Gaduh Anggaran MBG Ramadan Disebut Dikorupsi, BGN Angkat Bicara
GH News February 25, 2026 03:09 PM
Jakarta -

Media sosial heboh dengan maraknya keluhan dari masyarakat terkait program makan bergizi gratis (MBG) di bulan Ramadan. Menurut mereka, menu yang disajikan di lapangan 'jauh dari standar'.

Di tengah kegaduhan tersebut, muncul tudingan bahwa adanya korupsi yang dilakukan pihak-pihak tertentu sehingga berdampak kepada kualitas menu MBG yang disalurkan ke anak-anak. Lalu, bagaimana faktanya?

Ditanya mengenai hal ini, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan kenaikan harga pangan di beberapa wilayah menjelang Hari Raya Idul Fitri disebut menjadi biang keroknya.

"Betul (harga-harga naik, red). Di Jawa saja harganya luar biasa kenaikan, apalagi Aceh, Papua, dan Batam itu luar biasa kenaikannya," kata Nanik saat dihubungi detikcom, Rabu (25/2/2026).

"Nah ini yang sekarang banyak di-upload oleh orang di medsos, dikira dikorupsi uangnya. Bisa dibayangkan budget untuk anggaran balita sampai kelas 3 SD hanya Rp 8 ribu, dan kelas 4 SD ke atas hanya Rp10 ribu," lanjutnya.

Nanik menambahkan, kenaikan harga ini dialami oleh bahan-bahan pangan yang notabene menjadi menu utama di MBG edisi bulan Ramadan.

"Telur, ubi-ubian, kacang-kacangan, gula merah, tepung-tepungan. Kalau sayur belum terlihat karena sayur kan tidak dipakai atau sedikit di bulan Ramadhan ini," katanya.

"Tambahan, susu juga gila-gilaan naiknya," sambungnya.

Menu-menu MBG Ramadan

Sebelumnya, BGN meminta para Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) lebih kreatif dalam mengolah pangan lokal dalam MBG edisi Ramadan.

Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2026 yang mengatur mekanisme pelaksanaan Program MBG selama Ramadhan dan cuti bersama Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Cuti Lebaran, Distribusi Digabung

Sementara itu, pada 18-24 Maret 2026 atau selama cuti bersama Lebaran, penyaluran MBG tidak dilakukan. Sebagai gantinya, distribusi dilakukan lebih awal dalam bentuk paket bundling kemasan sehat.

Paket bundling merupakan penggabungan makanan kemasan sehat untuk konsumsi beberapa hari yang diserahkan sekaligus. Namun, BGN menegaskan batas maksimal makanan yang diterima hanya dapat bertahan hingga tiga hari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.