Nasib Anwar Satibi, Ayah Bocah Sukabumi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri Ikut Terancam Usai Dipolisikan
Musahadah February 25, 2026 03:05 PM

 

SURYA.CO.ID - Setelah TR (47) ibu tiri di Sukabumi menjadi tersangka penganiaya anak tirinya, NS (12) hingga tewas, nasib sang suami atau ayah korban, Anwar Satibi, kini di ujung tanduk. 

Hal ini, setelah Lisnawati, ibu kandung NS melaporkan Anwar Satibi yang notabene mantan suaminya ke Polres Sukabumi atas dugaan penelantaran anak.   

Seperti diketahui, sebelum tewas dianiaya, NS tinggal bersama ayah (AS) dan ibu tirinya (TR) setelah sebelumnya tinggal bersama Lisnawati   

Kasus kematian NS karena dianiaya ibu tiri membuat sang ibu kandung syok dan tidak bisa menerima hingga akhirnya melaporkan AS ke polisi pada Selasa (24/2/2026). 

Lisnawati menyebut ada ketidakberesan di balik peristiwa yang merenggut nyawa sang anak.

Baca juga: Usai Ibu Tiri Penganiaya Bocah Sukabumi hingga Tewas Tersangka, Teman Pesantren Bongkar Perlakuannya

Didampingi oleh kuasa hukumnya, Khrisna Murti, Lisnawati melaporkan mantan suaminya, Anwar Satibi, serta istri siri Anwar yang berinisial TR.

"Ada kejanggalan," ucap Lisnawati singkat.

Khrisna Murti menjelaskan bahwa laporan terhadap TR diarahkan pada dugaan pembunuhan berencana.

Sementara itu, laporan terhadap Anwar Satibi difokuskan pada dugaan kelalaian dan penelantaran anak.

 "Kalau kepada S (Satibi) ini kita laporkannya kelalaian, pembiaran lalu penelantaran, itu yang kita laporkan," jelas Khrisna.

Pihak kuasa hukum menilai posisi Anwar Satibi dalam kasus ini dianggap lalai dalam memberikan perlindungan terhadap NS, sehingga tragedi penganiayaan tersebut bisa terjadi hingga merenggut nyawa.

Kapolres Sukabumi AKBP Samian mengakui adanya laporan tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (25/2/2026).

"Terkait dengan laporan ibu kandung terhadap suaminya, itu orangtua dari NS terkait dengan penelantaran, Pasal 76," kata AKBP Samian dalam keterangannya kepada awak media di Mapolres Sukabumi, Rabu (25/2/2026) siang.

Kepolisian kini masih menunggu detail keterangan laporan yang dilayangkan atas dugaan penelantaran itu.

"Laporan baru dibuat kemarin, hari ini tentunya masih menunggu dari pihak pelapor untuk kami bisa mengambil keterangan," ucap Samian.

Samian kemudian menegaskan, setiap laporan yang masuk kepada pihak kepolisian pasti akan ditindak dengan profesional.

Termasuk dengan laporan yang dilayangkan oleh ibu kandung NS terhadap mantan suaminya itu.

"Tentu setiap laporan dari masyarakat pasti akan kami tindak lanjuti, tentunya penyidik akan bekerja profesional. Kami akan independen, tidak ada tekanan apa pun, tidak ada kepentingan apa pun, pasti akan meminta keterangan semua pihak," tegas Samian.

Siapa sebenarnya Anwar Satibi? 

KEJAMNYA IBU TIRI - Anwar Sabiti, ayah NS (12) bocah tewas diduga dianiaya ibu tiri di Sukabumi, Jawa Barat.
KEJAMNYA IBU TIRI - Anwar Sabiti, ayah NS (12) bocah tewas diduga dianiaya ibu tiri di Sukabumi, Jawa Barat. (Surya.co.id/Pipit Maulidiya)

Anwar Satibi sehari-hari bekerja swasta. 

Saat NS sakit usai diduga dianiaya TR, Anwar Satibi sedang berada di luar kota. 

Dia pulang setelah mendapat telepon, kemudian membawa NS ke rumah sakit. 

Lisnawati pun membongkar tabiat asli mantan suaminya selama mereka masih membina rumah tangga.

Ia menyebut bahwa Anwar Satibi adalah sosok yang sangat temperamental dan kerap melakukan kekerasan fisik atau KDRT terhadap dirinya, bahkan saat ia sedang mengandung NS.

"Temperamental, sering dipukul sering jambak. Waktu dalam kandungan juga (dibilang) sudahlah kamu mendingan meninggal juga," ungkap Lisnawati.

Tak sampai di situ, Lisnawati juga membeberkan perilaku Anwar yang diduga kerap berhubungan dengan wanita lain selama mereka masih menikah.

Kecurigaan itu muncul karena Anwar seringkali pulang ke rumah dengan tanda fisik yang mencurigakan di bagian leher.

"Dulu dia memang menikah sama orang lain. Saya tanya kalau pulang ke rumah banyak cupangnya (di leher)," pungkasnya.

Pengakuan soal tabiat buruk di masa lalu ini kini menjadi salah satu poin yang memperkuat alasan Lisnawati melaporkan Anwar Satibi ke pihak berwajib.

Ayah Angkat Sebut Temperamental

Tak hanya Lisnawati, Isep Mahesa, ayah angkat Anwar Satibi juga mengungkap tabiat buruk anaknya. 

Isep Mahesa mengakui Anwar Satibi temperamental. 

Tak hanya diketahui sendiri, Isep juga mengungkap keterangan sejumlah teman korban ke teman-teman pesantrennya.  

Dikatakan, sebelum meninggal dunia, NS sempat mengadu hingga menangis ke temannya di pesantren.

NS bercerita bahwa ayah dan ibu tirinya jahat dan galak.

"Kemarin pun di pesantren, sampe sempet nangis mengadu kepada temannya, 'saya bingung mengadu ke siapa, karena orangtua saya itu jahat' katanya, 'galak'," tutur Isep.

NS pun sempat menyampaikan pesan-pesan sebelum meninggalkan pesantren.

NS bahkan sampai menitip pesan ke ustaz di pesantrennya.

Tak hanya pada teman dan ustaznya, NS pun sampai bercerita pada ibu temannya. Videonya pun sudah dikirimkan ke polisi.

Pesan-pesan yang dititipkan NS seakan jadi firasat kalau dirinya akan mengalami petaka.

"Bahkan sampai meninggalkan sarung, jadi ngasih sarung, ada apa itu, ke temannya. Sebelum meninggal itu sampai ngasih sarung, buat kenangan katanya.Saya ada videonya, saya dikirim dari Pak ustaz, makanya pak ustaz nangis. Saya juga ikut nangis," ucap Isep lagi.

Isep mengaku, pesan-pesan hingga curhatan NS di pesantren belum ia ceritakan pada Anwar, namun semua bukti sudah diserahkan ke polisi.

"Sebetulnya ini orangtuanya soal kejadian di pesantren sebelum meninggal, ngasih sarung, ngasih pesan-pesan, ayahnya ini belum tahu ya. Sampai saat ini belum saya kasih tahu. Jadi obrolan saya dengan guru di pesantren. Makanya saya sedih, ada apa ini anak. Sampai bikin kenang-kenangan ngasih sarung," tuturnya.Isep mengungkapkan, rupanya bukan cuma ibu tiri yang galak dan sering memarahi NS, tetapi ayahnya juga.

Menurut Isep, ayah NS merupakan sosok yang temperamental.

"Karena mungkin ini (Anwar) juga kan sering marah sama anak. Mungkin anak juga merasa banyak salah mungkin ya. Padahal yang salah orangtuanya dalam mendidik," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.