Wali Murid Keluhkan Menu MBG Ramadan di Bondowoso, Sangat Ala Kadarnya
Haorrahman February 25, 2026 06:52 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan di sejumlah sekolah di Bondowoso menuai sorotan dari wali murid. Mereka menilai kualitas menu makanan kering yang dibagikan kepada siswa ala kadarnya.

Keluhan mencakup kondisi buah yang dinilai asam dan hampir layu, tidak adanya susu dalam paket, hingga pengemasan yang hanya menggunakan plastik kresek tanpa wadah tambahan.

Baca juga: Wajib Menyetujui Formulir Larangan Posting Terkait MBG, Wali Murid di Probolinggo Protes

Kurang Layak

Salah satu wali murid di SDN Dabasah 3 Bondowoso berinisial AI mengungkapkan, paket makanan yang diterima anaknya pada 23 Februari 2026 berisi dua pisang kecil yang hampir layu, tiga butir kurma, sekitar 10 biji kedelai dalam plastik klip, dan satu potong roti.

“Kami sebagai orang tua merasa miris melihatnya,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/2/2026).

AI menilai tujuan pemerintah melalui program MBG sudah baik. Namun, menurutnya, pengawasan dari dinas terkait dalam hal distribusi dan mutu makanan perlu diperketat. Ia juga menyebut ada wali murid lain yang mengeluh tetapi enggan menyampaikan secara terbuka.

“Jika tujuannya menciptakan Generasi Emas, tapi mutunya begini, yang lahir bukan emas, perak, atau perunggu, bisa jadi malah generasi besi tua,” ucapnya.

Baca juga: Satgas Selidiki Dugaan Keracunan Siswa SMPN 1 Umbulsari Usai Konsumsi MBG

Keluhan serupa disampaikan VG, wali murid di SMKN 1 Bondowoso. Ia menyayangkan paket makanan anaknya dibungkus plastik kresek putih.

“Isinya jeruk hijau kecil yang kecut, selembar keju, sepotong roti tawar, dan kacang hijau di plastik klip. Seperti mau ke pasar saja pakai kresek begini,” katanya.

MR, wali murid di Kecamatan Wringin, mengaku kecewa dengan kualitas menu. Meski demikian, ia tidak sepakat jika dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup.

“Kualitas MBG-nya saja yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Baca juga: Diduga Keracunan MBG, 99 Siswa dan 13 Guru SMPN 1 Umbulsari Jember Diperiksa

Sudah Dilaporkan ke BGN

Koordinator SPPG Kabupaten Bondowoso, Mila Afriana Agustina, menyatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut dan meneruskannya ke Badan Gizi Nasional (BGN).

“SPPG ini sudah kami laporkan ke BGN pusat sebagai laporan khusus apabila ada hal-hal yang kurang baik,” jelas Mila.

Ia memaparkan, anggaran per porsi MBG berbeda berdasarkan kategori penerima. Untuk balita hingga siswa kelas 3 SD, anggaran sebesar Rp 8.000 per porsi (porsi kecil). Sedangkan untuk kelas 4 SD ke atas, ibu hamil, dan ibu menyusui, sebesar Rp 10.000 per porsi (porsi besar). Perbedaan tersebut dihitung berdasarkan standar gramasi oleh ahli gizi.

Terkait pengemasan menggunakan plastik kresek, Mila menegaskan distribusi seharusnya menggunakan totebag.

“Harusnya ada totebag. Kami akan kroscek kembali di lapangan,” ujarnya.

Menanggapi tidak adanya susu dalam beberapa paket, Mila menjelaskan bahwa susu bukan komponen wajib apabila sudah digantikan sumber protein lain seperti telur, abon, atau dendeng.

Selain itu, ia menyebut ketersediaan susu sesuai petunjuk teknis saat ini cukup terbatas di pasaran. Di Bondowoso, belum terdapat UMKM yang memproduksi susu murni olahan siap konsumsi sesuai standar, sehingga masih mengandalkan susu kemasan.

“Barangnya langka dan sulit dicari,” terangnya.

Ke depan, SPPG memastikan akan melakukan evaluasi distribusi dan mutu menu agar pelaksanaan program MBG selama Ramadan berjalan sesuai standar dan tujuan peningkatan gizi siswa.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.