Biskita Masuk Rapot Setahun Dedie Rachim - Jenal Mutaqin, Warga Kota Bogor Minta Pengurangan Angkot
Ardhi Sanjaya February 25, 2026 03:07 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Biskita Transpakuan Kota Bogor masih menjadi moda transportasi yang sering digunakan oleh masyarakat saat ini.

Biskita Transpakuan juga menjadi salah satu capaian terbaik selama satu tahun Dedie Rachim-Jenal Mutaqin memimpin Kota Bogor.

Banyak warga yang akhirnya memilih Biskita menjadi transportasi utama.

Saat ini, baru ada empat koridor Biskita Transpakuan yang beroperasi mulai dari Koridor 1,2,5, dan 6.

Pantauan TribunnewsBogor.com, Rabu (25/2/2026) pukul 12.00 WIB, di beberapa ruas koridor salah satunya koridor 5, dan 6 banyak Biskita yang terisi oleh penumpang.

Penumpang pun banyak yang turun di halte-halte maupun bus stop yang sudah disediakan Pemkot Bogor.

Salah satunya bus stop di Jalan Merdeka tepatnya di dekat Makorem SK.

Koridor 5 dan 6 ini melaju sama-sama menuju Stasiun Bogor dari arah Parung Banteng dan Ciparigi Bogor Utara.

Salah satu penumpang Indira (32) mengatakan, Biskita menjadi layanan utamanya.

“Saya dari Parung Banteng. Emang mau ke Merdeka sini. Kalau setiap hari sih jarang, tapi emang kalau ke Merdeka naik Biskita terus,” kata Indira saat berbincang singkat dengan TribunnewsBogor.com di Bus Stop Merdeka.

Ia memilih layanan Biskita dikarenakan nyaman serta tarifnya yang murah.

Satu kali naik dari Parung Banteng ia hanya mengeluarkan uang 4 ribu saja.

“Dingin karena ber AC kan. Lalu, nyaman juga dan ongkosnya pun murah,” ujarnya.

Meski begitu, ia tetap menyarankan Pemkot Bogor memerhatikan bus stop.

Banyak bus stop yang memang tidak terperhatikan.

“Bus stop rata-rata terbuka gitu. Tapi, ya perhatikan juga. Apalagi pas hujannya, itu repot banget. Ya minimal di tutup pakai kanopi,” ucapnya.

Ia juga berharap, di masa kepimpinan Dedie Rachim-Jenal Mutaqin yang sudah genap satu tahun, transportasi umum seperti Biskita Transpakuan di Kota Bogor diperbanyak.

“Kalau bisa kurangin angkotnya,” tegasnya.

Sementara itu, Biskita Transpakuan sendiri menjadi salah satu prestasi terbaik selama Dedie Rachim-Jenal Mutaqin memimpin Kota Bogor.

Biskita Transpakuan sendiri sempat berhenti beroperasi pada tahun 2026 awal ini. 

Namun, Pemkot berupaya mencari cara agar kembali beroperasi.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, banyak torehan yang sudah dicapai selama satu tahunkepimpinannya.

Mulai dari transportasi massal Biskita Transpakuan sampai dengan pengelolaan sampah.

“Tahun pertama ini kan kita sudah memperjuangkan Biskita supaya bisa beroperasi kembali, kan sudah bisa dinikmati sampai dengan hari ini. Untuk tahun 2027 kita persiapkan dari sekarang,“ kata Dedie Rachim, Sabtu (21/2/2026).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.