Jadi Tersangka, Ibu Tiri Anak Tewas di Sukabumi Ungkap Dugaan Keterlibatan Ayah Kandung: Dilempar
Vivi Febrianti February 25, 2026 03:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ibu tiri dari NS (13), anak yang tewas di Sukabumi resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sukabumi.

"Terkait perkara meninggalnya anak dengan kekerasan di Polres Sukabumi, Sat Reskrim sudah menetapkan tersangka saudari TR yang merupakan ibu tiri. Terhadap TR sudah kami tetapkan tersangka atas dugaan kekerasan, baik fisik atau psikis," kata Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, Rabu (25/2/2026) siang.

Samian menerangkan bahwa pihaknya masih mendalami motif TR dalam melakukan kekerasan itu, tetapi sebagai orang tua TR berdalih untuk mendidik anak.

Lanjut Samian, dari hasil pemeriksaan, TR juga melakukan penganiayaan terhadap NS pada tahun 2024 lalu.

Hal itu dibuktikan dengan adanya laporan dari ayah NS mengenai penganiayaan yang dilakukan TR terhadap anaknya, tetapi hal itu diselesaikan secara mediasi.

"Penganiayaan yang diberikan oleh korban anak NS ini sudah terjadi beberapa tahun lalu, seperti di tanggal 4 November 2024 itu pernah terjadi laporan. Laporan itu sudah kami proses dan ada perdamaian itu, akan kami dalami lagi. (Untuk motif) masih kami dalami karena ini sebagai orangtua berdalih mendidik anaknya," ucap Samian. 

Ayah kandung terlibat?

 Jadi tersangka penganiayaan, ibu tiri yang berinisial TR (47) itu pun mengungkap dugaan keterlibatan ayah kandung di kematian NS.

Sebab menurut pengakuan TR di depan penyidik, ayah kandung NS yakni Anwar Satibi sempat tak mau membawa anaknya ke rumah sakit.

Bahkan saat hendak dibawa ke rumah sakit, korban NS sempat dilempar ayahnya ke dalam mobil.

TR juga mengungkap kalau suaminya itu merupakan sosok yang tempramen.

Pengacara TR, Moch Buchori mengatakan bahwa kondisi NS sebelum dibawa ke rumah sakit sudah lemas.

Ia menyebut kalau kliennya yang memaksa Anwar Satibi untuk membawa NS ke rumah sakit.

"Kondisi Nizam pada saat itu lemas, memang sakit beliau. Dengan hal seperti itu, kekhawatiran TR takut terjadi sesuatu hal, makanya memaksakan awalnya kepada ayah kandungnya untuk dibawa ke rumah sakit," kata Buchori dikutip dari Youtube Cumicumi, Rabu.

Berdasarkan pengakuan TR di depan penyidik, awalnya Anwar Satibi tidak mau membawa anaknya ke rumah sakit.

Karena kesal terus-terusan dipaksa ke rumah sakit, menurut TR, Anwar emosi hingga melempar anaknya ke mobil.

"Waktu itu karena ayah kandungnya tidak mau, itu dipaksa. Dan hal itu sempat terjadi, pada saat dibopong, diambil almarhum dari rumah ke mobil, itu terjadi pelemparan pada saat dimasukan ke mobil," tuturnya.

Diduga hal itu dilakukan oleh Anwar Satibi karena terbawa emosi.

"Pengakuan TR, ayahnya itu pada saat ke rumah sakit tidak mau, sehingga emosional. Karena dia kebawa emosi, dia kepaksa, dia ngambil lalu dimasukkan ke dalam mobil, karena emosional dilemparkan oleh ayahnya ke mobil jok belakang," kata dia lagi.

Baca juga: Ungkap Kejanggalan Kematian Anak di Sukabumi, KPAI Pertanyakan Peran Ayah: Harusnya Bisa Melindungi

Ia pun mempertanyakan dugaan penganiayaan menggunakan benda tumpul yang dilakukan kepada NS.

Sebab berdasarkan pengakuannya, TR tidak pernah merasa melakukan pemukulan terhadap NS.

"Berdasarkan hasil visum dari kepolisian, hanya menjelaskan adanya luka, penyebabnya barang tumpul. Namun yang melakukan siapa? Klien kami merasa tidak pernah melakukan," ungkap dia.

Buchori pun menegaskan kalau rumah yang ditinggali TR, NS, dan Anwar adalah rumah orangtua TR.

Sehingga jika ada penganiayaan yang dilakukan TR, pasti akan diketahui oleh anggota keluarganya.

"Di mana ketika terjadi penganiayaan yang disangkakan, pasti semua di rumah mengetahui. Kebetulan ada saudara ayah kandungnya juga di rumah tersebut," jelasnya.

Ia pun menduga adanya keterlibatan dari Anwar Satibi pada luka yang dialami oleh korban.

"Ada kemungkinan dari ayahnya ada ikut serta, karena mengingat di dalam rumah itu ada ayahnya, ada TR," kata dia.

Sementara itu, terkait adanya dugaan tersangka lain, Kapolres Sukabumi mengaku masih melakukan pendalaman.

"Masih kami dalami untuk (tersangka) lain (apakah ada atau tidak). Namun, kami masih fokus mendalami daripada unsur-unsur perkenankan daripada pasal-pasal yang mana bisa kami perkuat,” tutup Samian.

Pada podcast di Denny Sumargo, Anwar Satibi membenarkan kalau dirinya memang tidak langsung membawa anaknya ke rumah sakit.

Baca juga: Bocor Isi Chat Ayah Saat Anak Kritis Dianiaya Ibu Tiri, Sibuk Bahas Pemakaman Padahal Masih Hidup

Saat itu ia berdalih kalau dirinya bangun tidur kesiangan.

"Niatnya saya mau pagi-pagi ke rumah sakit, Mungkin karena saya capek jadi bangunnya agak kesiangan," katanya.

Padahal sejak sehari sebelumnya, ia sudah melihat kondisi anaknya yang sudah tak berdaya.

Anwar juga sempat mengirim pesan pada ibu kandung NS soal kondisi sang anak dua hari sebelum meninggal.

Ia menyebut bahwa Nizam sakit paru-paru.

"Sepertinya sakit, si Raja sakit paru-paru," katanya.

Pengacara Lisna, Mira Widyawati menjelaskan bahwa Anwar sudah memberi kabar ke kliennya sejak dua hari sebelum Nizam meninggal.

"Tanggal 17 Februari 2 hari sebelum meninggal, 'Nizam nih sakit di rumah'. Dia (Lisna) bilang, 'kenapa gak dibawa ke rumah sakit ?'," katanya.

Tak disangka ternyata Anwar menjawab chat tersebut dengan kalimat sadis.

"'Ya biarin aja kalaupun dia meninggal tinggal dimakamin di pemakaman keluarga dekat si bapaknya ini'," kata Mira menirukan isi chat Anwar ke ibu kandung.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.