan dinas milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim untuk operasional di daerah.
Rudy menyebut aktivitasnya di Kaltim masih ditopang kendaraan pribadi. Bahkan, menurut dia, kondisi mobil tersebut sudah tidak lagi prima.
“Sampai hari ini Pemprov Kaltim belum menyediakan kami mobil untuk di Kalimantan Timur. Jadi tidak ada mobilnya, mobil yang ada hari ini adalah mobil pribadi kami pergunakan,” ujar Rudy saat ditemui, Selasa (24/2/2026), dilansir dari Kompas.com.
Ia juga menanggapi polemik yang berkembang dengan nada santai.
“Kita sedang berpuasa, tolong tidak terlalu banyak gibah. Nanti dosanya berlipat ganda,” sambungnya.
Terkait besaran anggaran Rp 8,5 miliar yang menjadi perbincangan, Rudy menyatakan proses pengadaan dilakukan sesuai ketentuan.
Ia merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 7 Tahun 2006 yang mengatur spesifikasi kendaraan dinas kepala daerah.
“Sesuai Permendagri Nomor 7 Tahun 2006, pengadaan mobil untuk kepala daerah jenis sedan adalah 3.000 cc, untuk jenis jeep 4.200 cc. Mobil yang kami adakan hanya yang 3.000 cc,” jelasnya.
Rudy mengatakan pihaknya tidak secara spesifik menentukan harga, melainkan menyesuaikan dengan spesifikasi teknis dan kualitas sebagaimana diatur regulasi.
“Persoalan harga ada rupa, ada harga, ada mutu, ada kualitas. Kami tidak mengikuti berapa harganya, kami hanya pesan mobilnya itu saja sesuai dengan Permendagri,” katanya.
Ia menambahkan kendaraan tersebut telah dicoba di Jakarta dan diperuntukkan mendukung agenda kepala daerah di ibu kota.
Namun hingga kini, ia belum membeberkan merek maupun tipe kendaraan tersebut ke publik, selain menegaskan kapasitas mesin 3.000 cc sesuai ketentuan.
(TribunTrends.com)(TribunSumsel.com/Aggi Suzatri)