Jumlah UMKM Pangkalpinang Tembus 26.875 Unit per Desember 2025, Didominasi Usaha Mikro
Ardhina Trisila Sakti February 25, 2026 03:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pangkalpinang terus menunjukkan tren pertumbuhan dalam lima tahun terakhir.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM (Diskopdag) Kota Pangkalpinang, total UMKM hingga Desember 2025 tercatat mencapai 26.875 unit.

Kepala Diskopdag dan UMKM Kota Pangkalpinang, Andika Saputra mengatakan angka tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, meski laju pertumbuhan cenderung melandai dalam dua tahun terakhir.

"Kalau kita lihat dari 2020 sampai 2025, secara total jumlah UMKM di Pangkalpinang terus bertambah. Tahun 2020 ada 23.222 unit, dan per Desember 2025 sudah menjadi 26.875 unit," ujar Andika kepada Bangkapos.com, Rabu (25/2/2026).

Andika menjelaskan, struktur UMKM di Pangkalpinang masih sangat didominasi oleh kategori Usaha Mikro (UMI).

Pada 2020, jumlah usaha mikro tercatat sebanyak 13.444 unit. Angka tersebut melonjak signifikan pada 2021 menjadi 23.740 unit, dan terus meningkat hingga mencapai 25.969 unit pada 2025.

"Usaha mikro menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat kita. Dari total 26 ribu lebih UMKM, hampir 26 ribunya adalah usaha mikro," jelasnya.

Sementara itu, Usaha Kecil (UK) pada 2020 tercatat sebanyak 9.167 unit. Namun pada 2021 terjadi penyesuaian data sehingga jumlahnya tercatat 718 unit, dan terus mengalami kenaikan bertahap hingga 841 unit pada 2025.

Adapun Usaha Menengah pada 2020 tercatat 611 unit, kemudian pada 2021 dan 2022 berada di angka 44 unit, dan perlahan meningkat menjadi 65 unit pada 2025.

"Secara komposisi memang masih timpang. Artinya, pelaku usaha kita mayoritas masih berada di level mikro. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk mendorong mereka naik kelas," kata Andika.

Jika ditinjau secara keseluruhan, total UMKM di Pangkalpinang mengalami kenaikan sebagai berikut:

• 2020: 23.222 unit
• 2021: 24.502 unit
• 2022: 25.109 unit
• 2023: 26.235 unit
• 2024: 26.529 unit
• 2025: 26.875 unit

Andika menilai pertumbuhan signifikan terjadi pada periode pasca pandemi, terutama pada 2021 hingga 2023, ketika banyak masyarakat beralih membuka usaha mandiri.

"Momentum pemulihan ekonomi setelah pandemi mendorong masyarakat untuk berwirausaha. Pemerintah juga hadir melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi perizinan," ungkapnya.

Kedepan, Diskopdag dan UMKM Kota Pangkalpinang akan memfokuskan program pada peningkatan kualitas dan daya saing pelaku UMKM, termasuk mendorong legalitas usaha, sertifikasi halal, hingga akses pembiayaan.

"Target kita bukan hanya menambah jumlah, tetapi bagaimana UMKM ini bisa naik kelas. Dari mikro ke kecil, dari kecil ke menengah. Itu yang sedang kita dorong melalui pelatihan manajemen usaha, digitalisasi pemasaran, dan kemudahan akses modal," tegas Andika.

Ia berharap pertumbuhan UMKM di Pangkalpinang tidak hanya tercermin dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas dan kontribusinya terhadap perekonomian daerah.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kalau mereka kuat, ekonomi Pangkalpinang juga akan semakin tangguh," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.