TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Riau, Fanny Wahyu Kurniawan menanggapi kabar belasan warga Jambi yang masih tertahan di Kamboja.
Wilayah Provinsi Jambi berada di bawah koordinasi BP3MI Riau, sehingga pemulangan warga Jambi di Kamboja ada pada kewenangannya.
Fanny mengatakan, pihaknya telah mendapat info terkait warga Jambi yang viral dan minta dipulangkan, sebab mereka saat ini berada di penampungan (shelter).
Namun, pihaknya hanya mendapatkan data dua WNI asal Jambi yang berada di penampungan Kamboja.
Data itu didapatkan hasil dari koordinasi dengan pemerintah provinsi Jambi. Data itu sudah difollow up melalui Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Jambi.
Sehingga, pihaknya akan mencari informasi 10 WNI asal jambi lainnya.
“Jadi, kalau memang 12 ini ya nanti cuma kami cross check. Tapi untuk yang dua ini, saat ini memang berada di shelter,” katanya, saat dihubungi Tribunjambi.com via telepon WhatsApp, Rabu (25/2/2026).
Dia menuturkan saat ini ada sekitar 2000 WNI yang berada di Penampungan Kamboja, termasuk WNI asal Riau dan Jambi.
Fanny menjelaskan, pihaknya telah bersurat melalui perwakilan KP2MI terkait kasus tersebut.
Pihaknya juga mendapat informasi dari KBRI, bahwa saat ini para WNI di Kamboja sedang menunggu antrian untuk dipulangkan.
“Teman-teman di Pemerintah Provinsi Jambi juga sudah kami koordinasi melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi, bahwasanya mereka sanggup untuk membiayai dua orang kepulangan ke daerah asal,” jelasnya.
“Hanya saja masih menunggu info dari perwakilan kapan untuk bisa dipulangkan karena harus menunggu akses permit-nya dulu baru nanti akan dibiayai oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.
Dia menerangkan, pihaknya juga telah bersurat ke pemerintah pusat agar kasus itu diselesaikan secara bilateral, birokrasi, beradministrasi.
Hal itu bertujuan agar para korban loker scam di Kamboja bisa dipulangkan melalui penelusuran.
Namun, pihaknya juga masih menunggu exit permit, karena semua masuk dalam antrian.
Sebab, menurut pihaknya, para korban tidak bisa dipulangkan secara sendiri-sendiri. Sebab, mereka takut terjadi insiden chaos saat pemulangan.
“Saat ini kan dalam tahap untuk pendaftaran untuk dipulangkan secara penjadwalan dan oleh dari KBRI Kamboja atau Phnom Penh di sana,” ujarnya.
Sementara itu, dia menyampaikan bahwa pemerintah sedang berupaya untuk memulangkan korban online scam.
“Harap bersabar saja dan diharapkan ini tidak terulang. Pesan kami, korban online scam ini kan ada menjadi korban penipuan atau memang dia memang ingin sendiri untuk berangkat ke sana,” ucapnya.
“Saat ini pemerintah itu sangat-sangat melarang untuk bekerja scam ke Kamboja,” lanjutnya.
Fanny menambahkan, pihaknya terus melakukan kegiatan sosialisasi, penyuluhan, dan edukasi kepada masyarakat terkait hal tersebut.
“Jika ingin bekerja (keluar negeri), carilah pekerjaan yang mempunyai aturan ketenagakerjaan khususnya dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan oleh Undang-Undang Nomor 18 tahun 2017,” pungkasnya. (Tribun Jambi/Syrillus Krisdianto)
Baca juga: Keluarga Jemput Audy ke Kamboja, Tapi Warga Jambi Chilva Masih Belum Terlacak
Baca juga: 12 Warga Jambi Terkatung-katung di Kamboja, Disnaker: Masih Tunggu Konfirmasi